Cerita Membingungkan untuk Orang Bingung

George (50 th) tinggal bersama istri, dan dua orang anaknya (Tony & Julia) di Washington. Menjelang datangnya bulan Dzul Hijjah, George dan istri serta anak-anaknya mengikuti berita-berita seputar penentuan tanggal 1 Dzul Hijjah.

George aktif menyimak berita di radio. Istrinya menyimak lewat televisi. Sedangkan Tony rajin searching di internet.

Ketika pengumuman tanggal 1 Dzul Hijjah diumumkan, George sekeluarga bersiap-siap untuk menyambut Iedul Adha yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzul Hijjah, setelah acara wukuf di Arafah tanggal 9-nya.

🐏🐐Keesokannya, mereka sekeluarga pergi ke desa untuk membeli domba sesuai kriteria syari untuk dijadikan hewan kurban (udhiyyah), yaitu: tidak boleh buta sebelah, pincang, atau terlalu kurus. Mereka berniat menyembelihnya begitu hari raya tiba.

Domba pun mereka bawa dengan pick-up sambil terus mengembik di perjalanan…🚖

Adapun Julia yang baru berusia 5 tahun, asyik berceloteh dan mengatakan, “Ayah… alangkah indahnya hari raya Iedul Adha! Aku akan pakai gaun baru, dapat THR, dan bisa membeli boneka baru… aku akan pergi bersama teman-temanku ke TOY CITY untuk bermain sepuasnya di sana… Duh, alangkah indahnya saat-saat hari raya”, katanya. “Andai aja semua hari adalah hari hara” lanjutnya.

Begitu mobil tiba di rumah, istri George berbisik, “Wahai suamiku tercinta… Kamu tahu khan, bahwa disunnahkan membagi daging korban menjadi tiga: sepertiga kita makan sendiri untuk beberapa hari ke depan, sepertiga kita sedekahkan ke fakir miskin, dan sepertiga lagi kita hadiahkan ke tetangga kita David, Elizabeth, dan Monica”.

Begitu Iedul Adha tiba, George dan istrinya bingung di manakah arah kiblat, karena mereka hendak menghadapkan domba kurban ke kiblat. Setelah menebak-nebak, mereka memutuskan menghadapkan kurban ke arah Saudi Arabia, dan ini sudah cukup.

Setelah mengasah pisau, George menghadapkan dombanya ke kiblat lalu menyembelihnya. Ia kemudian menguliti dan memotong-motong dagingnya. Adapun istrinya
membaginya menjadi tiga bagian sesuai sunnah. Namun tiba-tiba George berteriak mengatakan, “Waduh, kita terlambat ke gereja… sebab ini hari Minggu dan kita akan terlambat menghadiri misa!”. George konon tidak pernah ketinggalan misa di Gereja setiap hari Minggu. Ia bahkan rajin membawa istri dan anak-anaknya ke gereja.

Sampai di sini, pengisah mengakhiri kisahnya tentang George.

Salah satu yg hadir bertanya: “Waduh, kamu membingungkan kami dengan kisah ini !!! George ini seorang muslim ataukah Kristen??”. Baca lebih lanjut

16 Tahun Perjuangan FPI yang ‘Sia-sia’

fpiFPI adalah ormas yang sangat anti dgn miras. Bahkan sejak mereka berdiri tahun 1998 sampai hari ini Miras adalah salah satu objek yang paling mereka perangi habis-habisan.
5 Tahun pertama FPI berdiri (1998-2003), mereka sangat rutin mensweeping minuman keras ini. Tiap malam sweeping, tiada hari tanpa sweeping minuman keras. Semua di sweeping mulai dari pegadang eceran, sampai gudang-gudang besar yg menyimpan miras. Ada yang dibakar, ada yang di dobrak, ada yang dihancurkan, dsb. Gara2 tindakan ini banyak anggota FPI yang akhirnya ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Alasannya hukumnya rata2 sama, Pengrusakan bersama-sama. Kalau ditanya sama hakim, apa yg dirusak?? Jawabannya : Ada botol bir yang pecah. hehehe.. Ada yang di penjara 3 bulan, 6 bulan, 7 bulan dst… Tapi FPI nggak kapok. Tetep aja mereka lakukan terus, dimana-mana. ..Ini kegiatan mereka di 5 tahun pertama berdirinya FPI kira-kira dari tahun 1998 sampai 2003.

Di 5 tahun kedua, (2003-2008) pemerintah sepertinya mulai memahami maksud FPI. Soalnya FPI juga selalu punya argumen dan alasan logis saat ditanya. Pemerintah pun mulai lakukan pendekatan kepada FPI. Baca lebih lanjut

KHILAFAH ADALAH AJARAN ISLAM, BUKAN KEJAHATAN

934774_774467482605180_4411683312028288878_n[Al-Islam edisi 717, 19 Syawal 1435 H-15 Agustus 2014 M]
Perbincangan tentang ISIS dan Khilafah menghangat di media massa dan di masyarakat akhir-akhir ini. Di antara pemicunya adalah peredaran salah satu video yang diunggah di Youtube. Video tersebut berisi seruan anggota ISIS dari Indonesia kepada umat Islam di Indonesia agar bergabung dengan organisasi itu.
Isu ISIS dan Khilafah pun bergulir. Banyak pihak berkomentar. Pemerintah meminta masyarakat mewaspadai dan mencegah organisasi itu berkembang. Kelompok sekular memanfaatkan isu itu untuk memukul apa yang mereka katakan sebagai paham radikal.

Sikap Proporsional

Bagi pihak yang tidak suka terhadap Islam, isu ISIS dijadikan sebagai kesempatan untuk menjauhkan masyarakat dari idekhilafah. Mereka kemudian menyimpangkan konsep khilafah dan melakukan ‘monsterisasi’ khilafah. Mereka berupaya menanamkan ketakutan atau paling tidak keengganan terhadap ide khilafah. Caranya dengan mengaitkan isu tersebut dengan terorisme, aksi kekerasan dan kejahatan. Mereka pun melekatkan keburukan pada ide khilafah. Isu ISIS di Indonesia dan ide khilafah yang terus diulang-ulang tanpa disertai penjelasan memadai tentu bisa menjadi bagian dari upaya ‘monsterisasi’ itu.

Semua pihak, khususnya Pemerintah, seharusnya menyikapi isu ISIS secara proporsional. Penolakan terhadap organisasi yang mengklaim telah mendeklarasikan Khilafah itu berikut berbagai tindakan kekerasan yang mereka lakukan jangan sampai diperalat oleh pihak-pihak tertentu, khususnya yang tidak suka terhadap Islam, untuk melakukan ‘monsterisasi’ syariah dan khilafah sehingga menjadi penolakan terhadap syariah dan khilafah. Upaya ‘monsterisasi’ itu malah dapat menimbulkan masalah baru karena bisa mengkriminalisasi ide khilafah yang bersumber dari ajaran Islam.

Khilafah: Ajaran Islam

Khilafah adalah ide Islam. Karena itu Khilafah harus didukung oleh umat Baca lebih lanjut

Habib Rizieq: Jangan Lupa, ISIS Hadir di Tengah Kezaliman AS dan Sekutunya

10583947_10201364734559888_3450172473382371269_nIslam sangat peduli terhadap keadilan, dan umat Islam wajib menjunjung tinggi keadilan. Kepada siapapun kita harus adil, termasuk kepada musuh, kepada orang-orang kafir, dan kepada orang yang kita benci tetap wajib berlaku adil. Allah Swt berfirman: Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu golongan menjadikan kamu tidak berlaku adil. Demikian dijelaskan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengawali ceramahnya di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat Rabu (13/8/2014).

“Namun jika keadilan tidak didapatkan, maka yang terjadi adalah kezaliman. Orang zalim pasti dia tidak adil, dan kalau orang adil pasti dia tidak zalim. Allah Swt berfirman: Kalian tidak boleh berbuat zalim dan tidak boleh dizalimi,” tambahnya.

Terhadap fenomena ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang sedang ramai diberitakan saat ini, Habib Rizieq juga mengajak untuk bersikap adil dan tidak menghukumi sebelum tahu permasalahannya. “Saya tidak mendukung ISIS, dan saya juga tidak berani mencela ISIS. Tapi saya ingin mengambil pelajaran dari fenomena ISIS,” ujarnya.

Sebelum menilai ISIS, kata Habib Rizieq, kita mesti tahu dulu bagaimana latar belakang masalahnya. Saat Irak di pimpin oleh Presiden Saddam Hussein, Amerika menyerang Irak. Tidak hanya Amerika, 40 negara lain juga ikut bekerjasama menyerang Irak. Mereka gulingkan Saddam Hussein, mereka ambil minyaknya, mereka porak-porandakan Iraq, dan mereka taruh pemerintahan boneka disana.

Akhirnya yang terjadi Baca lebih lanjut

Inilah Pembahasan TERLENGKAP Seputar Poligami

Kemarin saya membuat posting mengenai Aa Gym, sama sekali TIDAK membahas poligami. Tapi enah kenapa, komentar yang masuk kebanyakan membahas poligaminya. Aneh!

Memang, poligami selalu jadi bahan pembicaraan yang PALING HOT, tak ada habis-habisnya diperdebatkan. POLIGAMI YANG ASLINYA SANGAT SEDERHANA, pun dibuat jadi rumit bin ribet plus berbeli-belit oleh orang-orang yang tak paham mengenai HUKUM POLIGAMI DALAM ISLAM.

Karena itu, saya coba buat semacam RANGKUMAN untuk menjelaskan bagaimana sih INTI dari poligami itu, khususnya SECARA LOGIKA.

===============
BAGI PRIA:
===============

1. Islam memperbolehkan poligami, tapi SYARATNYA SANGAT BERAT. Harus bisa adil. Jadi saudara-saudara sekalian, poligami BUKAN urusan gampang. Jika Anda poligami dan setelah itu Anda tak bisa berbuat adil, maka balasannya adalah NERAKA. MAU? Baca lebih lanjut

STOP MEMPLESETKAN JILBAB

Ikhwan wa akhwat fillah. Belakangan ini ada istilah yang sedang booming, menambah ragam perbendaharaan kosakata kita. Istilah ini cukup ramai dibincangkan di media sosial dan beberapa situs berita. Istilah yang lahir dari plesetan kata “jilbab”, dipadukan dengan kata slank dalam Bahasa Inggris. Misalnya (maaf) “boobs” yang berarti payudara. Lebih spesifiknya yang berukuran besar, dengan konotasi negatif. Sama seperti orang Indonesia menyebutkan organ-organ vital dari tubuh manusia dalam bahasa daerah, semisal “k****l”, “to**t”, dan sebagainya (maaf sekali lagi maaf, sebenarnya saya sangat tidak tega menyebutkannya).

JILBAB + B**BS jadilah JILB**BS. Jil**bs kini digunakan untuk menyebutkan model pakaian muslimah yang ketat, sehingga menonjolkan bagian menonjol dan menampakkan lekuk dari tubuh pemakainya. Ada juga istiah jilbabes (jilbab + babes). Babes merupakan slank dalam Bahasa Inggris untuk menyebut perempuan nakal.

Ikhwah fillah. Seorang muslim tentu tidak layak latah mengikuti sesuatu yang salah, menyebut-nyebutnya, meramaikannya, dan menyebarkannya. Jilbab adalah istilah syara’. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surah Al-Ahzab (33) ayat 59 yang artinya:

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan JILBAB-nya ke seluruh tubuh mereka”

Imam Asy Syaukani dalam Kitab Fathul Qadir menyebutkan bahwa jilbab adalah pakaian yang ukurannya lebih besar dari khimar/kerudung/penutup kepala, yang menutupi seluruh badan wanita. Dalam hadits shahih dari ‘Ummu ‘Athiyah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda. “Hendaklah saudaranya mengenakan jilbab untuknya.”

Jilbab merupakan pakaian yang disyariatkan bagi muslimah saat mereka keluar rumah, ditambah dengan kerudung yang menutup hingga dada (QS.24:31). Karena itu jelas bahwa jilbab merupakan bagian dari syariah Islam. Karena itu pula, menyebutkan jilbab kemudian digandengkan dengan kata kotor, untuk membelokkan maksudnya kepada maksud lain yang buruk justru merendahkan syara itu sendiri. Bahkan bisa jadi merupakan pelecehan terhadap syariah Islam.

Okelah, istilah ini sudah terlanjur menyebar. Kita anggap saja sebagai kecelakaan sejarah. Namun, kita bisa kok tidak membantu penyebarannya. Berhenti menyebut-nyebutnya. Tahanlah diri kita dari menyebarkan kontennya, yang, masya Allah, mayoritas masih memuat gambar-gambar tidak senonoh itu. Dengan demikian kita juga bisa menyelamatkan lebih banyak mata. Menghapus peluang bertambahnya dosa kita, termasuk dosa mereka yang dimuat gambarnya.

Mendakwahkan jilbab juga tak mesti harus dengan mempelesetkan istilah syara’ dan menyertakan gambar-gambar itu kan? Dakwah itu bukan cuma modal semangat. Perlu ilmu dan metode yang benar. Alih-alih menjadikan kita mendapat pahala, cara yang salah justru bisa menggelincirkan kita pada jurang dosa.

Wallahu a’lam bishowab.
Ridwan Taufik K (@ridwantaufikk)

Ngoongin Politik tetapi mengesampingkan Aqidah dan Akhlak..?

1601050_667355103327456_1359629896201850282_nFrend Mengapa yang kulihat Statusmu Selalu ada diseputar politik Saja
Lalu Akidah, Akhlak, Amaliyah , ibadah2 lainya dimana?
Bukanya Membangun Masyarakat yang islam Kaffah dalam Rangkah Menegakkan Khilafah Islamiyah di Perlukan itu?

Jwb
Terimahkasih Atas Perhatianya
Maaf Frend Mungkin Saya Masih Awam, Tapi Saya Akan Coba Menjawab Menurut Apa yang saya Fahami

1.AKIDAH
Ketika saya Memposting atau Membagikan Status Orang Lain yang isinya Terkait dengan Suhu Politik / Sistem Poltik yakni DEMOKRASI HARAM, DEMOKRASI BUKAN ISLAM DAN BERTENTANGAN DENGAN ISLAM, dsb,

Itu Sudah Termasuk Penyampaian Akidah Syariat Yakni Memberitahukan, Menyampaikan pada teman2, umat islam khususnya, Masyarakat pada umumnya, Bahwa Pemilu sistim Demokrasi Adalah Akidah Syirik Akbar,
Karena telah Menempatkan, Memposisikan, Merestui, Mendorong Sekumpulan Orang2/ Manusia Untuk jadi Wakil Rakyat yang Kedudukanya di Tentukan Mempunyai Hak, Wewenang,Membuat, Melegislasi Hukum2 Sendiri tanpa Melibatkan Hukum Allah Dengan Kata Lain tidak Memakai Hukum yang di tetapkan Allah SWT. mengadakan Hukum2 Tandingan & mengadakan Sekutu BagiNYA
Yang haq adalah Kedaulatan ada di tangan Syara(Hukum ALLAH) bukan Kedaulatan ada di tangan Rakyat ,Dsb

2. Akhlak
Coba di tela’ah Kedudukan Akhlak di antara 2 Sistim berikut ini

A SISTIM DEMOKRASI
Ada orang2 berahklak baik tapi pintu2 Kemaksiatan di biarkan ada oleh Sistim Dengan Alasan Ham, dan Hak Kebebasan
Contoh-Lokalisasi berizin,Tempat2 Hiburan Malam,Pabrik Miras,Dsb,
Makanya Sampai Saat ini Sekumpulan Orang2 yang berAkhlak baik Belum bisa Menghentikan Pintu2 Kemaksiatan Tersebut Secara Total Karena dalam Lindungan Sistim

Bukankah Banyaknya Kasus Perzinahan,Pelacuran, Narkoba ,dsb Tidaklah Semata-mata Karena Kerusakan Akhlak Individu, Melainkan adanya Sistim ini yang Menyediakan Peluang adanya Kejahatan.

Malah Kejahatan2 tersbut Saat ini di dominasi Oleh Orang2 yang Berakhlak Intelektual dan Religius, liat saja di instansi2 Pemerintahan (ANGGOTA DPR,MENAG,GUBERNUR,WALIKOTA dsb, ada yang terlibat di dalamnya.
Alqur’an saja pernah di korupsi, masih ingat kan?

B.SISTIM KHILAFAH

Ada Orang2 yang Akhlaknya tidak Baik/Rusak tapi Karena Semua Hal yang tidak Syar’i di batasi, Semua Pintu2 Kemaksiatan di Tutup, dan yang Melanggar Kena Sanksi Hukuman yang Jelas,Tegas, Sesuai dangan Hukum Allah SWT dan yang membuat Efek Jera

Maka Orang2 ini Tidak bisa Lagi Melakukan Aktivitas Kemaksiatan Secara terang2an, bebas, dan lambat laun Akan Terhenti
Imbasnya
-Orang2 yang Akhlaknya Baik Semakin Baik
Orang2 yang Akhlaknya Tidak Baik/ Rusak Otamatis Terbawah Arus Ke Arah yang Lebih Baik Karena Adanya Sistem Syar’i

3.Sampaikan Islam Secara Total , Jangan Sampaikan Apa yang hanya ingin Mereka dengar
CONTOH
AA GYM
Beliau Akhlaknya Baik, Santun Tutur Katanya,
Lembut Gaya bicaranya. Dulu Banyak Media Cetak maupun Elektronik yang Antusias Memuat Beritanya dan Tausiyah2nya, Bnyk juga Umat Islam Maupun Non Muslim Yang Antusias Menyukai PembawaanTausiyah beliau, Bahkan Barat pun Menyukainya

Tapi Karena Penyampain Islamnya Tidak TOTAL, yang biasa ingin di dengar oleh Pendengar, berkutat di Masalah Manajement Kalbu dan Akhlak

( bukan Akhlak Alqur’an yang Total)
(Nb= jika Akhlak Alqur’an Total yang di sampaikan Maka Orang2 Kafir, Fasik, Musrik, Munafiq Pasti Membencinya)

Maka Konsekuensinya Ketika Beliau Mempraktekkan, Mencontohkan Poligami yang di atur Syariat ( itu belum menyangkut Hukum2 syariat islam yangLain )
Maka Seketika itu beliau Di Hujat Habis-habisan, di beritakan Negatif Oleh dulu yang Menjadi Penyuka beliau

MAKA KESIMPULANYA
A.
SIAPA SAJA YANG -INGINKAN PERUBAHAN KE SISTIM KHILAFAH
= Mereka ingin Berusaha Memperbaiki Akhlak , Agar Akhlak Alquran bisa di terapkan dalam Segala Aspek Kehidupan, termasuk dirinya sendiri,keluarganya ,,masyarakat , tatanan pemerintahan dan negara,

B.
SIAPA SAJA YANG MENOLAK SISTIM KHILAFAH DAN TETAP MEMBELA SISTIM DEMOKRASI
= Mereka hnya ingin Akhlak itu diterapkan Sesuai SELERA Individu Masing2,
Tidak Menurut Alqur’an, dengan kata lain yang cocok saja di pakai, yang Pas di hati dan yang Sesuai Kultur Kebudayaan,tradisi yang ada ala pemikiran barat

4. jawaban untuk Amaliyah dan ibadah2 lainya dengan sendirinya itu Akan Mengikuti
Apa yang sedang di perjuangkan Oleh Masing2 individu.
Perjuangkan Sisitim KHILAFAH ATAU
Perjuangkan Sistim Demokrasi

Wassalam
Wallahu A’lam Bishawab

sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=667355103327456&set=a.350670631662573.80344.100001589163902&type=1

Amar makruf nahi mungkar

Soal:

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan amar makruf nahi mungkar? Apa pula yang dimaksud dengan mengubah kemungkaran (taghyîr al-munkar)?

 

Jawab:

Amar makruf nahi mungkar merupakan salah satu ciri yang hanya dijumpai pada kaum Muslim; tidak ada pada umat-umat lain. Bahkan keistimewaan umat Islam justru dicirikan dengan adanya sifat amar makruf nahi mungkar. Banyak ayat yang menyebut tentang amar makruf nahi mungkar dan menggandengkannya dengan sifat-sifat kaum Muslim. (Lihat: QS Ali Imran [3]: 110). Baca lebih lanjut

BOLEHKAH PEREMPUAN DAN ORANG KAFIR MENJADI ANGGOTA MAJELIS SYURA?

Soal:

Di dalam sistem pemerintahan Islam, apakah boleh kaum perempuan dan orang-orang kafir duduk sebagai anggota majelis syura (majelis umat)?

Jawab:

     Majelis syura atau majelis umat adalah institusi yang di dalamnya berkumpul orang-orang yang mewakili suara (aspirasi) umat atau kaum Muslim. Di dalam majelis umat atau majelis syura inilah mereka—orang-orang yang mewakili kaum Muslim—melakukan musyawarah (tasyâwur) dan juga menjalankan aktivitas muhâsabah (kontrol dan kritik) terhadap para penguasa (yaitu Khalifah, mu‘âwin tafwîdh [wakil Khalifah], wali, dan amil [para gubernur dan pejabat daerah setingkat wali kota atau bupati]). Syura sendiri bermakna tasyâwur, yaitu memusyawarahkan/membahas suatu perkara (Lihat: Mu‘jam al-Wasîth, jilid I/499).

     Dengan demikian, hubungan majelis umat dengan rakyat adalah hubungan Baca lebih lanjut

BOLEHKAH MUSLIMAH MELAKUKAN MASIRAH?

Soal:

Bagaimana hukumnya kaum wanita melakukan masîrah (long march) di jalan raya atau tempat terbuka, kemudian di sana mereka melakukan orasi?

Jawab:

Masîrah secara harfiah berarti perjalanan, baik dengan diam maupun disertai dengan pembicaraan. Dalam kamus al-Mawrîd, disebutkan bahwa masîrah berarti march, atau long march; juga disamakan dengan demonstration—meski yang terakhir ini lebih tepat disebut dengan muzhâharah.[1]

Dalam konotasi etimologis, memang ada perbedaan antara Baca lebih lanjut

Bolehkah Menasihati Penguasa di Tempat Umum?

Soal:

Bolehkah menasihati penguasa di tempat umum, baik secara langsung maupun melalui demonstrasi?

Jawab:

Nasihat adalah hak setiap orang, mulai dari rakyat jelata hingga para penguasa. Artinya, mereka mempunyai hak untuk dinasihati. Sebaliknya, nasihat menjadi kewajiban bagi setiap mukallaf, tatkala menyaksikan kemungkaran atau kezaliman yang dilakukan oleh orang lain; baik pelakunya penguasa maupun rakyat jelata. Inilah yang dinyatakan dalam hadis Nabi saw. Baca lebih lanjut

Masuk Parlemen Agar Parlemen Tidak Dikuasai Oleh Musuh-Musuh Islam?

Rubah dari dalamMereka menyatakan bahwa, jika kaum muslim tidak berhasil menguasai parlemen, atau jika parlemen dikuasai oleh musuh-musuh Islam, akan membahayakan eksistensi Islam dan kaum muslim. Sebab, parlemen merupakan lembaga yang akan memproduk aturan-aturan yang akan diterapkan di tengah-tengah masyarakat. Jika parlemen dikuasai oleh orang-orang kafir, tentu pranata yang diterapkan akan merugikan umat Islam. Padahal, menghilangkan bahaya bagi kaum muslim merupakan kewajiban. Mereka mengetengahkan kaedah fiqh yang sangat masyhur, “Al-dlarar yuzaalu” [bahaya harus dihilangkan], dan “ al-Ashl fi al-madlaari al-tahriim” [hukum asal dari bahaya adalah haram]

Bantahan Atas Argumentasi

Argumentasi tersebut tertolak berdasarkan kenyataan-kenyataan berikut ini.

Pertama, fakta sekarang justru menunjukkan, bahwa Baca lebih lanjut

ADAKAH PERADILAN BANDING DAN KASASI DALAM ISLAM?

Soal:

Apakah di dalam sistem peradilan Islam dikenal peradilan banding dan peradilan kasasi? Kapan keputusan seorang qâdhî (hakim) dipandang menjadi keputusan yang bersifat tetap?

Jawab:

     Di dalam sistem peradilan sekular dikenal peradilan banding dan kasasi. Bahkan, sebelum disidangkan oleh peradilan, seorang terdakwa dapat meminta sidang pra-peradilan untuk membuktikan sah tidaknya penahanan dirinya sebagai terdakwa. Mekanisme hukum semacam ini berujung pada simpang-siurnya keputusan hukum; ‘kepastian hukum’ yang didambakan masyarakat pun semakin lama diperoleh karena harus melalui rantai peradilan yang sangat panjang. Fenomena ini dengan cepat disergap oleh para pelaku mafia peradilan—entah para jaksa, hakim, maupun pengacara—yang menjadikannya sebagai ‘bisnis basah’. Baca lebih lanjut

Bagaimana Islam Memandang Aborsi?

Soal:

Bagaimana hukum aborsi dalam pandangan Islam?

Jawab:

Sebelum membahas hukum aborsi, ada dua fakta yang dibedakan oleh para fuqaha dalam masalah ini. Pertama: apa yang disebut imlash (aborsi, pengguguran kandungan). Kedua, isqâth (penghentian kehamilan). Imlash adalah menggugurkan janin dalam rahim wanita hamil yang dilakukan dengan sengaja untuk menyerang atau membunuhnya.

Dalam hal ini, tindakan imlash (aborsi) tersebut jelas termasuk Baca lebih lanjut

AYAH, AKU INGIN MATI… ( Sudahkah kita siap menyongsong kematian..? )

Empat hari lalu, istri saya mengingatkan kalau putri sulung kami tepat berusia 14 tahun. Alhamdulillah. Saya menyalaminya, mengusap rambut kepalanya, dan mendoakan kebaikan untuknya.

 

Mendadak saya teringat dialog kami berdua ketika dia masih kelas 4 SD. Inilah obrolan ayah-anak yang mungkin tak akan pernah saya lupakan. Meski sudah lewat 4 tahun, rasanya kejadiannya baru kemarin. Bahkan, ketika hampir setiap hari saya berhenti di perempatan lampu merah Kertajaya – Dharmawangsa, memori saya seperti otomatis memutar dialog yang menggetarkan emosi.

“Temanmu ada yang sudah haid, Mbak?”

Anak saya kaget sekali dengan lontaran pertanyaan ini. Saya memang sudah mendengar dari istri kalau teman sekelas anak saya sudah banyak yang mens. Anak masih kelas 4 SD? Sudah menstruasi? Oh, nooo…

Anak saya membenarkannya. Dia pun menyebut nama-nama teman sekelasnya yang sudah haid. “Yah, ayah…. perempuan yang belum haid itu nggak punya dosa ya?”, tanyanya.

“Oh iya. Perempuan yang belum haid itu dianggap belum baligh atau dewasa. Karena itu dia belum punya dosa atas apa saja yang dilakukannya”. Saya menjawab dengan penuh kebapakan.

“Ayah, kalau gitu aku sampai tua nanti nggak mau haid. Biar aku nggak punya dosa”. Anak saya menjawab spontan dengan riangnya. “Ye ye ye yeee yee…”

Waks… saya tak menduga dengan perkataan ini. Tapi saya tetap harus menjawabnya.

“Mbak, yang namanya perempuan itu meski belum haid, tapi kalau usianya sudah sekitar 13 tahun, maka secara fiqih dia sudah dianggap baligh atau dewasa. Karena itu, kalau perempuan berusia 13 tahun melakukan maksiat, maka dia sudah berdosa”.

Saya yakin ini adalah jawaban terbaik yang bisa memuaskan anak saya. Dia pun terdiam. Tapi, tak lama kemudian dia berkata, “Kalau begitu ayah, AKU INGIN MATI SEBELUM UMUR 13 TAHUN. Boleh ya Yah, ya Yahhh, ya Yahhhh!”.

“Ye ye ye yeee yee… Ye ye ye yeee yee..”, anak saya berjingkrak kegirangan. Sementara saya di sebelahnya merasa “maakk jlleeebbbb”. Ayah mana yang kuat mendengarkan permintaan anaknya seperti itu?

Saya menjelaskan lagi. “Mbak, jangan takut menjadi baligh. Kalau sudah dewasa nanti, selama kita menjalankan banyak amal baik, insya Alloh kita akan punya pahala yang banyak. Dan kita akan masuk surga”.

Dialog itu pun berhenti. Lampu sudah berganti hijau, saya pun menginjak gas. Kami pun pulang ke rumah…

Hari demi hari berlalu, minggu berganti minggu, bulan dan tahun terus berganti, dialog anak-ayah itu begitu membekas dalam memori saya. Dan hari ini, ketika anak saya usianya 14 tahun, sudah di atas usia yang diharapkannya mati sebelum 13 tahun, saya memutuskan membuat catatan di internet. Siapa tahu bisa bermanfaat bagi orang lain.

TAKUT MATI, KARENA TAKUT NERAKA

Entah sudah berapa kali saya menjadikan dialog tadi sebagai bumbu ceramah. Misalnya ketika mengisi pengajian rutin lansia di balai RW sebelah rumah. Ya, namanya saja lansia, pesertanya memang sudah benar-benar orang lanjut usia, dan rata-rata sudah kakek-nenek.

Dalam satu kesempatan saya membuka ceramah dengan pertanyaan, “Bapak-ibu, nanti kalau di akhirat, apakah mau masuk surga?”

“Maaaaauuuuuuuuuu”. Kompak. Semua menjawab dengan semangat.

Saya sengaja diam dulu untuk mencari perhatian seluruh audien. Dan setelah semua kembali fokus, saya bertanya lagi, “Pertanyaan kedua, bapak dan ibu, SIAPA DI ANTARA KITA DI SINI, YANG SIAP MATI BESOK PAGI”.

Diam. Kali ini semua kompak diam. Saya ulangi pertanyaan yang sama hingga dua kali, dan tetap nggak ada yang menjawab.

“Bapak ibu, surga itu adanya setelah kita mati. Kita nggak mungkin masuk surga, sebelum mati dulu. Tidak bisa dari hidup di dunia langsung masuk surga tanpa didahului kematian. Jadi, saya ulangi lagi, siapa bapak dan ibu yang sudah siap mati besok pagi”.

Seorang ibu yang sudah sepuh di barisan depan mendadak berteriak, “TIDAK SIAAAAAPPPP”.

Audien yang semula diam mendadak ger-geran, sambil mesam-mesem memandang saya. Setelah itu saya menceritakan dialog ayah-anak di atas, sebagai perbandingan.

 

Mengapa ada anak kecil sudah siap mati? Karena dia tahu pasti, sebagai anak yang belum baligh maka dia masih bersih tidak punya dosa sama sekali. Karena itu, mati baginya adalah jaminan masuk surga. Sedangkan kebanyakan manusia, mungkin termasuk kita, sikapnya persis seperti para lansia jamaah pengajian saya tersebut. Meski usia sudah lanjut pun masih merasa belum siap mati. Takut mati. Mengapa? Karena menyadari banyaknya dosa yang pernah kita lakukan, dan mati adalah lebih dekat dengan saat dimasukkan neraka. Naudzu billah min dzalik…

SIAP MATI, KARENA YAKIN JAMINAN MASUK SURGA

Bicara tentang kesiapan menghadapi kematian, mari kita perhatikan kisah sahabat Umair bin al-Humam al-Anshory saat perang Badar di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

Nabi SAW berangkat bersama para sahabatnya hingga mendahului kaum musyrik sampai sungai Badar. Setelah itu kaum musyrik pun datang. Kemudian Rasulullah bersabda, “Berdirilah kalian menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi”.

Umair bertanya, “Wahai Rasulullah, benarkah yang engkau maksud itu surga yang luasnya seluas langit dan bumi?” Rasululullah menjawab, “Benar”. Umair berkata, “ehm, ehm”. Rasulullah bertanya kepada Umair, “Wahai Umair, apa yang mendorongmu untuk berkata ehm-ehm?” Umair berkata, “Tidak apa-apa Ya Rasulullah, kecuali aku ingin menjadi penghuninya” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya engkau termasuk penghuninya, wahai Umair”.

Anas bin Malik yang meriwayatkan hadits ini mengatakan, kemudian Umair mengeluarkan beberapa kurma dari wadahnya dan ia pun memakannya. Kemudian Umair berkata, “Jika aku hidup hingga aku makan kurma-kurma ini sesungguhnya itu adalah kehidupan yang lama sekali”. Maka Umair kemudian melemparkan kurma yang dibawanya, kemudian maju untuk memerangi kaum musyrik hingga terbunuh.

Allahu akbar. Begitulah sahabat yang mulia ini. Kalau sudah yakin bakal masuk surga, bahkan menunggu sampai kurma habis dimakan pun sudah kelewat lama ya… Maunya langsung mati agar segera bisa masuk surga yang dijanjikan.

Bagaimana dengan kita semua?

Sudahkah kita siap menyongsong kematian?

Siap atau nggak siap, kematian pasti akan datang.

Karena itu, sebaiknya kita membekali diri dengan memperbanyak amal kebaikan mumpung masih hidup, agar kapan saja ajal datang, kita benar-benar telah siap dengan timbangan amal yang berat, dan Insya Alloh akan dimasukkan surga, yang luasnya seluas langit dan bumi.

 

Surabaya, 29 Oktober 2013

Akhukum fillah,

M. Ihsan Abdul Djalil

 

Cara cepat Download Mp3 Al Quran per ayat

Cara cepat dan tepat menghafal ayat ayat dalam Al Quran dengan adalah dengan metode membaca, mendengar dan menghafal,
Download ayat2 Al Quran lengkap per ayat di alamat ini

http://id.quran.nu/quran/sound/QFA/002/256.mp3

yang di warnai merah menunjukkan nomor surat dan ayat, contoh diatas menunjukkan surat 2 ( Al Baqarah ayat 256 ), untuk download surah/ayat yang lain tinggal mengganti yang berwarna merah.

Semoga bermanfaat

Menyoal Perjuangan Bersenjata Untuk Menegakkan Daulah Islamiyah

ArmyBenarkah Daulah Islamiyah tidak bisa ditegakkan kecuali dengan mengangkat senjata? Benarkah kekuasaan tidak akan mungkin diserahkan kepada kelompok-kelompok Islam, kecuali kelompok Islam tersebut melakukan kudeta militer?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kaum Muslim mempertimbangkan beberapa analisis berikut ini.

Pertama: sejatinya unsur-unsur penting yang membentuk eksistensi sebuah negara adalah manusia, pemikiran, perasaan dan aturan. Di antara unsur-unsur tersebut, pemikiran dan aturan merupakan faktor dominan yang menentukan bentuk dan corak sebuah negara. Negara Islam, misalnya, adalah negara yang menjadikan akidah Islam sebagai pandangan hidup dan dasar negara serta menjadikan syariah Islam sebagai satu-satunya aturan yang mengikat seluruh warga negara. Sebaliknya, negara kafir adalah negara yang menjadikan akidah dan hukum kufur sebagai dasar dan konstitusi negara.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa mengubah Baca lebih lanjut

Hizbut Tahrir itu ormas yang tidak memberi nilai positif bagi bangsa..?

Dialog imajiner.

A : Anda dari Hizbut Tahrir ?
B : Betul saudaraku.
A : Hizbut Tahrir itu adalah organisasi yang tidak memberi nilai positip bagi bangsa. Tidak seperti organisasi keislaman lainnya seperti …, …, …., ….. Bahkan Hizbut Tahrir adalah organisasi yang merongrong negara.
B : Klaim anda itu salah saudaraku ….
A : Salah ? Coba apa kiprah positip Hizbut Tahrir pada bangsa ini ?
B : Kiprah terbaik dari setiap organisasi adalah berkiprah untuk menyelamatkan bangsa dan membawanya kepada ke kesejahteraan.
A : Betul. Itulah yang telah dilakukan oleh organisasi yang saya sebut tadi. Bekerjasama dengan negara memperbaiki negeri, bukan merongrong seperti yang dilakukan Hizbut Tahrir.
B : Kenapa anda sebut merongrong ?
A : Hizbut Tahrir telah menolak Pancasila yang merupakan dasar negara, menolak Demokrasi yang sudah merupakan sistem yang dipakai negara.
B : Begini saudaraku. Hizbut Tahrir misinya adalah menyelamatkan bangsa ini. Hal pertama yang kami caritahu adalah apa penyebab bangsa ini terperosok dalam kesulitan dan kegelapan seperti sekarang ini. Setelah kami tahu dan yakin penyebabnya, maka kami memberi solusi agar bangsa ini bisa selamat.
A : Oke. Lantas kenapa harus sampai menolak Pancasila dan Demokrasi ?
B : Karena menurut kami, permasalahan bangsa ini pangkalnya dari dua hal tadi. Pancasila dan Demokrasi.
A : Pancasila penyebab semua kemerosotan ini ? Ha..ha… anda maksa banget. Bagaimana mungkin Pancasila yang merupakan Ideologi yang penuh dengan kebijaksanaan itu menjadi akar masalah ?
B : Karena Pancasila itu ada di tulisan, ada di perkataan, tapi tidak ada di prakteknya.
A : Maksudnya ?
B : Pancasila itu hanya ilusi. Jika Pancasila itu sbuah ideologi yang seperti anda klaim tadi, maka pasti Pancasila itu punya sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem kenegaraan dsbnya. Saat ini, sistem ekonomi kita justru sistem kapitalisme, bahkan kapitalis liberal. Sistem negara, sistem Demokrasi. Sistem pendidikan, sistem Sekuler, Pluralisme ? Pancasilanya dimana ?
A : Salah bung. Ekonomi kita Kapitalis Pancasila. sistem negara Demokrasi Pancasila.
B : Begitu ? Bisa bung tunjukkan apa beda Demokrasi tulen Amerika dengan Demokrasi Pancasila Indonesia ? Kapitalisme tulen Amerika dengan kapitalisme Indonesia ?
A : ……………………………
B : Jadi penempatan kata Pancasila itu hanyalah klaim tak berwujud. Itulah permasalahan kita. Karena Pancasila itu tidak bisa memberikan aturan kehidupan, akhirnya kita terjajah oleh aturan/ideologi asing, seperti Demokrasi, Kapitalisme, Sekulerisme, Liberalisme dll. Jadilah kita bangsa yang tidak punya jati diri. Ini maslah besar bung. Permasalahan semakin lengkap ketika sudahlah Pancasila tidak bisa mengatur negeri, kita salah pula mengambil aturan. Kita justru mengambila aturan Demokrasi yang cacat.
A : Anda ini gampang sekali main vonis. Dimana cacatnya Demokrasi ?
B : Kita melihat sesuatu itu dari siapa sipembuatnya. Siapa pembuat sistem Demokrasi ?
A : Manusia.
B : Nah itu dia. Manusia itu adalah mahluk yang terbatas ilmu dan akalnya. Maka segala aturan yang dibuat hanya berdasar ilmu dan akal manusia belaka, pasti akan mengandung cacat, sebagai konsekwensi dari sipembuatnya adalah mahluk yang punya keterbatasan.
A : Contohnya ?
B : Manusia tidak akan tahu kondisi apa yang akan ada sepuluh tahun ke depan, misalnya. Maka ketika dia membuat aturan, aturan itu hanya aturan yang akan terus berubah menyesuaikan keadaan. Kemudian, manusia itu tidak akan pernah sependapat apa yang baik dan apa yang buruk bagi mereka, maka pada setiap aturan, yang dihasilkan adalah aturan yang dianggap baik oleh sebagian besar/mayoritas, bukan dianggap baik oleh keseluruhan. Dua hal ini mengandung resiko sangat besar bagi kelangsungan sebuah bangsa, karena cenderung akan memunculkan konflik-konflik dan kerusakan akibat aturan yang cacat tadi.
A: Hah … buktinya hampir seluruh negara justru memakai Demokrasi. Jika Demokrasi itu buruk, pasti tidak akan dipakai.
B : Negara Barat itu memakai Demokrasi, karena mereka tidak menemukan lagi ada yang lebih baik darinya. Itu sudah upaya maksimal akal manusia. Jika mereka punya sesuatu yang lebih baik dari Demokrasi, pasti Demokrasi itu akan mereka campakkan. Jadi mereka memakainya bukan dengan “harga mati”, tapi karena ituah yang terbaik menurut mereka.
A : Terus apa yang lebih baik dari Pancasila ? Syariat Islam ? Bukankah syariat Islam juga, kekhalifahan dulu juga akhirnya runtuh ? Jika itu baik, kenapa kekhalifahan bisa runtuh ?
B : Seperti saya sebut tadi, melihat sesuatu itu benar atau tidak, haruslah lihat siapa si pembuatnya. Kami, Hizbut Tahrir memang menyodorkan Syariat Islam sebagai ganti Demokrasi dan Pancasila. Ini bukan semata karena kami muslim. Ini semata karena kami yakin bahwa syariat Islam itu adalah aturan paling sempurna, karena pembuatnya adalah Allah, Tuhannya Manusia, Allah Pencipta Alam Semesta, Allah yang ilmunya tidak terbatas.
Perkara kekhalifahan runtuh, itu samasekali bukan karena buruknya aturan, tapi buruknya penerapan aturan. Statementnya mungkin akan lebih positip jika dibalik : ” Dengan aturan yang paling baik, yang berasal dari Allah SWT saja, negara akhirnya bisa runtuh, apalagi jika aturannya buatan manusia.”
Kekhalifahan itu telah berhasil mensejahterakan umat yang bukan saja muslim yang menjadi warganya sepanjang lebih dari 13 abad. Lha, Indonesia yang ber Demokrasi Pancasila ini, jangankan berabad, satu hari saja tidak pernah bisa melepaskan diri dari kemiskinan, kerusakan moral dan lainnya. Malah yang terjadi faktanya semakin lama semakin kacau tidak karuan.
A : tetap ketika Hizbut Tahrir menolak Pancasila dan Demokrasi, itu adalah rongrongan pada negara …
B : Anda ini mau menyelamatkan bangsa atau mempertahankan Pancasila Demokrasi ? Ucapan anda barusan sama saja dengan analogi seorang guru memerintahkan seluruh muridnya untuk membersihkan ruangan kelas. Semua harus berpartisipasi dan akan dihukum siapa yang menolak karena dianggap tidak membantu. Namun guru tersebut memberi ketentuan, semua harus memakai sapu yang sudah disediakan. Sementara sapu yang tersedia itu ternyata sapu yang penuh dengan kotoran.
Sikap murid gimana ? Perintahnya kan membersihkan kelas. Bagaimana sikap guru tersebut jika salah seorang muridnya menolak memakai sapu kotor tersebut dan hendak mengambil sapu yang bersih dari rumahnya ???? Menganggapnya merongrong atau mengapresiasinya ????

 

%d blogger menyukai ini: