Kumpulan Berita Terkait Terorisme


Terus terang saya bosen lihat berita terorisme di TV yang cenderung tendensius dan ujung ujungnya menyudutkan Islam ,wartawan situs atau para bloger ternyata lebih berani mengungkap fakta daripada wartawan televisi.

Polisi begitu cepat LANGSUNG memblokir blog yang diduga milik dpo teroris Abdullah Sonata yang beralamat di http://7ihadmedia.wordpress.com/ , tetapi sangat lamban dalam menyikapi blog beritamuslim yang sudah lebih dari setahun NYATA NYATA telah memfitnah, melecehkan dan meludahi agama Islam.

Bagi yang penasaran dengan blog http://7ihadmedia.wordpress.com/ yang sudah di blokir masih bisa mengintip Cache-nya di sini ( info dari sini )

Update :

Beda Teroris Mega dan SBY

Jika diperhatikan ada banyak hal yang berbeda dari isu terorisme di jaman sby dan sebelumnya. Masalah waktu terror, misalnya, sebelum sby teroris melakukan aksi terornya tanpa ada kaitannya dengan hiruk pikuk dunia politik. Bom meledak di banyak tempat dan tidak satu pun yang dicurigai sebagai pengalihan isu atau pun lainnya. Tetapi, di masa sby bom meledak hanya 2 kali bom Bali II dan Marriot II dan waktu terjadinya sangat spesifik, yaitu di saat sby membutuhkan pengalihan isu.

Bom Bali II meledak hanya beberapa jam dari pengumuman naiknya harga bbm sebesar rata-rata 126%. Yang menarik waktu pengumuman kenaikan bbm tersebut mengalami beberapa kali penundaan. Apakah menunggu kesiapan pelaku terror???. Bom Marriot II meledak 9 hari pasca pemilu yang paling kacau dan dipenuhi kecurangan. Yang menarik media televise selama sebulan lebih menjadikan isu ini sebagai headline nya. Bahkan hanya sebuah blog iseng yang mengaku blog milik terorsis saja dibahas hampir 3 hari tanpa kejelasan Dan diperpanjang lagi pasca penyergapan Temanggung sehingga menutupi peristiwa sidang gugatan pemilu di MK dan keputusan KPU yang menetapkan pemenang pemilu.

Di masa sebelum sby penangkapan pelaku teroris dilakukan secara diam-diam tanpa ada sorot kamera. Public baru mengetahuinya setelah tersangka teroris berada dalam tahanan. Hebatnya lagi para gembong teroris ditangkap hidup-hidup, sebut saja amrozi ali imron, ali gufron, imam samudra, af faruq, nasir abas dan lainnya. dari situ lah saya yakin jika noordin dan azhari tidak seperti yang digambarkan polisi yang lebih memelih mati dari pada ditangkap. Penangkapannya pun tidak memilih-milih waktu kapan pemerintah membutuhkan sebuah pengalihan isu.

Tetapi, di masa sby berkuasa semua gembong teroris dan pelaku kuncinya ditembak mati dan hanya menyisakan anggota yang bahkan tidak lebih dari sekedar simpatisanya. Penangkapannya sangat jelas memilh waktu yang sangat tepat sehingga dapat menutupi kasus yang mencoreng muka sby atau bahkan di aat sby membutuhkan pujian dari as dan ausi, contohnya adalah penembakan dulmatin. Bahkan pengumuman siapa teroris pun harus di sama-samakan dengan peristiwa yang sangat ditunggu publik. Contoh, penguman siapa teroris yang tertembak di Temanggung yang semula direncanakan 2 minggu pasca penyergapan dimajukan menjadi bersamaan dengan MK membacakan keputusannya.

Jadi tidaklah mengherankan jika banyak sekali kejanggalan mulai dari peristiwa terornya sampai penangkapan pelakunya. Jika dibandingkan dengan penyergapan di Cikampek maka penyergapan di Temanggung seharusnya berlangsung lebih mudah dan cepat. Di Cikampek tersangka teroris melakukan perlawanan, sedang di temanggung tidak. Di Cikampek tempat tinggal teroris berada di pemukiman padat, sedang di Temanggung bahkan berada tepat di samping bukit dan persawahan luas. Personel dan perlengkapan pun lebih lengkap di Cikampek di banding Temanggung. Tetapi mengapa di Temanggung berlangsung cukup a lot bahkan sampai perlu meledakan beberapa kali rumah persembunyian, tetapi anehnya di tubuh ibrohim hanya ditemukan satu lubang peluru!!!

Apakah ibrohim sudah lebih dulu berada ditangan polisi, kemudian ia ditembak dan jenasahnya ditaruh di rumah milik muzahri tersebut. Sesuatu yang biasa kita saksikan pada acara program criminal. Kita pasti pernah atau bahkan sering kali melihat adegan polisi yang berlari-lari, kemudian aparat kepolisian tersebut mendobrak pintu rumah, tetapi begitu masuk kita tidak melihat wajah panic atau ketakutan pada penjahat yang digerebek. Penjahat itu justru memperlihatkan sikat acuh dan pernah suatu kali saya melihat si penjahat berambut idak teratur seperti dicukur asal. Saya menduga terjadi perdebatan alot, apakah noordin m top akan di masukan ke dalam rumah tersebut atau tidak. Itulah mengapa ada yang mengatakan bahwa di dalam rumah terdapat nurdin, bahkan nurdin menurut berita saat ditanya siapa di dalam ia mengaku sebagai nurdin m top. Anehnya muzahri yang merupakan seorang guru yang sedikitnya mengerti masalah terorisme dan paling tidak pernah mendengar masalah tersebut tidak ditahan dengan tuduhan menyembunyikan pelaku terror. Rumahnya yang hancur bahkan diperbaiki kembali dengan dana kepolisian. Ia dan juga istrinya tidak berada di rumah saat penyergapan. Padahal di wilayah tersebut sebagai mana Wonosobo dan wilayah sekitarnya lepas magrib masyarakat sudah jarang keluar rumah, jika memang ibrohim berada di rumah tersebut apakah ia tidak curiga. Lebih aneh lagi sehari sebelum peristiwa wartawan sctv meliput rumah tersebut karena sebelumnya pernah dijadikan tempat persinggahan teroris.

Sewaktu tomi soeharto ditangkap, polisi mengatakan bahwa tomi ditangkap, tetapi pengacara tomi membantahnya dan mengatakan bahwa tomi menyerahkan diri. Dalam penjelasannya polisi menyatakan bahwa polisi terlebih dahulu mendobrak pintu rumah sebelum menangkap tomi yang berada di dalam kamarnya. Dalam penjelasannya pula polisi menyatakan tidak ditemukan senjata dan tomi ditangkap tanpa pengawal. Aneh bukan bagaimana mungkin orang seperti tomi yang dalam situasi mana saja harus dikelilingi pengawal, tetapi begitu ditangkap ia berada sendirian. Mungkin kisah penangkapan tomi bisa sedikitnya membuka mata kita untuk tidak mempercayai begitu saja apa yang dikatakan polri.

Kembali ke masalah terorisme, sebelum sby berkuasa teroris tidak pernah merekam rencana aksinya, tetapi di masa sby teroris lebih dulu merekam rencana pembomannya. Apakah watak teroris dan penangkapannya mengikuti sifat presiden di negara ini. Saat Mega yang terkenal banyak diam, aksi terosri dilakukan diam-diam, tidak ada bukti rekaman perencanan serta penangkapannya pun diam-diam tanpa publikasi tanpa kamera, bahkan tanpa perdebatan panjang di media. Tetapi, begitu sby yang gemar ber citra-citra ini, teroris pun menjadi narsis membuat rekaman video perencanaan, ditangkap di bawah sorot kamera dan di diskusikan panjang lebar.

Teknologi yang digunakan pun mengalami kemunduran, sebelum masa sby bom diaktivkan dengan timer, hanya pada bom mariotlah terjadi bom bunuh diri. Konon bom Australia sama seperti bom Bali I diaktifkan dengan menggunakan handphone. Sedang pada masa sby 2 pemboman yang terjadi dilakukan dengan cara bunuh diri.

Yang menarik lagi, Mega yang mengetahui dirinya diancam hendak dibunuh tidak mengeluarkan sepatah kata pun tentang keamanan dirinya. Para bawahannya pun tidak. Tetapi, sby dengan memasang wajah tegang ia berdiri di depan kamera, ia mengumumkan bahwa ada drakula yang ingin membunuhnya. Kemudian untuk lebih menyakinkan rakyatnya ia memperlihatkan foto-foto teroris yang sedang latihan menembak dengan sasaran dirinya. Belum juga mulutnya kering public sudah mengetahui bahwa yang diperlihatkannya itu adalah foto kadaluarsa. Dan, tanpa malu beberapa hari kemudian sby yang seharusnya meminta maaf justru menuduh media telah memelintir pidatonya. Bahkan kini bawahan sby dipaksa bersusah payah menyakinkan public agar mau mempercayai bahwa sby sedang diancam. ( Kompasiana )

.

Polri Perlakukan Berbeda antara Kasus Teroris dan Mafia Hukum

Satu Tanggapan

  1. setuju…
    jadi ngebosenin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: