Inilah Pembahasan TERLENGKAP Seputar Poligami


Kemarin saya membuat posting mengenai Aa Gym, sama sekali TIDAK membahas poligami. Tapi enah kenapa, komentar yang masuk kebanyakan membahas poligaminya. Aneh!

Memang, poligami selalu jadi bahan pembicaraan yang PALING HOT, tak ada habis-habisnya diperdebatkan. POLIGAMI YANG ASLINYA SANGAT SEDERHANA, pun dibuat jadi rumit bin ribet plus berbeli-belit oleh orang-orang yang tak paham mengenai HUKUM POLIGAMI DALAM ISLAM.

Karena itu, saya coba buat semacam RANGKUMAN untuk menjelaskan bagaimana sih INTI dari poligami itu, khususnya SECARA LOGIKA.

===============
BAGI PRIA:
===============

1. Islam memperbolehkan poligami, tapi SYARATNYA SANGAT BERAT. Harus bisa adil. Jadi saudara-saudara sekalian, poligami BUKAN urusan gampang. Jika Anda poligami dan setelah itu Anda tak bisa berbuat adil, maka balasannya adalah NERAKA. MAU?

2. Jika Anda TAK SANGGUP berbuat adil terhadap istri-istri Anda, maka SATU SAJA CUKUP. Ya, satu saja cukup. Buat apa punya istri lebih dari satu, jika hanya bikin repot?

3. Poligami DIPERBOLEHKAN dalam Islam (dengan syarat yang berat, seperti dijelaskan pada nomor 1 di atas). Karena diperbolehkan, maka SEMUA UMAT ISLAM HARUS SETUJU. Sebab kalau tidak setuju, itu artinya Anda TIDAK SETUJU dengan ajaran agama Anda sendiri!

4. Sehubungan dengan nomor 3 di atas: SETUJU TIDAK SAMA DENGAN PENGEN. Saya setuju poligami karena saya percaya pada ajaran agama saya. Tapi itu bukan berarti saya pengen berpoligami. HARAP BEDAKAN!!!

5. Banyak pria yang berpoligami dengan alasan menjalankan sunnah. Tapi lucunya, mereka mengabaikan sunnah-sunnah yang lain. Cuma mau yang enak-enak. KONYOL, BUKAN?

==================
BAGI WANITA:
==================

1. Dalam Islam, seorang suami memang TIDAK diharuskan minta izin kepada istri pertama jika dia hendak berpoligami. TAPI INGAT: Tujuan setiap pernikahan – termasuk pernikahan keluarga poligami – adalah menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, warohmah (SAMARA).

Pertanyaan saya:
Jika suami Anda berpoligami, lantas Anda tidak suka, Anda sakit hati, kecewa, merasa dikhianati dan seterusnya, apakah keluarga SAMARA bisa terwujud dari keluarga poligami yang seperti itu? TENTU TIDAK! Dan saya yakin, Islam pun tidak menghendaki adanya poligami yang seperti ini.

2. Jika Anda tidak suka dan tidak rela suami Anda berpoligami, ITU TIDAK MASALAH. Banyak istri yang di dalam hati kecilnya seperti merasa bersalah, merasa tertekan, merasa berdosa, MERASA MELAWAN AJARAN AGAMA, jika mereka tidak setuju suaminya berpoligami. Padahal “tidak setuju suami berpoligami” adalah hak setiap istri.

3. Walau tidak setuju suami Anda berpoligami, seharusnya Anda tetap harus percaya dan setuju bahwa Islam memperbolehkan poligami. Yang namanya ajaran agama, tentu kita harus setuju 100%, bukan?

4. Dan seperti poin 4 untuk pria di atas: Setuju terhadap ajaran Islam mengenai poligami BUKAN BERARTI Anda harus setuju jika suami Anda berpoligami.

Dalam bahasa sederhana, “Sebagai seorang muslimah, saya tentu harus setuju dengan ajaran agama saya yang memperbolehkan poligami. Tapi SECARA PRIBADI, saya tidak setuju jika suami saya berpoligami.”

Bolehkah seperti itu? SANGAT BOLEH! Coba lihat poin 1 di atas.

Saya kira, hak setiap istri untuk mencegah suaminya berpoligami, jika dia menganggap poligami tersebut berpotensi membuat keluarga tidak bahagia. Dan seorang istri – setahu saya – tidak berdosa jika mencegah suaminya berpoligami, terlebih bila niatnya untuk mencegah suaminya berbuat dosa, atau poligami yang PELAKSANAANNYA TIDAK BAIK berpotensi membuat keluarga tidak bahagia, dan seterusnya.

Namun seperti pada poin 3 di atas, setiap muslimah tentu HARUS SETUJU bahwa poligami diperbolehkan di dalam Islam. Sebab ini adalah pertanda ketaatan kita pada aturan agama.

SEKALI LAGI:
Setuju pada ajaran agama tentang pemberbolehan poligami TIDAK SAMA dengan “setuju suami saya berpoligami”. HARAP BEDAKAN!!!

5. SUNGGUH KONYOL: Banyak wanita yang membenci tokoh agama yang berpoligami. Saking bencinya, foto si tokoh tersebut disobek-sobek, buku-bukunya dibakar, perusahaannya diboikot.

Padahal:

– Si tokoh tersebut bukan suaminya

– Istri si tokoh tersebut mungkin setuju dan bahagia terhadap poligami suaminya. Keluarga mereka mungkin tetap bahagia.

ARTINYA:
Dalam hal poligami, banyak orang (khususnya para istri) yang bersikap SEOLAH-OLAH pria yang berpoligami di luar sana adalah suaminya. SEOLAH-OLAH dia lebih tahu mengenai seluk-beluk keluarga orang lain, sehingga muncul argumen seperti, “Tega sekali si tokoh itu menyakiti istrinya.” Padahal istri si tokoh belum tentu sakit hati

6. JANGAN MENYAMARATAKAN bahwa SEMUA istri pasti sakit hati, pasti tidak rela jika diduakan oleh suaminya. Sebab faktanya, banyak istri yang rela dan ikhlas dimadu, bahkan para istri tersebut bisa akur dan hidup bahagia berdampingan.

Jika mereka bisa ikhlas dan hidup bahagia dalam menjalani poligami, TENTU TAK ADA MASALAH, BUKAN? Kenapa kita sebagai orang luar yang justru mempermasalahkannya???

“Apa masuk akal jika ada wanita yang rela dan ikhlas dimadu oleh suami yang dicintainya?”

ADA!

Kita bisa menganalogikannya seperti kisah nabi Ibrahim. Kita semua pasti setuju, tak mungkin ada orang tua yang tega menyembelih anaknya sendiri. Tapi Nabi Ibrahim bersedia dan ikhlas melakukan itu, karena baginya cinta dan menuruti perintah Allah di atas segala-galanya.

Banyak muslimah yang ikhlas dimadu oleh suami mereka. Kenapa? Analoginya seperti kisah nabi Ibrahim tersebut. Silahkan Anda simpulkan sendiri

7. Memang benar, bahwa bila istri rela dan ikhlas suaminya berpoligami, maka itu adalah salah satu pintu menuju surga. Tapi INGAT: Itu BUKAN satu-satunya pintu menuju surga. Artinya, bila Anda tidak setuju suami menduakan Anda, insya Allah masih banyak pintu surga lainnya yang bisa Anda masuki.

Jadi, tak perlu khawatir sama sekali, bukan?

======================================
POLIGAMI DALAM PANDANGAN KAUM ISLAMPHOBIA:
======================================

1. Kaum liberalis, feminis, dst menilai poligami sebagai sebuah perbuatan buruk. Tragisnya, mereka sangat permisif bahkan mendukung perbuatan-perbuatan maksiat seperti pornografi, perselingkungan, bahkan pelacuran (masih ingat, ada orang yang menentang penutupan lokalisasi Dolly, kan?).

Padahal, karena poligami diperbolehkan dalam ajaran Islam, seharusnya kita YAKIN DAN PERCAYA 100% bahwa poligami itu halal dan memilik tujuan yang baik. JIka selama ini banyak orang yang berpoligami dengan cara yang tidak baik, dan membuat keluarga mereka tidak bahagia, maka artinya praktek poligami mereka BELUM SESUAI dengan tuntunan ajaran agama.

2. Ada pandangan SALAH KAPRAH banyak yang hobi berpoligami hanyalah para tokoh agama, hanya para politisi dari PKS.

Padahal faktanya: Jauh sebelum Rasulullah mendakwahkan ajaran Islam, banyak sekali raja di berbagai negarai yang memiliki puluhan orang selir. Banyak tokoh nonmuslim yang berpoligami. Banyak pria yang hidupnya jauh dari agama, atau yang agamanya bukan Islam, dan mereka berpoligami.

Artinya: POLIGAMI BUKAN BERMULA DARI ISLAM. Justru, ajaran Islam sifatnya MENERTIBKAN POLIGAMI. Jika dulu para pria bebas berpoligami sesuka hati mereka, menikah dengan sebanyak mungkin wanita, justru Islam menertibkannya dengan membuat sejumlah aturan yang SANGAT BERAT. Sehingga tidak sembarang pria bisa dan sanggup menjalankan poligami yang sesuai syariat Islam.

3. Poligami yang halal ditentang, tapi perzinahan dan perselingkuhan dianggap biasa saja.

Lihatlah Aa Gym vs Ariel Noah. Aa Gym yang berpoligami dan halal dibully di mana-mana, tapi Ariel yang jelas-jelas berzinah dan direkam dalam bentuk video, justru dipuja-puja.

4. Selama ini, poligami yang banyak dipermasalahkan hanyalah poligami yang dilakukan oleh tokoh agama. Sedangkan tokoh-tokoh lain seperti Soekarno, Eyang Subur, (alm) Mamiek Prakosa, dan lain-lain, poligami mereka tak pernah dipermasalahkan.

Aneh sekali! Tak ada pejuang aktivis gender, fenimisme, liberalisme dst yang menentang poligami Eyang Subur atau Soekarno atau alm Mamiek Prakosa. Sementara poligami Aa Gym (yang belakangan menjadi happy ending karena kedua istrinya bisa akur), tetap dipermasalahkan hingga hari ini.

Terjadi STANDAR GANDA, dan memang itulah ciri-ciri para IslamPhobia.

Para penentang poligami sebenarnya bukan antipoligami, tapi ANTI ISLAM. Mereka mengidap penyakit Islamphobia. Itu saja intinya.

5. Ketika para aktivis dakwah berjuang memberantas perzinahan, pornografi, pelacuran, dst, orang-orang liberal menuduh mereka sok suci, munafik, dan seterusnya. Orang-orang liberal tampil berdiri di garda terdepan dalam membela perzinahan, pornografi, sex bebas, dan seterusnya.

ANEHNYA:
Ketika para tokoh agama berpoligami yang jelas-jelas halal hukumnya di dalam Islam, orang-orang liberal tersebut menuduh mereka maniak sex, hidung belang, dan seterusnya. Para liberalis yang DULU berdiri di garda terdepan dalam membela perzinahan dan sex bebas, KINI TIBA-TIBA berlagak seperti orang paling suci di muka bumi, seolah-olah mereka tak punya nafsu sex, tak tertarik pada wanita, dan seterusnya.

Terjadi STANDAR GANDA, bahkan KONTRADIKSI yang sangat konyol. Dan memang itulah ciri-ciri para IslamPhobia.

6. “Apakah poligami yang dilakukan oleh para tokoh agama seperti Aa Gym, Ustad Arifin Ilham dst sudah seuai dengan ajaran Islam?”

Saya kira, pertanyaan ini lebih baik kita kembalikan ke konsep poligami seperti dijelaskan di bawah ini, yaitu: POLIGAMI ITU WILAYAH PRIBADI. Jadi BUKAN HAK KITA untuk ikut campur dalam menilai poligami yang dilakukan oleh orang lain. Biarlah itu menjadi urusan mereka dengan Tuhan.

============
HAL UMUM:
============

Poligami itu sebenarnya TERMASUK WILAYAH PRIVAT. Personal. Karena itu, SANGAT KONYOL jika kita merasa sok paling tahu, sok ikut campur terhadap keluarga orang lain yang berpoligami. Seolah-olah itu adalah keluarga kita sendiri. INI SANGAT KONYOL!

Biarkan sajalah mereka berpoligami. Itu urusan mereka. Kenapa kita ikut-ikutan sewot?

========================
POLITISASI POLIGAMI:
========================

Dalam konteks politik di Indonesia, para IslamPhobia hampir selalu mengait-ngaitkan poligami dengan PKS. Bahkan menjelang pemilu 9 April 2014 lalu, mereka membuat KAMPANYE HITAM ‪#‎TolakPartaiPoligami‬ (dan yang mereka maksud partai poligami adalah PKS).

Padahal, banyak tokoh dari partai lain yang juga berpoligami. Anehnya, para “aktivis” #TolakPartaiPoligami umumnya adalah para pengagum Soekarno. Mereka lupa bahwa Soekarno juga berpoligami!

BERITA BAIKNYA:
Dalam acara Satu Jam Lebih Dekat di TV One beberapa waktu lalu, Presiden PKS Anis Matta menjelaskan bahwa partainya telah melakukan sebuah survey. Hasilnya, ternyata isu poligami TIDAK berpengaruh terhadap perolehan suara PKS.

Alhamdulillah, ini artinya masyarakat kita sudah cukup cerdas dan proporsional dalam menyikapi poligami.

“Apakah poligami yang dilakukan oleh para petinggi PKS seperti LHI dan Anis Matta sudah seuai dengan ajaran Islam?”

Saya kira, pertanyaan ini lebih baik kita kembalikan ke konsep poligami seperti dijelaskan di atas, yaitu: POLIGAMI ITU WILAYAH PRIBADI. Jadi BUKAN HAK KITA untuk ikut campur dalam menilai poligami yang dilakukan oleh orang lain. Biarlah itu menjadi urusan mereka dengan Tuhan.

================================================
POLIGAMI DALAM KONTEKS KECENDERUNGAN PRIA DAN WANITA:
================================================

1. Setiap pria punya kecenderungan untuk mencintai lebih dari satu wanita. Setiap pria pada dasarnya punya KEINGINAN TERPENDAM untuk memiliki istri lebih dari satu. Nah, Islam hadir untuk “memfasilitasi” kecenderungan ini (karena poligami yang halal tentu jauh lebih baik ketimbang selingkuh yang haram), namun dengan SYARAT YANG SANGAT BERAT (sudah dijelaskan di atas).

2. Setiap wanita punya kecenderungan untuk menjadi orang yang paling dominan dan mengendalikan suami mereka. Itulah sebabnya muncul istilah “ikatan suami-suami takut istri”. Nah, salah satu tujuan poligami adalah untuk meredam kecenderungan wanita yang seperti ini.

Jika ada wanita yang bersedia dan ikhlas dimadu oleh suaminya, itu artinya dia sudah berhasil meredam dan mengendalikan kecenderungan dirinya yang bisa menyebabkan suaminya TIDAK BERKUTIK dan TAKUT kepada istri.

Dan jika ada suami yang SUKSES berpoligami, dia sukses membangun keluarga bahagia bersama para istrinya, dan para istrinya bisa akur semua, maka itu artinya si suami BERHASIL menjadi seorang pemimpin yang baik, tegas, pemberani, dan “melawan” kecenderungan wanita yang ingin mendominasi.

* * *

Seperti itulah pandangan saya mengenai poligami. Awalnya saya hendak membuat tulisan yang singkat saja. Tapi ternyata jadi sangat panjang begini. Makanya saya buat judulnya “Inilah Pembahasan TERLENGKAP Seputar Poligami.”

Mohon maaf dan mohon masukannya jika ternyata belum lengkap

Semoga bermanfaat, dan maaf jika ada yang tak berkenan.

Jakarta, 10 Agustus 2014
Jonru
https://www.facebook.com/jonru.page/photos/a.143624529728.103413.68286339728/10152602184619729/?type=1&theater

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: