BOROBUDUR ADALAH PENINGGALAN NABI SULAIMAN


( abis nonton videonya, kira2 isinya seperti tulisan dibawah ini…. )

Jika selama ini banyak ilmuwan-ilmuwan mengatakan bahwa negeri saba’ yang diceritakan dalam alquran itu berada di daerah yang sekarang adalah Yaman, maka menurut KH Fahmi Basya, negeri saba’ itu sebenarnya berada di Indonesia. Benarkah?

borobudur-quran-cokie

Dalam flying book itu KH Fahmi Basya mengungkapkan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa candi borobudur bukanlah hasil kebudayaan hindu, sebagaimana kita ketahui selama ini. Candi borobudur sudah ada sejak lama, jauh sebelum hindu ada di nusantara ini. Berdasarkan penelitiannya, candi borobudur itu bahkan di bangun oleh nabi sulaiman dengan bantuan para jin pada jaman ketika nusantara belum berbentuk seperti sekarang, yaitu masih berupa daratan yang luas. Banyak data dan analisis yang dipaparkan dalam flying book itu sebagai bukti terhadap argumen ini.

Untuk mengetahui salah satu bukti argumen itu, sebelumnya ada baiknya kita mengetahui simbol lafadz bismillah. Simbol itu bisa dibuat dengan melukis sebuah 7 buah lingkaran sama besar yang salah satu lingkaran berada di tengah dan dikelilingi oleh 6 lingkaran lainnya.
Masing-masing lingkaran mewakili satu huruf pada lafadz bismillah yaitu ba, sin, mim, alif, lam, lam, dan ha’ . Jika keenam lingkaran di luar masing-masing titik pusatnya secara berurutan dihubungkan dengan garis kemudian lingkaran-lingakaran yang diluar itu dihapus, jadilah bentuk itu sebagai segi enam dengan lingkaran di tengahnya. Itulah simbol lafadz bismillah.

Sekarang mari kita amati salah satu kontur yang banyak terukir di batu-batu candi Borobudur. inilah kontur itu.
ternyata bentuk itu banyak sekali kita temukan pada batu-batu di candi Borobudur. Segi enam dengan lingkaran ditengahnya. Apakah arti bentuk itu? Ternyata simbol segi enam dengan lingkaran di bawahnya adalah simbol lafadz bismillah. Demikianlah salah satu bukti analisa yang disampaikan oleh KH Fahmi Basya dalam flying booknya.

Selain itu, dalam flying book tersebut juga diungkapkan secara ilmiah bahwa candi borobudur dahulunya bukan di tempat seperti yang sekarang, melainkan sempat mengalami pemindahan dengan kecepatan pemindahan melebihi kecepatan cahaya (60.000 kali). Hal ini mengakibatkan kontur candi borobudur mengalami peluruhan. Pemindahan candi ini sesuai cerita dalam alqur’an : “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS.An Naml:40)

Selama ini yang sering diungkapkan adalah bahwa pemindahan itu dari yaman ke palestina, namun sesungguhnya bukti nyatanya belum pernah ditemukan.

Lalu menurut penelitian KH Fahmi Basya, dimana letak candi Borobudur sebelum dipindahkan? Jawabannya adalah di kawasan candi boko yang terletak di kabupaten bantul. Di kawasan itu nampak bekas-bekas adanya candi besar. Namun, candi besar itu hilang, entah bagaimana hilangnya, yang jelas bukan karena hancur atau runtuh. Bahkan di kawasan candi boko ditemukan serpihan-serpihan sisa candi yang konturnya mirip dengan kontur candi borobudur. Hanya saja, kontur yang ada di kawasan candi boko ini tampak lebih jelas dibandingkan dengan kontur yang ada di candi borobudur. Hal ini disebabkan peluruhan yang terjadi akibat pemindahan dengan kecepatan 60.000 kali kecepatan cahaya tadi. (Lihat gambar)

Lebih jauh lagi KH Fahmi Basya membahas sisi lain dari candi borobudur, yaitu bahwa desain candi borobudur sangat kompleks dan memiliki makna yang dalam. Misalnya relief yang ada di dinding-dindingnnya, ukuran volume candi yang membentuk balok al quran ( 23x23x12 = 6348 = jumlah ayat dalam alqur’an berserta basmalah), bahkan bukti foto google art yang menunjukkan bahwa puncak candi membentuk sebuah sebuah garis lurus yang menghubungkannya dengan rukun syaam dan hajar aswad ka’bah. Dan banyak lagi fakta-fakta yang dikemukakan dalam flying book itu.

Nama saba’ sendiri, di dapat dari Alqur’an, dimana secara singkat Alqur’an (surat An Naml dan surat Saba’) menceritakan bahwa negeri saba’ dahulu merupakan sebuah negeri yang amat makmur, subur tanahnya dan maju bangsanya. Dalam negeri itu pernah hidup Nabi-Nabi terdahulu seperti nabi daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan juga seorang ratu perempuan yang amat melegenda yaitu ratu Bilqis. Namun, negeri itu dimusnahkan oleh Allah SWT dengan sebuah banjir yang amat besar karena kemusyrikan bangsa di negeri itu, yaitu kereka melekukan ibadah menyembah matahari.

Sementara itu, dalam sebuah legenda yang sangat terkenal di dunia, konon pernah ada sebuah negeri yang karakteristiknya hampir mirip dengan yang diceritakan alqur’an itu. Negeri itu bernama negeri Atlantis. Negeri itu berada di sebuah daratan yang luas dan subur, dan dihuni oleh bangsa maju dan makmur, unggul dalam hal irigasi pertanian. Daratan luas itulah yang disebut sebagai benua Atlantis yang mana benua itu musnah pada jaman es. Seiring tenggelamnya daratan Atlantis, maka musnahlah negeri Atlantis yang begitu makmur itu.
Berdasarkan kemiripan kisah dalam Al Qur’an dan legenda yang berkembang di hampir sekuruh oenjuru dunia itu, bisa jadi, negeri saba’ yang dimaksudkan dalam Al Quran itu tak lain adalah negeri Atlantis yang dulu mendiami daratan Atlantis yang kini sudah musnah akibat banjir besar di jaman es. Benar atau tidaknya memeang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Selama ini hampir kebanyakan ilmuwan mengatakan bahwa negeri saba’ yang disebutkan dalam Alquran itu terletak di daerah Yaman, bahkan dalam banyak tafsir Al Quran pun mengatakan demikian. Namun, melalui ekspedisi dan penelitiannya, yang hasilnya dibuat dalam bentuk flying boook, KH Fahmi Basya menyimpulkan bahwa bukanlah daerah Yaman letak sebenarnya negeri Saba’ itu, melainkan ia berada di sebuah wilayah dengan pusatnya di pulau Jawa, dimana dahulu wilayah itu mencakup wilayah Indonesia dan masih merupakan sebuah daratan yang luas atau berupa sebuah benua. Berikut saya tuliskan 14 bukti yang dikemukakan oleh KH fahmi Basya yang mengungkapkan bahwa negeri saba’ dalam Al Qur’an itu bukan terletak di Yaman melainkan di Indonesia.

PERTAMA. Nama saba’ itu sendiri. “..dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.” (QS. 27:22). Di Indonesia ada nama dan tempat bernama saba’ (tempat pertemuan) dan ada tempatnya. sementara di Yaman tidak ada. Yang ada hanya sabuun(prasasti), tapi tidak ada a=nama tempat bernama saba’

KEDUA. Hutan saba’. “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah hutan (kebun) di sebelah kanan dan di sebelah kiri” (QS.34:14). Disebutkan terdapat hutan sebagai tanda kekuasaan (ayat). Allah menyebut sesuatu sebagai ayat maka berarti sesuatu tersebut tidak akan hilang dan tetap dapat di amati oleh manusia. Sebagaimana dalam QS 54.15 Allah menyebut kapal nabi nuh sebagai ayat dan itu kita temukan. Maka sesuai sebutan “ayat” itu seharusnya hutan itu juga bisa ditemukan atau pastilah hutan saba’ itu masih ditemukan. Kita bisa buka dalam kamus bahasa jawa kawi, HUTAN dalam bahasa jawa adalah WANA, dan SABA’ berarti PERTEMUAN. Jadi hutan saba’ itu ada di pulau jawa yaitu WANASABA=WONOSOBO Ada juga nama sleman yang berasal dari kata sulaiman. Sementara di Yaman tidak diketemukan nama-nama semacam itu.

KETIGA. Tempat bersujud (menyembah) kepada matahari. “Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah (bersujud kepada) matahari…”(QS. 27:24). Di Yaman tidak dijumpai tempat semacam itu, sementara di Indonesia tempat semacam itu ada yaitu di kawasan bukit candi Boko. Disana ada tempat yang digunakan untuk menyembah matahari yang berupa bangunan di atas bukit menghadap ketimur, ke arah matahari terbit.

KEEMPAT. Bangunan di lembah semut. “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku …”(QS. 27:40). Di Yaman tidak ada bangunan semacam ini, tapi di Indonesia ada, yaitu candi Borobudur. candi Borobudur terletak di sebuah lembah, dan itulah lembah semut, lembah terindah di dunia.

KELIMA. Fakta pemindahan. Ada bekas stupa di candi Boko (36 km dari candi Borobudur), dimana tekstur bekas stupa itu sangat mirip dengan yang ada di candi borobudur. di Yaman tidak ada.

KEENAM. Sidrin qolil. “…sesuatu yang disebut sidrin Qolil”(qs. 34:16). Di indonesia sidrin qolil ini masih ada sampai sekarang, yaitu terdapat di candi Boko, sementara di Yaman tidak ada.

KETUJUH. Buah yang rasanya pahit, dan menjadi buah mulut (cerita rakyat). “…dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit…”(QS. 34:16). Di Indonesia ada buah yang rasanya pahit yaitu buah MAJAPAHIT, di Yaman tidak ada.

KEDELAPAN. Sisa banjir. “… Maka kami datangkan kepada mereka banjir yang besar…”(QS.34:16). Di Yaman disebutkan banjir ini disebabkan runtuhnya bendungan Ma’rib (sebesar bendungan situ gintung) tapi banjir yang semacam ini terlalu kecil untuk memusnahkan sebuah negeri. Tapi di Indonesia banjir itu ada yaitu banjir sangat besar yang menenggelamkan dataran/dangkalan sunda, mengakibatkan Indonesia terbagi menjadi banyak pulau. Fakta sejarah mengungkapkan bahwa dulu nusantara merupakan satu wilayah daratan yang luas sebelum menjadi wilayah kepulauan.

KESEMBILAN. Bukti bahwa negeri saba’ telah dihancurkan sehancur-hancurnya. “Maka kami jadikan mereka buah mulut dan kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.” (QS.34:19). Di Indonesia fakta jelas mengatakan bahwa wilayah nusan tara yang dulunya satu daratan, setelah banjir besar di jaman es terbagi menjadi 17.000 pulau. Dari 1 menjadi 17.000. dalam sejarah dunia belum pernah ada daratan yang karena suatu kejadian kemudian menyebabkannya terbagi menjadi 17.000 bagian. Inilah maksud dari dihancurkan sehancur-hancurnya. Semantara di Yaman tidak ada fakta semacam itu.

SEPULUH. “…Kami bataskan padanya perjalanan…”(QS.34:18). Setelah banjir besar, maka perjalana darat menjadi terbatas karena pulau-pulau dibatasi lautan. Sementara di Yaman tidak ditemukakan fakta ini.

SEBELAS. Jarak terbang ideal. “Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.”(QS.27:22). “Pergilah dengan (membawa) suratku ini”(QS.27:28) jarak pemindahan istana adalah sejauh jarak terbang burung (36 km). di Indonesia jarak ideal ini ada Yaitu jarak candi Borobudur-candi Boko. Sementara kalo di Yaman, jarak antara Yaman-Palestina terlalu jauh.

KEDUABELAS. “Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS.34:21). Jadi pastilah Allah memelihara negeri saba’ yang menjadi ayat (tanda kekuasaan) Nya itu. Di Yaman sudah tidak ada, sementara di Indonesia masih ada.

KETIGABELAS. Surat dari Nabi Sulaiman unutk ratu Balqis. “Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “bismillahirrahmaanirrahiim” (QS. 27:29-30). Di Indonesia ada bukti yang ditemukan di istana ratu boko berupa lempengan/plat emas bertuliskan bismillahirrahmaanirrahiim. Di Yaman tidak ada.

KEEMPATBELAS. Gedung yang tinggi. “Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku).”(QS.34:13). Di Indonesia jelas ada yaitu candi borobudur, sedangkan di Yaman tidak ada.

Bagaimana tanggapan para pembaca setelah membaca artikel ini? Tidak percaya??
Mengapa piramida berbentuk segitiga?
Rahasia di balik stupa di borobudur?
Di mana letak kerajaan Nabi Sulaiman dan Ratu Belqis?
Di mana letak kerajaan Nabi Ibrahim?
Rahasia di balik sa’i?
Hubungan Hajar Aswad dengan Candi Borobudur?
Rahasia Saba’ dalam Al Qur’an?
Bukti kebenaran kerajaan Nabi Sulaiman dan Ratu Belqis di Indonesia?
Silahkan tonton/download videonya disini :
CD A :
http://www.4shared.com/video/86ePAVDQ/AVSEQ01.html
CD B :
http://www.4shared.com/video/sdmwl0O2/AVSEQ02.html

copas dari :
http://mbintoro.blogspot.com/2011/04/candi-borobudur-adalah-peninggalan-nabi.html
http://shacma.wordpress.com/2011/10/11/borobudur-versi-al-quran/

About these ads

76 Tanggapan

  1. HAHAHAHAHA……….. bagaimana negeri saba di wonosobo bisa pindah ke boko di prambanan?

  2. Uff salah, ya, negeri saba tidak di boko, tapi di wanasaba, eh salah juga, di atlantis, jadi lebih besar dari wanasaba karena lebih besar dari Indonesia yang dihancurkan dengan banjir pada masa nabi nuh, eh, salah pada masa nabi sulaiman bertahta di sleman. jadi bingung ya, besar mana negeri saba dengan negeri sulaiman? hanya wanasaba dan sleman? katanya negeri saba hancur lebur musnah, kok masih ada wanasaba sampai sekarang? negeri sulaeman kok kecil amat, hanya sebesar pedukuhan sleman (sleman pedukuhan, kampung, lho, bukan kabupaten, aslinya!)

  3. Astaghfirullahal ‘adzim !!! Saya baru tahu bahwa lafadz BISMILLAH (yang bahasa Arab itu) sudah ada sejak zaman Nabi Sulaiman dan beliau telah biasa mengucapkannya. Dan tentu nabi ini juga berbaik hati membangun tempat peribadatan agama Buddha. Tentu pula nabi ini telah mengenal Trosobo (kota kecil dekat Surabaya), Wirosobo (Kertosono zaman dulu) dan Soboharsono (bioskop di Yogya yang telah almarhum). Pastilah pula dusun Sleman (dusun tua di kecamatan Payaraman, Ogan Ilir, Sumatera Selatan) dibangun pada masa Nabi Sulaiman.

  4. Blog ini ngawur…, jgnlah menjajah ideologi Pancasila di NKRI yg menghargai seluruh umat beragama dg artikel sampah menyinggung mslh keyakinan , jgnlah demi islamisasi kemudian merampok simbol religius agama lain. Bagaimana perasaan kaum muslim jika ada artikel yg mengklaim bahwa Kabah adalah peninggalan Budha???..klo km tersinggung, maka mereka yg Budha jg demikian…renungkanlah tulisanmu, ilmu br sejengkal jgn lah sombong,…klo analisamu hanya menyakiti umat budha, untuk apa kamu beragama? Jgnlah mempermalukan agamamu sendiri…!

  5. [...] BOROBUDUR ADALAH PENINGGALAN NABI SULAIMAN. [...]

  6. bagaimana dengan patung2 Buda di candi Borobudur???…

  7. whahahahahahahahaha…. ketawa guling2…. guoooobloknyaaaa….

  8. terima kasih atas informasi nya

  9. Reblogged this on Rumus Kehidupan and commented:
    Membaca postingan dari blog ini menjadi semakin tambah bodoh… masih banyak yang belum tahu.

  10. artikel bego n tolol

  11. maha besar ALLAH dengan segala firman NYA

  12. Alquran mencatat semua kejadian yang kecil maupun yang besar dari semua bangsa baik dulu sekarang maupun yang akan datang jadi barang siapa yang mampu membaca/memahami makna yang terkandung didalamnya maka dia tahu rahasia Dunia dan Akhirat.

  13. jadi patung-patung budha si situ bagaimana?

  14. Haaaaa … Ngarang…

  15. Subhanallah baru tahu saya gan,artikel yang menarik,terima kasih sudah berbagi

  16. Aneh…
    Berarti Nabi Sulaiman Beragama Buddha ya??

    heeeemm….

  17. kerajaan Nabi Sulaiman merupakan kerajaan yang megah dengan dihiasi yakut dan intan berlian. dimana itu ?

  18. dalam stufa borobudur itu banyak patung2 mengapa Nabi Sulaiman tidak menghancurkannya ?

  19. trim

  20. Asalaamua’alaikum Wr. Wb. Sebelumnya kalau boleh saya ingin memberikan sedikit masukan kl ini memang bisa di jadikan bahan kajian, saya bukan orang yg termasuk percaya atau tidak dg apa yg sudah di ungkap oleh bpk kyai karena saya sendiri tidak tau, ada beberapa pertanyaan yg selama ini belum menemukan jawabannya, entah pengalaman saya yg kurang atau saya sendiri yg kurang membaca, diantaranya: 1. Sepengetahuan saya pada abad ke 7 pun orang sudah mempunyai peradaban, mereka sudah mengenal tulisan dan juga sudah membuat perhitungan hari dsb, satu contoh pada abad ke 7 ada kerajaan kutai di tandai dg adanya prasasti kedu yg menyatakan siapa rajanya dsb yg bisa di jadikan rujukan kapan berdirinya, sementara di borobudur tidak ada petunjuk yg jelas mengenai siapa yg mendirikan dan tahun berapa di dirikan, kl saya menggali berbagai pendapat itu semua masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli, sementara kalau saya berfikir di abad ke 7 saja orang sudah bisa meninggalkan identitas dirinya bagaimana mungkin borobudur di dirikan abad ke 8 yg jauh lebih maju tidak meninggalkan identitas sama sekali, sementara yg saya tau kl manusia membuat suatu bangunan yg luar biasa pasti di situ akan meninggalkan identitas paling tidak tentang siapa dirinya karena pada abad tersebut manusia sudah mengenal tulisan. 2. Borobudur di bangun oleh penganut budha sementara kl kita melihat di berbagai belahan dunia patung budha rata-rata di bangun hanya 1 patung yg besar kalaupun ada banyak itu kebanyakan merupakan perwujudan dewa2 yg lain atau lainnya berupa patung kecil dan 1 yg besar, jika benar borobudur peninggalan budha kenapa ada banyak sekali patung budha di 1 candi, filosofi apa yg membuat patung segitu banyak sementara di tempat kelahiran budha itu sendiri tidak sebanyak di candi borobudur. 2. Patung budha di berbagai belahan bumi semuanya terbuka karena memang di tujukan sebagai tempat peribadatan sehingga orang akan lebih hidmad dlm beribadat karena melihat wajah budha secara langsung, tp di borobudur patung budha yg sekian banyak tersebut hampir seluruhnya di tutupi oleh stupa yg tidak pernah kita lihat di dunia manapun, saya pernah baca di internet ada yg berpendapat itu sesuai ajaran budha saat sang budha mengeluarkan mangkok dr dlm jubah dan di atasnya di taruh semacam ranting sebagai perwujudan stupa, yg membuat saya heran kenapa hal itu tidak di gambarkan di india ya notabenenya sebagai tempat kelahiran sang budha itu sendiri justru hal itu hanya satu-nya di jawa dan tidak ada di belahan bumi yg lain, apa yg mendasari pemahaman sang pembuat dan filosofi apa yg mendasari hal tersebut dsb, sebagaimana yg kita tahu semua pemeluk agama di belahan bumi manapun dlm membuat tempat peribadatan selalu mengacu tempat dimana agama itu sendiri tumbuh dan berkembang, kalaupun berbeda itu tidak banyak pada dasarnya akan mengacu pada pola dasar yg sama. 3. Di semua tempat peribadatan umat budha sepengetahuan saya setelah membandingka dari berbagai gambar, yg ada reliefnya hanya borobudur, semuanya tidak ada karena karena ditujukan untuk tempat sembahyang bukan untuk tempat berceritera, jd apa juga yg melandasi pemikiran sang pembuat sehingga harus memberikan serentetan cerita tersebut dan jika itu sesuai dg ajaran budha kenapa juga hal itu tidak ada di negara asalnya justru satu-satunya di borobudur yg di anggap tempat peribadatan yg ada reliefnya, kenapa bisa demikian..! ,hanya tiga poin ini ya bisa saya tulis dan masih banyak lagi pertanyaan saya termasuk pernyataan bpk kyai ada juga beberapa poin yg ingin saya pertanyakan, tp ini saya menulis melalui hp jadul jd gak bisa banyak yg saya sampaikan, dan jika ini bisa di jadikan kajian saya berterimakasih sekali bisa menambah wawasan saya, tp jika tdk ada manfaatnya sama sekali mohon di hapus saja pernyataan saya ini, atau mungki mau mengkoreksi bisa hubungi saya di no 085932202237, Asalaamua’alaikum Wr. Wb. Sebelumnya kalau boleh saya ingin memberikan sedikit masukan kl ini memang bisa di jadikan bahan kajian, saya bukan orang yg termasuk percaya atau tidak dg apa yg sudah di ungkap oleh bpk kyai karena saya sendiri tidak tau, ada beberapa pertanyaan yg selama ini belum menemukan jawabannya, entah pengalaman saya yg kurang atau saya sendiri yg kurang membaca, diantaranya: 1. Sepengetahuan saya pada abad ke 7 pun orang sudah mempunyai peradaban, mereka sudah mengenal tulisan dan juga sudah membuat perhitungan hari dsb, satu contoh pada abad ke 7 ada kerajaan kutai di tandai dg adanya prasasti kedu yg menyatakan siapa rajanya dsb yg bisa di jadikan rujukan kapan berdirinya, sementara di borobudur tidak ada petunjuk yg jelas mengenai siapa yg mendirikan dan tahun berapa di dirikan, kl saya menggali berbagai pendapat itu semua masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli, sementara kalau saya berfikir di abad ke 7 saja orang sudah bisa meninggalkan identitas dirinya bagaimana mungkin borobudur di dirikan abad ke 8 yg jauh lebih maju tidak meninggalkan identitas sama sekali, sementara yg saya tau kl manusia membuat suatu bangunan yg luar biasa pasti di situ akan meninggalkan identitas paling tidak tentang siapa dirinya karena pada abad tersebut manusia sudah mengenal tulisan. 2. Borobudur di bangun oleh penganut budha sementara kl kita melihat di berbagai belahan dunia patung budha rata-rata di bangun hanya 1 patung yg besar kalaupun ada banyak itu kebanyakan merupakan perwujudan dewa2 yg lain atau lainnya berupa patung kecil dan 1 yg besar, jika benar borobudur peninggalan budha kenapa ada banyak sekali patung budha di 1 candi, filosofi apa yg membuat patung segitu banyak sementara di tempat kelahiran budha itu sendiri tidak sebanyak di candi borobudur. 2. Patung budha di berbagai belahan bumi semuanya terbuka karena memang di tujukan sebagai tempat peribadatan sehingga orang akan lebih hidmad dlm beribadat karena melihat wajah budha secara langsung, tp di borobudur patung budha yg sekian banyak tersebut hampir seluruhnya di tutupi oleh stupa yg tidak pernah kita lihat di dunia manapun, saya pernah baca di internet ada yg berpendapat itu sesuai ajaran budha saat sang budha mengeluarkan mangkok dr dlm jubah dan di atasnya di taruh semacam ranting sebagai perwujudan stupa, yg membuat saya heran kenapa hal itu tidak di gambarkan di india ya notabenenya sebagai tempat kelahiran sang budha itu sendiri justru hal itu hanya satu-nya di jawa dan tidak ada di belahan bumi yg lain, apa yg mendasari pemahaman sang pembuat dan filosofi apa yg mendasari hal tersebut dsb, sebagaimana yg kita tahu semua pemeluk agama di belahan bumi manapun dlm membuat tempat peribadatan selalu mengacu tempat dimana agama itu sendiri tumbuh dan berkembang, kalaupun berbeda itu tidak banyak pada dasarnya akan mengacu pada pola dasar yg sama. 3. Di semua tempat peribadatan umat budha sepengetahuan saya setelah membandingka dari berbagai gambar, yg ada reliefnya hanya borobudur, semuanya tidak ada karena karena ditujukan untuk tempat sembahyang bukan untuk tempat berceritera, jd apa juga yg melandasi pemikiran sang pembuat sehingga harus memberikan serentetan cerita tersebut dan jika itu sesuai dg ajaran budha kenapa juga hal itu tidak ada di negara asalnya justru satu-satunya di borobudur yg di anggap tempat peribadatan yg ada reliefnya, kenapa bisa demikian..! ,hanya tiga poin ini ya bisa saya tulis dan masih banyak lagi pertanyaan saya termasuk pernyataan bpk kyai ada juga beberapa poin yg ingin saya pertanyakan, tp ini saya menulis melalui hp jadul jd gak bisa banyak yg saya sampaikan, dan jika ini bisa di jadikan kajian saya berterimakasih sekali bisa menambah wawasan saya, tp jika tdk ada manfaatnya sama sekali mohon di hapus saja pernyataan saya ini, atau mungki mau mengkoreksi bisa hubungi saya di no 085932202237, Asalaamua’alaikum Wr. Wb. Sebelumnya kalau boleh saya ingin memberikan sedikit masukan kl ini memang bisa di jadikan bahan kajian, saya bukan orang yg termasuk percaya atau tidak dg apa yg sudah di ungkap oleh bpk kyai karena saya sendiri tidak tau, ada beberapa pertanyaan yg selama ini belum menemukan jawabannya, entah pengalaman saya yg kurang atau saya sendiri yg kurang membaca, diantaranya: 1. Sepengetahuan saya pada abad ke 7 pun orang sudah mempunyai peradaban, mereka sudah mengenal tulisan dan juga sudah membuat perhitungan hari dsb, satu contoh pada abad ke 7 ada kerajaan kutai di tandai dg adanya prasasti kedu yg menyatakan siapa rajanya dsb yg bisa di jadikan rujukan kapan berdirinya, sementara di borobudur tidak ada petunjuk yg jelas mengenai siapa yg mendirikan dan tahun berapa di dirikan, kl saya menggali berbagai pendapat itu semua masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli, sementara kalau saya berfikir di abad ke 7 saja orang sudah bisa meninggalkan identitas dirinya bagaimana mungkin borobudur di dirikan abad ke 8 yg jauh lebih maju tidak meninggalkan identitas sama sekali, sementara yg saya tau kl manusia membuat suatu bangunan yg luar biasa pasti di situ akan meninggalkan identitas paling tidak tentang siapa dirinya karena pada abad tersebut manusia sudah mengenal tulisan. 2. Borobudur di bangun oleh penganut budha sementara kl kita melihat di berbagai belahan dunia patung budha rata-rata di bangun hanya 1 patung yg besar kalaupun ada banyak itu kebanyakan merupakan perwujudan dewa2 yg lain atau lainnya berupa patung kecil dan 1 yg besar, jika benar borobudur peninggalan budha kenapa ada banyak sekali patung budha di 1 candi, filosofi apa yg membuat patung segitu banyak sementara di tempat kelahiran budha itu sendiri tidak sebanyak di candi borobudur. 2. Patung budha di berbagai belahan bumi semuanya terbuka karena memang di tujukan sebagai tempat peribadatan sehingga orang akan lebih hidmad dlm beribadat karena melihat wajah budha secara langsung, tp di borobudur patung budha yg sekian banyak tersebut hampir seluruhnya di tutupi oleh stupa yg tidak pernah kita lihat di dunia manapun, saya pernah baca di internet ada yg berpendapat itu sesuai ajaran budha saat sang budha mengeluarkan mangkok dr dlm jubah dan di atasnya di taruh semacam ranting sebagai perwujudan stupa, yg membuat saya heran kenapa hal itu tidak di gambarkan di india ya notabenenya sebagai tempat kelahiran sang budha itu sendiri justru hal itu hanya satu-nya di jawa dan tidak ada di belahan bumi yg lain, apa yg mendasari pemahaman sang pembuat dan filosofi apa yg mendasari hal tersebut dsb, sebagaimana yg kita tahu semua pemeluk agama di belahan bumi manapun dlm membuat tempat peribadatan selalu mengacu tempat dimana agama itu sendiri tumbuh dan berkembang, kalaupun berbeda itu tidak banyak pada dasarnya akan mengacu pada pola dasar yg sama. 3. Di semua tempat peribadatan umat budha sepengetahuan saya setelah membandingka dari berbagai gambar, yg ada reliefnya hanya borobudur, semuanya tidak ada karena karena ditujukan untuk tempat sembahyang bukan untuk tempat berceritera, jd apa juga yg melandasi pemikiran sang pembuat sehingga harus memberikan serentetan cerita tersebut dan jika itu sesuai dg ajaran budha kenapa juga hal itu tidak ada di negara asalnya justru satu-satunya di borobudur yg di anggap tempat peribadatan yg ada reliefnya, kenapa bisa demikian..! ,hanya tiga poin ini ya bisa saya tulis dan masih banyak lagi pertanyaan saya termasuk pernyataan bpk kyai ada juga beberapa poin yg ingin saya pertanyakan, tp ini saya menulis melalui hp jadul jd gak bisa banyak yg saya sampaikan, dan jika ini bisa di jadikan kajian saya berterimakasih sekali bisa menambah wawasan saya, tp jika tdk ada manfaatnya sama sekali mohon di hapus saja pernyataan saya ini, atau mungki mau mengkoreksi bisa hubungi saya di no 085932202237, Asalaamua’alaikum Wr. Wb. Sebelumnya kalau boleh saya ingin memberikan sedikit masukan kl ini memang bisa di jadikan bahan kajian, saya bukan orang yg termasuk percaya atau tidak dg apa yg sudah di ungkap oleh bpk kyai karena saya sendiri tidak tau, ada beberapa pertanyaan yg selama ini belum menemukan jawabannya, entah pengalaman saya yg kurang atau saya sendiri yg kurang membaca, diantaranya: 1. Sepengetahuan saya pada abad ke 7 pun orang sudah mempunyai peradaban, mereka sudah mengenal tulisan dan juga sudah membuat perhitungan hari dsb, satu contoh pada abad ke 7 ada kerajaan kutai di tandai dg adanya prasasti kedu yg menyatakan siapa rajanya dsb yg bisa di jadikan rujukan kapan berdirinya, sementara di borobudur tidak ada petunjuk yg jelas mengenai siapa yg mendirikan dan tahun berapa di dirikan, kl saya menggali berbagai pendapat itu semua masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli, sementara kalau saya berfikir di abad ke 7 saja orang sudah bisa meninggalkan identitas dirinya bagaimana mungkin borobudur di dirikan abad ke 8 yg jauh lebih maju tidak meninggalkan identitas sama sekali, sementara yg saya tau kl manusia membuat suatu bangunan yg luar biasa pasti di situ akan meninggalkan identitas paling tidak tentang siapa dirinya karena pada abad tersebut manusia sudah mengenal tulisan. 2. Borobudur di bangun oleh penganut budha sementara kl kita melihat di berbagai belahan dunia patung budha rata-rata di bangun hanya 1 patung yg besar kalaupun ada banyak itu kebanyakan merupakan perwujudan dewa2 yg lain atau lainnya berupa patung kecil dan 1 yg besar, jika benar borobudur peninggalan budha kenapa ada banyak sekali patung budha di 1 candi, filosofi apa yg membuat patung segitu banyak sementara di tempat kelahiran budha itu sendiri tidak sebanyak di candi borobudur. 2. Patung budha di berbagai belahan bumi semuanya terbuka karena memang di tujukan sebagai tempat peribadatan sehingga orang akan lebih hidmad dlm beribadat karena melihat wajah budha secara langsung, tp di borobudur patung budha yg sekian banyak tersebut hampir seluruhnya di tutupi oleh stupa yg tidak pernah kita lihat di dunia manapun, saya pernah baca di internet ada yg berpendapat itu sesuai ajaran budha saat sang budha mengeluarkan mangkok dr dlm jubah dan di atasnya di taruh semacam ranting sebagai perwujudan stupa, yg membuat saya heran kenapa hal itu tidak di gambarkan di india ya notabenenya sebagai tempat kelahiran sang budha itu sendiri justru hal itu hanya satu-nya di jawa dan tidak ada di belahan bumi yg lain, apa yg mendasari pemahaman sang pembuat dan filosofi apa yg mendasari hal tersebut dsb, sebagaimana yg kita tahu semua pemeluk agama di belahan bumi manapun dlm membuat tempat peribadatan selalu mengacu tempat dimana agama itu sendiri tumbuh dan berkembang, kalaupun berbeda itu tidak banyak pada dasarnya akan mengacu pada pola dasar yg sama. 3. Di semua tempat peribadatan umat budha sepengetahuan saya setelah membandingka dari berbagai gambar, yg ada reliefnya hanya borobudur, semuanya tidak ada karena karena ditujukan untuk tempat sembahyang bukan untuk tempat berceritera, jd apa juga yg melandasi pemikiran sang pembuat sehingga harus memberikan serentetan cerita tersebut dan jika itu sesuai dg ajaran budha kenapa juga hal itu tidak ada di negara asalnya justru satu-satunya di borobudur yg di anggap tempat peribadatan yg ada reliefnya, kenapa bisa demikian..! ,hanya tiga poin ini ya bisa saya tulis dan masih banyak lagi pertanyaan saya termasuk pernyataan bpk kyai ada juga beberapa poin yg ingin saya pertanyakan, tp ini saya menulis melalui hp jadul jd gak bisa banyak yg saya sampaikan, dan jika ini bisa di jadikan kajian saya berterimakasih sekali bisa menambah wawasan saya, tp jika tdk ada manfaatnya sama sekali mohon di hapus saja pernyataan saya ini, atau mungki mau mengkoreksi bisa hubungi saya di no 085932202237, trims.

  21. Asalaamua’alaikum Wr. Wb. Sebelumnya kalau boleh saya ingin memberikan sedikit masukan kl ini memang bisa di jadikan bahan kajian, saya bukan orang yg termasuk percaya atau tidak dg apa yg sudah di ungkap oleh bpk kyai karena saya sendiri tidak tau, ada beberapa pertanyaan yg selama ini belum menemukan jawabannya, entah pengalaman saya yg kurang atau saya sendiri yg kurang membaca, diantaranya: 1. Sepengetahuan saya pada abad ke 7 pun orang sudah mempunyai peradaban, mereka sudah mengenal tulisan dan juga sudah membuat perhitungan hari dsb, satu contoh pada abad ke 7 ada kerajaan kutai di tandai dg adanya prasasti kedu yg menyatakan siapa rajanya dsb yg bisa di jadikan rujukan kapan berdirinya, sementara di borobudur tidak ada petunjuk yg jelas mengenai siapa yg mendirikan dan tahun berapa di dirikan, kl saya menggali berbagai pendapat itu semua masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli, sementara kalau saya berfikir di abad ke 7 saja orang sudah bisa meninggalkan identitas dirinya bagaimana mungkin borobudur di dirikan abad ke 8 yg jauh lebih maju tidak meninggalkan identitas sama sekali, sementara yg saya tau kl manusia membuat suatu bangunan yg luar biasa pasti di situ akan meninggalkan identitas paling tidak tentang siapa dirinya karena pada abad tersebut manusia sudah mengenal tulisan. 2. Borobudur di bangun oleh penganut budha sementara kl kita melihat di berbagai belahan dunia patung budha rata-rata di bangun hanya 1 patung yg besar kalaupun ada banyak itu kebanyakan merupakan perwujudan dewa2 yg lain atau lainnya berupa patung kecil dan 1 yg besar, jika benar borobudur peninggalan budha kenapa ada banyak sekali patung budha di 1 candi, filosofi apa yg membuat patung segitu banyak sementara di tempat kelahiran budha itu sendiri tidak sebanyak di candi borobudur. 2. Patung budha di berbagai belahan bumi semuanya terbuka karena memang di tujukan sebagai tempat peribadatan sehingga orang akan lebih hidmad dlm beribadat karena melihat wajah budha secara langsung, tp di borobudur patung budha yg sekian banyak tersebut hampir seluruhnya di tutupi oleh stupa yg tidak pernah kita lihat di dunia manapun, saya pernah baca di internet ada yg berpendapat itu sesuai ajaran budha saat sang budha mengeluarkan mangkok dr dlm jubah dan di atasnya di taruh semacam ranting sebagai perwujudan stupa, yg membuat saya heran kenapa hal itu tidak di gambarkan di india ya notabenenya sebagai tempat kelahiran sang budha itu sendiri justru hal itu hanya satu-nya di jawa dan tidak ada di belahan bumi yg lain, apa yg mendasari pemahaman sang pembuat dan filosofi apa yg mendasari hal tersebut dsb, sebagaimana yg kita tahu semua pemeluk agama di belahan bumi manapun dlm membuat tempat peribadatan selalu mengacu tempat dimana agama itu sendiri tumbuh dan berkembang, kalaupun berbeda itu tidak banyak pada dasarnya akan mengacu pada pola dasar yg sama. 3. Di semua tempat peribadatan umat budha sepengetahuan saya setelah membandingka dari berbagai gambar, yg ada reliefnya hanya borobudur, semuanya tidak ada karena karena ditujukan untuk tempat sembahyang bukan untuk tempat berceritera, jd apa juga yg melandasi pemikiran sang pembuat sehingga harus memberikan serentetan cerita tersebut dan jika itu sesuai dg ajaran budha kenapa juga hal itu tidak ada di negara asalnya justru satu-satunya di borobudur yg di anggap tempat peribadatan yg ada reliefnya, kenapa bisa demikian..! ,hanya tiga poin ini ya bisa saya tulis dan masih banyak lagi pertanyaan saya termasuk pernyataan bpk kyai ada juga beberapa poin yg ingin saya pertanyakan, tp ini saya menulis melalui hp jadul jd gak bisa banyak yg saya sampaikan, dan jika ini bisa di jadikan kajian saya berterimakasih sekali bisa menambah wawasan saya, tp jika tdk ada manfaatnya sama sekali mohon di hapus saja pernyataan saya ini, atau mungki mau mengkoreksi bisa hubungi saya sangat berterima kasih sekali, trims.

  22. Asalaamua’alaikum Wr. Wb. Sebelumnya kalau boleh saya ingin memberikan sedikit masukan kl ini memang bisa di jadikan bahan kajian, saya bukan orang yg termasuk percaya atau tidak dg apa yg sudah di ungkap oleh bpk kyai karena saya sendiri tidak tau, ada beberapa pertanyaan yg selama ini belum menemukan jawabannya, entah pengalaman saya yg kurang atau saya sendiri yg kurang membaca, diantaranya: 1. Sepengetahuan saya pada abad ke 7 pun orang sudah mempunyai peradaban, mereka sudah mengenal tulisan dan juga sudah membuat perhitungan hari dsb, satu contoh pada abad ke 7 ada kerajaan kutai di tandai dg adanya prasasti kedu yg menyatakan siapa rajanya dsb yg bisa di jadikan rujukan kapan berdirinya, sementara di borobudur tidak ada petunjuk yg jelas mengenai siapa yg mendirikan dan tahun berapa di dirikan, kl saya menggali berbagai pendapat itu semua masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli, sementara kalau saya berfikir di abad ke 7 saja orang sudah bisa meninggalkan identitas dirinya bagaimana mungkin borobudur di dirikan abad ke 8 yg jauh lebih maju tidak meninggalkan identitas sama sekali, sementara yg saya tau kl manusia membuat suatu bangunan yg luar biasa pasti di situ akan meninggalkan identitas paling tidak tentang siapa dirinya karena pada abad tersebut manusia sudah mengenal tulisan. 2. Borobudur di bangun oleh penganut budha sementara kl kita melihat di berbagai belahan dunia patung budha rata-rata di bangun hanya 1 patung yg besar kalaupun ada banyak itu kebanyakan merupakan perwujudan dewa2 yg lain atau lainnya berupa patung kecil dan 1 yg besar, jika benar borobudur peninggalan budha kenapa ada banyak sekali patung budha di 1 candi, filosofi apa yg membuat patung segitu banyak sementara di tempat kelahiran budha itu sendiri tidak sebanyak di candi borobudur. 2. Patung budha di berbagai belahan bumi semuanya terbuka karena memang di tujukan sebagai tempat peribadatan sehingga orang akan lebih hidmad dlm beribadat karena melihat wajah budha secara langsung, tp di borobudur patung budha yg sekian banyak tersebut hampir seluruhnya di tutupi oleh stupa yg tidak pernah kita lihat di dunia manapun, saya pernah baca di internet ada yg berpendapat itu sesuai ajaran budha saat sang budha mengeluarkan mangkok dr dlm jubah dan di atasnya di taruh semacam ranting sebagai perwujudan stupa, yg membuat saya heran kenapa hal itu tidak di gambarkan di india ya notabenenya sebagai tempat kelahiran sang budha itu sendiri justru hal itu hanya satu-nya di jawa dan tidak ada di belahan bumi yg lain, apa yg mendasari pemahaman sang pembuat dan filosofi apa yg mendasari hal tersebut dsb, sebagaimana yg kita tahu semua pemeluk agama di belahan bumi manapun dlm membuat tempat peribadatan selalu mengacu tempat dimana agama itu sendiri tumbuh dan berkembang, kalaupun berbeda itu tidak banyak pada dasarnya akan mengacu pada pola dasar yg sama. 3. Di semua tempat peribadatan umat budha sepengetahuan saya setelah membandingka dari berbagai gambar, yg ada reliefnya hanya borobudur, semuanya tidak ada karena karena ditujukan untuk tempat sembahyang bukan untuk tempat berceritera, jd apa juga yg melandasi pemikiran sang pembuat sehingga harus memberikan serentetan cerita tersebut dan jika itu sesuai dg ajaran budha kenapa juga hal itu tidak ada di negara asalnya justru satu-satunya di borobudur yg di anggap tempat peribadatan yg ada reliefnya, kenapa bisa demikian..! ,hanya tiga poin ini ya bisa saya tulis dan masih banyak lagi pertanyaan saya termasuk pernyataan bpk kyai ada juga beberapa poin yg ingin saya pertanyakan, tp ini saya menulis melalui hp jadul jd gak bisa banyak yg saya sampaikan, dan jika ini bisa di jadikan kajian saya berterimakasih sekali bisa menambah wawasan saya, tp jika tdk ada manfaatnya sama sekali mohon di hapus saja pernyataan saya ini, atau mungki mau mengkoreksi bisa hubungi saya sangat berterima kasih sekali, Asalaamua’alaikum Wr. Wb. Sebelumnya kalau boleh saya ingin memberikan sedikit masukan kl ini memang bisa di jadikan bahan kajian, saya bukan orang yg termasuk percaya atau tidak dg apa yg sudah di ungkap oleh bpk kyai karena saya sendiri tidak tau, ada beberapa pertanyaan yg selama ini belum menemukan jawabannya, entah pengalaman saya yg kurang atau saya sendiri yg kurang membaca, diantaranya: 1. Sepengetahuan saya pada abad ke 7 pun orang sudah mempunyai peradaban, mereka sudah mengenal tulisan dan juga sudah membuat perhitungan hari dsb, satu contoh pada abad ke 7 ada kerajaan kutai di tandai dg adanya prasasti kedu yg menyatakan siapa rajanya dsb yg bisa di jadikan rujukan kapan berdirinya, sementara di borobudur tidak ada petunjuk yg jelas mengenai siapa yg mendirikan dan tahun berapa di dirikan, kl saya menggali berbagai pendapat itu semua masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli, sementara kalau saya berfikir di abad ke 7 saja orang sudah bisa meninggalkan identitas dirinya bagaimana mungkin borobudur di dirikan abad ke 8 yg jauh lebih maju tidak meninggalkan identitas sama sekali, sementara yg saya tau kl manusia membuat suatu bangunan yg luar biasa pasti di situ akan meninggalkan identitas paling tidak tentang siapa dirinya karena pada abad tersebut manusia sudah mengenal tulisan. 2. Borobudur di bangun oleh penganut budha sementara kl kita melihat di berbagai belahan dunia patung budha rata-rata di bangun hanya 1 patung yg besar kalaupun ada banyak itu kebanyakan merupakan perwujudan dewa2 yg lain atau lainnya berupa patung kecil dan 1 yg besar, jika benar borobudur peninggalan budha kenapa ada banyak sekali patung budha di 1 candi, filosofi apa yg membuat patung segitu banyak sementara di tempat kelahiran budha itu sendiri tidak sebanyak di candi borobudur. 2. Patung budha di berbagai belahan bumi semuanya terbuka karena memang di tujukan sebagai tempat peribadatan sehingga orang akan lebih hidmad dlm beribadat karena melihat wajah budha secara langsung, tp di borobudur patung budha yg sekian banyak tersebut hampir seluruhnya di tutupi oleh stupa yg tidak pernah kita lihat di dunia manapun, saya pernah baca di internet ada yg berpendapat itu sesuai ajaran budha saat sang budha mengeluarkan mangkok dr dlm jubah dan di atasnya di taruh semacam ranting sebagai perwujudan stupa, yg membuat saya heran kenapa hal itu tidak di gambarkan di india ya notabenenya sebagai tempat kelahiran sang budha itu sendiri justru hal itu hanya satu-nya di jawa dan tidak ada di belahan bumi yg lain, apa yg mendasari pemahaman sang pembuat dan filosofi apa yg mendasari hal tersebut dsb, sebagaimana yg kita tahu semua pemeluk agama di belahan bumi manapun dlm membuat tempat peribadatan selalu mengacu tempat dimana agama itu sendiri tumbuh dan berkembang, kalaupun berbeda itu tidak banyak pada dasarnya akan mengacu pada pola dasar yg sama. 3. Di semua tempat peribadatan umat budha sepengetahuan saya setelah membandingka dari berbagai gambar, yg ada reliefnya hanya borobudur, semuanya tidak ada karena karena ditujukan untuk tempat sembahyang bukan untuk tempat berceritera, jd apa juga yg melandasi pemikiran sang pembuat sehingga harus memberikan serentetan cerita tersebut dan jika itu sesuai dg ajaran budha kenapa juga hal itu tidak ada di negara asalnya justru satu-satunya di borobudur yg di anggap tempat peribadatan yg ada reliefnya, kenapa bisa demikian..! ,hanya tiga poin ini ya bisa saya tulis dan masih banyak lagi pertanyaan saya termasuk pernyataan bpk kyai ada juga beberapa poin yg ingin saya pertanyakan, tp ini saya menulis melalui hp jadul jd gak bisa banyak yg saya sampaikan, dan jika ini bisa di jadikan kajian saya berterimakasih sekali bisa menambah wawasan saya, tp jika tdk ada manfaatnya sama sekali mohon di hapus saja pernyataan saya ini, atau mungki mau mengkoreksi bisa hubungi saya sangat berterima kasih sekali, Asalaamua’alaikum Wr. Wb. Sebelumnya kalau boleh saya ingin memberikan sedikit masukan kl ini memang bisa di jadikan bahan kajian, saya bukan orang yg termasuk percaya atau tidak dg apa yg sudah di ungkap oleh bpk kyai karena saya sendiri tidak tau, ada beberapa pertanyaan yg selama ini belum menemukan jawabannya, entah pengalaman saya yg kurang atau saya sendiri yg kurang membaca, diantaranya: 1. Sepengetahuan saya pada abad ke 7 pun orang sudah mempunyai peradaban, mereka sudah mengenal tulisan dan juga sudah membuat perhitungan hari dsb, satu contoh pada abad ke 7 ada kerajaan kutai di tandai dg adanya prasasti kedu yg menyatakan siapa rajanya dsb yg bisa di jadikan rujukan kapan berdirinya, sementara di borobudur tidak ada petunjuk yg jelas mengenai siapa yg mendirikan dan tahun berapa di dirikan, kl saya menggali berbagai pendapat itu semua masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli, sementara kalau saya berfikir di abad ke 7 saja orang sudah bisa meninggalkan identitas dirinya bagaimana mungkin borobudur di dirikan abad ke 8 yg jauh lebih maju tidak meninggalkan identitas sama sekali, sementara yg saya tau kl manusia membuat suatu bangunan yg luar biasa pasti di situ akan meninggalkan identitas paling tidak tentang siapa dirinya karena pada abad tersebut manusia sudah mengenal tulisan. 2. Borobudur di bangun oleh penganut budha sementara kl kita melihat di berbagai belahan dunia patung budha rata-rata di bangun hanya 1 patung yg besar kalaupun ada banyak itu kebanyakan merupakan perwujudan dewa2 yg lain atau lainnya berupa patung kecil dan 1 yg besar, jika benar borobudur peninggalan budha kenapa ada banyak sekali patung budha di 1 candi, filosofi apa yg membuat patung segitu banyak sementara di tempat kelahiran budha itu sendiri tidak sebanyak di candi borobudur. 2. Patung budha di berbagai belahan bumi semuanya terbuka karena memang di tujukan sebagai tempat peribadatan sehingga orang akan lebih hidmad dlm beribadat karena melihat wajah budha secara langsung, tp di borobudur patung budha yg sekian banyak tersebut hampir seluruhnya di tutupi oleh stupa yg tidak pernah kita lihat di dunia manapun, saya pernah baca di internet ada yg berpendapat itu sesuai ajaran budha saat sang budha mengeluarkan mangkok dr dlm jubah dan di atasnya di taruh semacam ranting sebagai perwujudan stupa, yg membuat saya heran kenapa hal itu tidak di gambarkan di india ya notabenenya sebagai tempat kelahiran sang budha itu sendiri justru hal itu hanya satu-nya di jawa dan tidak ada di belahan bumi yg lain, apa yg mendasari pemahaman sang pembuat dan filosofi apa yg mendasari hal tersebut dsb, sebagaimana yg kita tahu semua pemeluk agama di belahan bumi manapun dlm membuat tempat peribadatan selalu mengacu tempat dimana agama itu sendiri tumbuh dan berkembang, kalaupun berbeda itu tidak banyak pada dasarnya akan mengacu pada pola dasar yg sama. 3. Di semua tempat peribadatan umat budha sepengetahuan saya setelah membandingka dari berbagai gambar, yg ada reliefnya hanya borobudur, semuanya tidak ada karena karena ditujukan untuk tempat sembahyang bukan untuk tempat berceritera, jd apa juga yg melandasi pemikiran sang pembuat sehingga harus memberikan serentetan cerita tersebut dan jika itu sesuai dg ajaran budha kenapa juga hal itu tidak ada di negara asalnya justru satu-satunya di borobudur yg di anggap tempat peribadatan yg ada reliefnya, kenapa bisa demikian..! ,hanya tiga poin ini ya bisa saya tulis dan masih banyak lagi pertanyaan saya termasuk pernyataan bpk kyai ada juga beberapa poin yg ingin saya pertanyakan, tp ini saya menulis melalui hp jadul jd gak bisa banyak yg saya sampaikan, dan jika ini bisa di jadikan kajian saya berterimakasih sekali bisa menambah wawasan saya, tp jika tdk ada manfaatnya sama sekali mohon di hapus saja pernyataan saya ini, atau mungki mau mengkoreksi bisa hubungi saya sangat berterima kasih sekali, Asalaamua’alaikum Wr. Wb. Sebelumnya kalau boleh saya ingin memberikan sedikit masukan kl ini memang bisa di jadikan bahan kajian, saya bukan orang yg termasuk percaya atau tidak dg apa yg sudah di ungkap oleh bpk kyai karena saya sendiri tidak tau, ada beberapa pertanyaan yg selama ini belum menemukan jawabannya, entah pengalaman saya yg kurang atau saya sendiri yg kurang membaca, diantaranya: 1. Sepengetahuan saya pada abad ke 7 pun orang sudah mempunyai peradaban, mereka sudah mengenal tulisan dan juga sudah membuat perhitungan hari dsb, satu contoh pada abad ke 7 ada kerajaan kutai di tandai dg adanya prasasti kedu yg menyatakan siapa rajanya dsb yg bisa di jadikan rujukan kapan berdirinya, sementara di borobudur tidak ada petunjuk yg jelas mengenai siapa yg mendirikan dan tahun berapa di dirikan, kl saya menggali berbagai pendapat itu semua masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli, sementara kalau saya berfikir di abad ke 7 saja orang sudah bisa meninggalkan identitas dirinya bagaimana mungkin borobudur di dirikan abad ke 8 yg jauh lebih maju tidak meninggalkan identitas sama sekali, sementara yg saya tau kl manusia membuat suatu bangunan yg luar biasa pasti di situ akan meninggalkan identitas paling tidak tentang siapa dirinya karena pada abad tersebut manusia sudah mengenal tulisan. 2. Borobudur di bangun oleh penganut budha sementara kl kita melihat di berbagai belahan dunia patung budha rata-rata di bangun hanya 1 patung yg besar kalaupun ada banyak itu kebanyakan merupakan perwujudan dewa2 yg lain atau lainnya berupa patung kecil dan 1 yg besar, jika benar borobudur peninggalan budha kenapa ada banyak sekali patung budha di 1 candi, filosofi apa yg membuat patung segitu banyak sementara di tempat kelahiran budha itu sendiri tidak sebanyak di candi borobudur. 2. Patung budha di berbagai belahan bumi semuanya terbuka karena memang di tujukan sebagai tempat peribadatan sehingga orang akan lebih hidmad dlm beribadat karena melihat wajah budha secara langsung, tp di borobudur patung budha yg sekian banyak tersebut hampir seluruhnya di tutupi oleh stupa yg tidak pernah kita lihat di dunia manapun, saya pernah baca di internet ada yg berpendapat itu sesuai ajaran budha saat sang budha mengeluarkan mangkok dr dlm jubah dan di atasnya di taruh semacam ranting sebagai perwujudan stupa, yg membuat saya heran kenapa hal itu tidak di gambarkan di india ya notabenenya sebagai tempat kelahiran sang budha itu sendiri justru hal itu hanya satu-nya di jawa dan tidak ada di belahan bumi yg lain, apa yg mendasari pemahaman sang pembuat dan filosofi apa yg mendasari hal tersebut dsb, sebagaimana yg kita tahu semua pemeluk agama di belahan bumi manapun dlm membuat tempat peribadatan selalu mengacu tempat dimana agama itu sendiri tumbuh dan berkembang, kalaupun berbeda itu tidak banyak pada dasarnya akan mengacu pada pola dasar yg sama. 3. Di semua tempat peribadatan umat budha sepengetahuan saya setelah membandingka dari berbagai gambar, yg ada reliefnya hanya borobudur, semuanya tidak ada karena karena ditujukan untuk tempat sembahyang bukan untuk tempat berceritera, jd apa juga yg melandasi pemikiran sang pembuat sehingga harus memberikan serentetan cerita tersebut dan jika itu sesuai dg ajaran budha kenapa juga hal itu tidak ada di negara asalnya justru satu-satunya di borobudur yg di anggap tempat peribadatan yg ada reliefnya, kenapa bisa demikian..! ,hanya tiga poin ini ya bisa saya tulis dan masih banyak lagi pertanyaan saya termasuk pernyataan bpk kyai ada juga beberapa poin yg ingin saya pertanyakan, tp ini saya menulis melalui hp jadul jd gak bisa banyak yg saya sampaikan, dan jika ini bisa di jadikan kajian saya berterimakasih sekali bisa menambah wawasan saya, tp jika tdk ada manfaatnya sama sekali mohon di hapus saja pernyataan saya ini, atau mungki mau mengkoreksi bisa hubungi saya sangat berterima kasih sekali, trims.

  23. Hahaha doktrinnya bagus, PAHALA.. tp birsakah dgn menghalalkan segala cara spt itu.. COCOKOLOGI gaya malaysia hehe.. kita yg muslim waras patut malu nih.. Sebenarnya bagan ini jawabnya simpel saja,
    mana bukti yang konkrit adanya tentara nabi
    Sulaiman telah mengunjungi pulau Jawa?,
    Nabi Sulaiman mengalami jangkauan terjauh
    pada perjalanan nya ke negeri selatan hanya
    sampai ke Ethiopia dan Yaman (orang Kristen
    mempecayainya di Ethiopia,bahkan orang
    Islam mempercayainya di Yaman,negeri
    seberangnya Ethiopia). Apakah ditemukan
    artefak-artefak seperti senjata yang bukan
    berasal dari Indonesia sebelum tahun SM,
    sepertinya belum ada tuh..
    2. Hah?, apakah anda tidak menyadari itu
    adalah seorang laki-laki. coba lihat lebih jelas:
    sudah jelas dilihat ini adalah laki-laki dengan
    rambut keriting sedang bersemedi khas
    agama Buddha/Hindu, yang paling terpenting
    adalah kita melihat badan nya, terlihat ia
    tidak memakai baju sehelai pun. Dan Ini
    mengindikasikan bahwa patung ini adalah
    laki-laki , bukan lah perempuan. Ia lah
    Siddharta Gautama, sang penemu Agama
    Hindu yang dapat Pencerahan dari sang dewa.
    3. Tidak mungkin, Bani Lukman adalah
    sepupu dari Bani Israil, dan Bani Israil
    jelaslah keturunan nabi Ibrahim/Abraham
    dari Mesopotamia (Irak) di kota Babylonia.
    jadi mana mungkin apabila Bani Lukman
    sedarah dengan Bani Israil dari Mesopotamia
    berasal dari daerah lain? kan tidak masuk
    akal?adakah perdagangan bilateral antara
    bangsa Jawa dan Timur tengah pada tahun
    SM? fakta pun masih belum yakin bahwa Bani
    Lukman adalah orang Jawa.apabila iya
    mengapa orang Timur Tengah (Khususnya
    Palestina,Israel,Irak) tidak sama wajahnya
    dengan Orang Indonesia?
    4. Lalu apa hubungan nya Syailendra dengan
    Nabi Daud?. Dalam fakta nabi Daud lahir
    tahun 1040 SM sedangkan Wangsa Syailendra
    muncul pada zaman Hindu-Buddha sewaktu
    sudah tahun Masehi, kan kita bisa rasakan
    jauhnya tahun antara Nabi Daud dan
    Wangsa Syailendra, apakah anda sadar?
    Wangsa Syailendra saja baru berdiri Nabi
    Daud sudah meninggal ribuan tahun yang
    lalu bahkan tidak ada bukti perdagangan
    Indonesia dengan Timur Tengah secara
    kompeten.
    5. Pada nomor ini saya jawab dengan simpel
    dan mudah, Ratu Saba mempunyai kerajaan
    yang megah dan makmur, dan lihat apa yang
    terjadi di Indonesia pada tahun 1000an SM ,
    ini baru zaman migrasi bangsa Deutro-
    Melayu dari Taiwan/China/Tonkin menuju
    Indonesia (khususnya pulau Jawa) hanya
    membawa perahu bercadik, hewan ternak,
    dan umbi-umbia n. jadi patutkah kita percaya
    ada bangunan megah? saya rasa tidak..
    6. Apakah anda yakin bahwa borobudur
    berbentuk matahari? tidak sama sekali! .
    Bahkan telah diteliti dan dipercaya orang
    Buddha bahwa menggambarkan Bodhisattva
    yang harus dilalui untuk mencapai
    kesempurnaan untuk menjadi seorang
    Buddha , bagian kaki borobudur disebut
    Kamadhatu , yaitu dunia yang masih dikuasai
    oleh kama (nafsu rendah), Empat lantai
    diatasnya disebut Rupadhattu yang berarti
    bebas dari nafsu. Dan kelima dan ketujuh
    tidak berlantai, ini merupakan Arupadhattu,
    yang berarti tidak berupa dan berwujud dan
    mencapai ke Nirwana. ini contoh strukturnya
    (www.wikipedia.org/wiki/borobudur)
    It Concludes..
    Saya simpulkan bahwa teori ini sangatlah
    tidak benar, dan mengada-ngada, dan
    menafsirkan Al-qur’an seenaknya tanpa
    menganalisis lebih dalam, masih syukur-
    syukur orang Buddha di tanah air tidak marah
    dan tempramen karena diklaim tempat
    sucinya adalah temuan dari agama lain, coba
    anda bayangkan sebaliknya apabila Orang
    Buddha mengklaim tempat suci orang Islam
    menjadi tempat suci mereka sendiri, pastinya
    kita sangat marah dan meneriakkan protes
    besar-besaran dan memusuhi mereka
    (sebenarnya agama Islam mengajarkan
    kedamaian kok, orang nya aja yang gak
    beres), jadi buat para penganut agama Islam
    belajarlah kesabaran dan pengontrolan dir i,
    kan malu kita orang beragama tapi tidak
    berkelakuan seperti orang yang tidak
    beragama?siapa yang malu?semuanya lah !
    TRIMS FOR THIS PAGE! (Vito Left Thinkers).

  24. Apa mungkin antar negri yg jaraknya cuma 36km itu mreka tdk saling kenal?? Burung hud hud yg terbang td sprti jarak antara borobudur dg boko…

  25. ini loch urutannya :
    1. Taurat (mengajarkan ke Esaan Tuhan)
    2. Zabur (kebanyakan berisikan pujian-pujian)
    3. Injil (mengajarkan kisah kasih antar manusia)
    4. Al Qur’an (mengajarkan kesemuanya yang udah ada di kitab-kitab sebelumnya dan melengkapi yang belum ada)
    jadi segalanya tidak ada yg tidak mungkin didunia ini..
    Al Qur’an adalah penyempurnah kitab yg diturunkan..

  26. kalau yg pintar pasti sdh tau dengan itu semua

  27. asalamualikum…
    entah benar ato tdk’ orang2 yg berfikir pasti kagum dengan kajian pak kiyai.
    bkn brarti saya percaya tapi kajian bapak LUAR BIASA.

  28. nabi sulaiman as adalah nabiku,, :D

  29. lihatlah proses jangan nafsu birahi dulu…. khusus untuk yang menolak pesenq kanggo wong kejawen “iku lak karepmu WEN KEJAWEN, wong koen isek kejawen….. iso ta koen gawe penelitian seng wong budha klaim ka’bah…paling yo ngawurrrr……

  30. orang jawa itu lebih berbudaya ,lebih tua,lebih cerdas dari bangsa manapun,mending diem kalo kebudayaanya di akui bangsa lain,nabi Muhamad,nabi Isa,sidharta gautama,nabi Ibrahim,yesus semua nya dari jawa,bangsa lainlah yang mencontek dari jawa.

  31. @Nasron, kelihatannya yg paling islam itu hanya nasron sehingga merasa hars malu. Umat Yahudi pasti juga akan sangat menolak teori ini, wong Solomon Temple itu harus ada di Palestina tepat dimana diatasnya berdiri masjid Aqsha yg diperebutkan itu. Terlepas Teori ini masih mengadung kesimpulan yg spekulatif. Dengan hasil penelitian ini menurut gua KH. FB tidak mengklaim bahwa Borobudur itu hasil peradaban Islam, tapi hasil peradaban jaman nabi Sulaiman yg kisahnya diinformasikan baik di Kitab2 Perjanjian Lama maupun Al Qur’an. Ada fakta yg menarik menurut gua:
    (1) Adanya relief2 yg bercerita kisah yg berkaitan dengan seorang Ratu, Burung Hud2 yg membawa pesan, seorang yg yg terlempar ke laut dan ilustrasi ikan besar.
    (2) Ditemukannya artefak lempengan emas di candi Boko
    (3) Nama Boko kok ya berdekatan dengan Bilqis.
    (4) Digantinya tanaman dengan tanaman yg berbuah pahit, dan nama buah itu akan menjadi buah bibir. Ini yg diinformasikan oleh Al Qur’an. Rasanya memang tidak ada di dunia ini, nama buah yg dalam perjalanan peradaban manusia keculi buah Mojo. Karena nama buah ini dijadikan nama sebuah kerajaan yg pernah masyur yg wilayahnya hingga ke madagaskar yaitu Mojopahit. Dan itu hanya ada di Nusantara yg berpusat di Pulau Jawa.
    (5) fakta bahwa kapan Borobudur itu dibangun ternyata masih belon bisa ditentukan sampai sekarang, kalo di abad ke 7/8 itu ternyata masih belum ada bukti yg kuat. Bisa jadi Borobudur dibangun lajuh sebelum itu. Oleh siapa ???
    (6) Banjir besar pada jaman es itu sudah menjasi teori yg diyakini kebenarnya, jaman terpisahnya benua Afrika dengan benua Amerika. Begitu juga teori bahwa kepualuan Nusantara ini dulunya menjadi satu dengan benua Asia. tapi yg jadi pertanyaan apakah jamannya bersesuaian dengan jaman Nabi Sulaiman.
    (7) Perlu juga diuji apakah nama Pulau Solomon itu nama purba artinya sudah ada sejak jaman purba. Begitu juga nama Sleman dan Wonosobo. Tai yang jelas memang tiddak ditemukan nama Saba sebagai nama daerah ato kota di sekitar Yaman sana.

    Dengan teori pak FB ini, jika mengandung kebenaran maka ini akan menjadi bukti bahwa di tanah nusantara ini pernah lahir beradaban yg sama tuanya bahkan lebih tua dengan peradaban dijaman nabi Ibrahim/Abraham), babilonia, yunani, persia, peradaban suku2 bangas Israel. Jejak itu ada di bahasa Jawa, tidak ada bahasa yg sekaya kosa katanya melebihi bahsa Jawa. Artinya bahasa jawa itu sudah tua sekali.

    Spirit ini yg gua tangkap dari penelitian pak FB.

  32. KLO MENURUT GUE AGAMA BUDHA, HINDU ITU AGAMA JAMAN DULU JAMAN NABI SULAEMAN CUMA MAKIN KESINI KEHILANGAN IDENTITAS. SEPERTI JAMAN MUSA BANGUN KUIL

  33. BUKTI PALING KONGKRIT ADALAH : BIARPUN BERJARAK 8000 km dari NEGERI Arab, dan telah di jajah ratusan tahun oleh bangsa lain,… ( Philipine di jajah portugis dan inggris jadi kristen, demikian juga timmor, tapi Indonesia….. tetap menjadi islam terbesar didunia… itu tanda Kuasa Allah, Agar kita menyadarinya…… mengapa ISlam di indonesia tetap terpelihara…sebagaimana AlQuran…..

  34. Siapa pun yang benar..tentang Borobudur..bagi saya cuma 2 sementara ini : borobudur peninggalan Budha kata Buku : Borobudur peningalan Sulaiman..juga kata Buku..apa bedanya ? toh semuanya masa lalu, dan tidak ada pelaku sejarah yang bisa cerita :)

  35. kaga heran lah wong seluruh alam semesta juga diklaim milik muslim kok,,, kan klaim nya berdasarkan alquran..
    lha di alquran kan disebutkan seluruh alam semesta adalah ciptaan allah,,, jadi seluruh alam semesta adalah milik muslim..yang lain cuman numpang aja…
    bahkan amerika saja diklaim milik muslim…buktinya bangunan pusat pertahanan amerika namanya pentagon berbentuk persegi 5… diambil dari alquran bahwa sholat 5 waktu adalah tiang agama..jadi 5 segi pentagon di amerika memakai teori alquran.. jadi amerika adalah dibangun oleh nabi muslim…( muslim gila maksudnya!!!!)

  36. wow :)

  37. Assalamualaikum WR WB, Subhanalloh. Maha Suci Alloh SWT dengan segala kuasa dan ciptaan-Nya. Penelitian dari Bp Kyai di era modern ini adalah sebuah hasil karya anak bangsa yang harus di apresiasi karena selama 35 tahun beliau melakukan penelitian ini bersama timnya. Kira-kira ada berapa orang Indonesia yang sanggup seperti beliau? sanggup mengabdikan diri total untuk pengetahuan? terlepas dari benar atau tidaknya hasil penelitian ini adalah ditangan Alloh SWT Sang Maha Mengetahui segala hal yang ada di langit dan di bumi. Namun sebagaimana firman Alloh SWT bahwa manusia telah diberikan mata, hati dan telinga untuk bisa merefleksi segala yang terjadi di bumi ini. Kita bisa menggunakan mata, hati dan telinga kita untuk memahami ayat-ayat Alloh. Jangan hanya menggunakan mata dan telinga tapi kita juga hendaknya menggunakan hati kita sebab di dalam hari ada suara hati (suara Tuhan) yang akan menunjukkan kita yang benar adl benar dan yang salah adl salah. Kebenaran secara filsafat adalah bersifat nisbi artinya bahwa apa yang dikatakan benar oleh manusia pada masa kini belum tentu benar pada masa datang karena kebenaran yang hakiki adalah Kebenaran yang berasal dari Alloh SWT sang Mana Pencipta, kebenaran yang hakiki adalah kebenaran yang diturunkan Alloh SWT melalui FirmanNya yaitu Al-Qur’an. Dan sungguh Al-Qur’an itu adalah bukti yang nyata bagimu. kata-kata ini mengajak kita untuk membuktikan segala kebenaran di dalamnya agar kita memahami bahwa semua firman yang diturunkan Alloh SWT adalah nyata dan PASTI TERJADI.
    Jika kita menggunakan mata dan pendengaran kita, kita secara sadar tahu bahwa di Al-Qur’an telah jelas dijabarkan bahwa di SABA itu ada hutan/kebun QS 34:15 tinggal kita cari referensi apakah di yaman dan ethiopia ada hutan? lalu hati kita kita pakai untuk analisa. hati yang dimaksud disini adalah akal budi (yang tidak dimiliki makhluk lain selain kita).
    Mungkin cara seperti ini bisa kita lakukan untuk memahami sebuah kebenaran, janganlah berbantah-bantah tentang hal yang kita semua belum tahu kebenarannya. Semoga Alloh SWT merahmati kita semua, melimpahkan barokah kepada kita semua dan memandaikan kita dalam memahami ayatNya. Aminnnnnn

    Wassalamualaikum WR WB
    Salam PERDAMAIAN (Ummu Safa)

  38. allaahumma aarinal haqqo haqqon,wa arinal baathila baathilan,aamiin

  39. Yang pertama marilah membiasakan menghargai hasil penelitian orang lain,kalau dlm metodologi penelitian KH Fahmi Basya melakukan penelitian dg model grounded reserch yang perlu waktu lama dan menjemukan, dan hasilnya ditulis dibuku borobudur dan peninggalan nabi sulaiman, dan buku2 beliau lainnya seperti matematika alquran, sy sarankan pemilik blog juga membaca bukunya krn dlm video tsb kurang lengkap spy tdk ada informasi yg kececer. Dan sebaiknya baca juga hasil penelitian prof. Aryos nenos dos santos dr brasil dlm bukunya the lost atlantis finnaly found, dg ini mungkin akan nyambung shg komentar kita nggak pating blangsur, borobudur selama ini di anggap mewakili peradapan agama buddha itu juga hasil penelitian oleh Van Erp tahun 1817 kira2, dan hampir tidak ada bantahan, krn pd waktu itu orang indonesia blm pinter2 krn kalau pinter tentunya penjajah sudah pergi. Didaerah sleman banyak nama jawa sudarman,suparman, sudirman, sukarman, suatmat, sutarman, su…. dan diakhiri….man. sekarang coba siapa yg mau meneliti siapa2 prajurit atau sahabat nabi sulaiman, adakah yg bernama dg jawa, kalau ada semakin menguatkan hasil penelitian tsb. Waktu islam masuk jawa dimulai para wali sblm wali songo para wali harus bertarung dg jin di jawa, konon salah satunya jin ifrit, dan yg berhasil mengalahkan syeh bakir yg petilasannya ada di magelang , artinya jin ifrit yg pernah tunduk pada nabi sulaiman pernah di jawa, ,…..sekarang yg terpenting adalah jadilah bangsa yg bisa menghargai kkarya ilmiah orang lain, kalau beda pendapat sajikankarya ilmiah yg lebih up to date, dupaya bangsa ini tidak semakin diberikan bencana yg menghancurkan sehancurnya…….salam

  40. thanks for your post this page.. (:

  41. pepesan Kosong Kabeh…. WEW… !!
    Prett AAAH….
    Hidup Urang Bandung…!!

  42. informasi yang kreen banget

  43. Sesuatu yang kita tau dan di perkenalkan dengan informasi merupakan sebuah gambaran bagaimana kita harus menyikapi hidup berdasarkan keyakinan kita masing masing …..Mengerti dan dan Tidaknya sebuah informasi Masuk Akal ataupun tidak tergantung dari Ilmu dan Hati kita yang berkeyakinan >Hanya Allah Pencipta Langit dan Bumi Yang Mengetahuinya.

  44. Apapun itu, tidak perlu dipermasalahkan, itu hanya sebuah kajian jika ia baik diambil peljaran jika ianya tidak baik tinggalkan saja.tidak baik berdebat dan bermusuhan

  45. Itu patung budha yang terdapat torah/taurot/lempengan mirip n identik kisah sulaiman titik. cari di belahan dunia lain, yg mengisahkan sulaiman lainya dalam bentuk fisik……bisa jadi belum ada nama islam waktu itu, bisa jadi dibangun jauh setelah nabi sulaiman klw yg mbangun manusia, bisa juga istana nabi di tempat lain atw katakan di israel, kan kisahnya yg bikin bangsa jin yg punya kecepatan cahaya. maka terus gali ilmu hingga lengkap sampai dimana kisah ini selesai dgn menemukan bukti2 lain, Allah maha Perkasa atas segala sesuatu.

  46. Kalaupun itu milik budha ya boleh juga, bahkan menurut guru sepuh disinyalir sang Budha seorang nabi yg mengajarkan kebaikan dan ketuhanan, nabi khan banyak hanya 25 yang wajib kita ketahui mungkin sjj sang budha bertutur atas kisah2 para raja yg kemudian dipahat oleh pengikutnya……….suburkan kesamaan dan lupakan perbedaan, jayalah negeriku!

  47. Yang percaya tuhan adalah saudaraku, musuh hanya satanic yg berupa manusia atau jin, dan yang membuat kebinasaan, bersatulah believers,…..lawan setan dengan belajar mengetahui serpak terjangnya, agar tak tertpu muslihatnya ” ALLAHU AKBAR “

  48. dari hasil kajian dan comment yang ada, harus lah kita sadar. kenapa harus adu argument tentang sejarah. Lihatlah kedepan, perbaiki yang kemaren untuk lebih baik dimasa depan. Belajar sejarah tidak salah jika membuat kita lebih baik dimasa depan. tapi kalo hasil belajar cuma jadi bangga yang ujungnya sombong karenan nenek moyang yaaa buat apaa????? Tidak perlu lah mengklaim salah satu sejarah adalah milik salah satu kaum, pada dasar nya semua adalah saudara. berasal dari bapak dan ibu yang sama. Adam dan Hawa (eve). jadi smua yang ada di bumi kita adalah milik kita dan wajib untuk memeliharanya karena manusia adalah khalifah di bumi ini.

  49. Saya mengikuti dan percaya pada yg benar, yg benar menurut saya yg punya bukti kuat sebagai argumen bahwa ini benar, penafsiran dan penelitian ilmiah harus kompak dan di lanjutkan sampai menemukan bukti kebenaran. kita tak perlu ribut kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

  50. yang menyangkal tiada bukti……………….

  51. Kayanya enggak deh, di candi Borobudur itu banyak situs pornonya, mana mungkin Nabi Sulaiman seperti itu, ini pelecehan betul

  52. hehe ada jg yg buka rahasia,sy stuju 100% dgn k.h.fahmi basya,kbtulan sy keeja d lab carbon dating,batuan dr borobudur tdk bs d ukur umurnya krna mineral pd batuannya meleleh krna temperatur sft tinggi,koneksi dgn ka’bah jalunya tepat berada di jalur vortex point,sy jg py dok.rahasia CIA yg bocor dr kawan di amerika.isinya sblm ke palestina solomon pernah tinggal di solo sekarang jg bali.klo mau liat dokumennya silahkan maen ke lab.carbon dating dan fission track dating geocronology museum geologi bandung.sy tantang di forum ilmiah yg mengatakan borobudur berasal dr wabgsa sailendra.buka data sainsnya sekarang jg klo memang benar

  53. mas nasron:klo anda bertanya adakah bangunan lain yg lbih megah dan berteknologi tinggi betumur ribuan thn SM,jwbn saya ada,kt sdh kirim sampelnya k colorado,umur bangunan paling atas 7000 SM,bangunan bag tengaj 32000 SM.memiliki pembangkit energi yg blm bs kt ungkap,sepertinya energi dr mineral tp tdk mgandung radiasi berbahaya.secara fisika sgt sulit membuat interksi antar molekulnya sestabil itu

  54. Apa yg dikabarkan Al’qur’an tentang negeri Saba justru sangat cocok dgn kondisi geografis Indonesia dgn iklim tropisnya, penelitian KH. Fahmi Basya bukan penelitian asal2an.

    Bahkan beberapa bagian gambar relief pada candi sangat cocok dgn kisah2 yg diberitakan Al Qur’an seperti Kisah Nabi Yunus, Ratu Bilqis yg mengangkat kain ketika memasuki Istana Nabi Sulaiman, dan bukti2 lainya. untuk lebih jelasnya lihat di youtube mengenai penjelasan Beliau ”BOROBUDUR PENINGGALAN NABI SULAIMAN”

    Sebenarnya dahulu manusia itu umat yg satu karena, berselisih dan kedengkian artinya merasa yg paling benar, diantara mereka maka terpecah belah

  55. Habis nelen sendal yah bang?
    Heleh-heleh ngawur sekali.

  56. Kalian semua yang mungkin ngawur, mari menghargai analisa orang lain, kalau kita mau dan membuka pengetahuan, bahwa kekuasaan Nabi Sulaiman adalah 2/3 bumi, jadi kemungkinan sangat besar, kalau indonesia adalah dulu ada daerah kekuasaan. bahwa ada yang spektakuler penelitian dunia oleh orang barat, bahwa World Bank itu merampas dari kekayaan jawa loh. Israel->nuswantara->world bank. kita jangan sombong karena ketidaktahuan kita, dan banyak sejarah lama yang tdk diketahui…

  57. kok nabi membangun candi dengan bantuan JIN si ????? dari awal membaca aja sudah tidak menonjolkan kebenaran ..

  58. Kepada semua pembaca yang budiman. Sudah fitrahnya negara yang di tinggalkan singasari, majapahit selalu berantem dengan sedarah(sesama warga satu bangsa). Tetapi selalu memuja-muja bangsa lain(Eropa dan yg lain). Kalau pun perlu di jilat juga pantatnya. Jadi tidak ada rasa saling menghargai. Latihanlah menghargai. kalau tidak suka ya ndak usah di baca. kalau mau mengklarifikasi ya buat klarifikasi/masukan sesuai hadist soheh atau ayat2 yang betul. Siapah si orang2 budha di Indo? siapakah si Nasrani di Indo? siapa sih Muslim di Indo? Kita semua itu Indonesia yang berasal dari satu nenek moyang. Yang ndak suka tapi nol pengetahuan tinggal baca, yang punya pengetahuan lebih baik dapat berkomentar yang sopan.

  59. Yg percaya perlu dipertanyakan IQnya..

  60. Bagi orang orang yang memahami Al Quran tentunya akan sependapat dengan kajian dari KH Fahmi Basya.
    MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA

  61. Sumbang saran untuk pa KH Fahmi Basya:
    Sebaiknya semua kajian tentang BOROBUDUR PENINGGALAN NABI SULAIMAN dibuat juga dalam beberapa bahasa Internasional terutama diterjemahkan dalam bahasa Inggeris. Agar semua manusia yang ada di muka bumi ini memahaminya

  62. Wadoh… jangan-jangan ka’bah yang asli ada di wonogiri apa di pondok gede Jakarta , bikin penelitiannya dong pak kiayi haji… jangan lupa pake bukti geografis dan jagan sampe ketinggalan kalo bisa CIA, NASA dilibatkan juga jangan lupa bikin brosur pake semua bahasa biar afdol aja gitu loh, ma sekalian dech trus diposting di facebook wuah muantap jadinya trus tambah kecapnya…

  63. Perdebatan itu wajar karena sebagai manusia kita punya nafsu , wajar bila ada pro dan kontra dari penelitian Bp. KH Fahmi ,itulah namanya hidup pasti ada sisi baik dan buruk , apapun bentuknya sebaiknya dipasrahkan kembali kepada yang maha tau karena kebenaran hanya milikNya…”Salam sejahtera “

  64. Ada benarnnya borobudur adalah salah satu dari begitu bnyak peninggalan kehebatan nabi sulaeman, tapi kalau kerajaan nabi sulaeman di daerah indonesia itu yang salah kaprah.

  65. Weleh-weleh…Ternyata Jawa Tengah itu tempat para Nabi tho…termasuk Nabi Isa…itu orang Kudus….

  66. Nabi Sulaiman melarang penyembahan terhadap berhala, patung, matahari dsb selain Allah SWT, lha kok pak Fahmi malah bilang Nabi Sulaiman yg buat Borobudur ( yg banyak patungnya ), itu bertentangan sama Al Qur’an. Pak Fahmi ngajinya dimana?

  67. Terima kasih bpk Haji Fahmi teruskan penelitian tunjukan kebenaran.

  68. wahai para pembaca. c.BRBDUR itu bkn singgasana nbi sulaeman tp itu punya ratu bilqis

  69. :D

  70. Sangkot Siregar
    Terimakasih kepada Bpk KH Fahmi Basya
    Saya sangat2 sependapat dgn kajian tentang Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman, bagi yang memahami isi kandungan Al-qur’an juga pasti akan sependapat, tapi bagi yg tdk memahami atau org yg tdk berpendidikan atau bagi yg bukan muslim tentu aja ada yg tdk sependapat tp belajarlah menghargai analisa org lain dan beri koementar yg sopan jika ingin dihargai, bagi saya buat pak Kiyai lanjutkan terus penelitian Pak Kiyai, informasikan terus perkembangannya, wassalam..

  71. Isi kandungan Al-ur’an itu sangat2lah luas, maka berbahagialah bagi orang-orang yang memahaminya, sejak jaman nabi Adam A.S diciptakan oleh Allah SWT manusia itu adalah beriman kpd Allah, mengapa manusia banyak yg tidak percaya dgn Al-qur’an yg jugaditurunkan Allah SWT, apakah mereka yg tidak percaya dgn Al-qur’an bukan cucu Nabi Adam, kl mereka adalah cucu nabi Adam AS mengapa mereka enggan mengimani Al-qur’an yg didalamnya sdh terkandung IPTEK dan seluruh rahasia alam semesta ini.termasuk keberadaan candi Borobudur.
    Semoga Allah SWT memberi petunjuk kpd kita semua dan org-org yg tidak mau memahami Al-qur’an, amiin…

  72. kita kagum dan kita hormati atas hasil penelitian bp KH Fahmi Basya…….mari kita buka mata hati kita sbg muslim…. dan ingat penelitian ini masih berproses dan berjalan…. tapi pendapat kami… dari apa yg ada di ALlQURAN DAN YG ADA DI RELIEF SERTA BEBERAPA BUKTI YG DITEMUKAN MAUPUN YG DISAMPAIKAN OLEH BP KH FB, ITU SANGAT SESUAI….. SMOGA AKAN DITEMUKAN BUKTI2 LAIN SEHINGGA LEBIH MEYAKINKAN . andaikan positif itu bagian dari kerajaan sulaiman…maka itu akan menjadi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia dan akan terjadi ledakan pengunjung, dan akan berdampak positif bagi ekonomi, dgn syarat agama budha khususnya tdk merasa dirampok… krn ini hasil penelitian dan kajian. juga nabi sulaeman adalah kakek dari 3 agama yaitu yahudi, kristen, islam. dan zaman itu nabi sulaeman menguasai 2/3 dunia. kemungkinan di indonesia pun bagian dari kekuasaannya saat itu sebagai penerus nabi Daud di yerussalem… kami sangat mendukung penelitiannya dan mohon kepada bp Fahmi Basya utk melanjutkan penelitiannya dan kepada pihak peneliti lain agar bisa mendukungnya agar borobudur bisa menjadi berkah bagi bangsa di indonesia dan dunia

  73. di paragraf atas ditulis “Dalam flying book itu KH Fahmi Basya mengungkapkan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa candi borobudur bukanlah hasil kebudayaan hindu” heloooo :o dari kalimat tersebut aja udah ketahuan klo penelitian/anggapan ttg Borobudur ini gak bermutu, di buku2 sejarah yg terbit di Indonesia jelas2 & terbukti kalo Borobudur itu candi Budha bukan Hindu, blajar dulu yg rajin donk soal sejarah nasional wkwkwkwkwkwk XD

  74. sip…

  75. Orang Indonesia yang suka mencela sesama warganya adalah orang yang gak bermutu, gak berakhlak. Sejarah Indonesia memang kacau semua, jangankan sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara, sejarah G30S aja sampai sekarang bikin bingung. Klo ga salah Borobudur ditemukan pada masa Raffles dan Kesimpulan bahwa borobudur adalah peninggalan Budha adalah hasil penelitian orang Belanda (klo ga salah Van Erp) … Saat itu Nusantara (belum ada Indonesia) masih dijajah Belanda. Penjajah Belanda melakukan politik adu domba. Mereka memang ahli adu domba orang Nusantara. Diantaranya membangkitkan fanatisme rakyat Nusantara yang masih lugu.

    Kesimpulan bahwa borobudur adalah peninggalan agama Budha- Sidharta adalah salah satu upaya politik adu domba antara orang Jawa (kerajaan di Jawa) dengan orang Sumatera (kerajaan Sriwijaya).
    Pada saat itu (abad ke-8) rakyat Jawa masih memeluk agama yang disebut sebagai ” HIndu-Nusantara ” (banyak hal yang berbeda Hindu-Nusantara dengan Hindu yang ada di India saat ini). Sementara wangsa Syailendra disebutkan (menurut versi ahli sejarah) adalah keturunan dari kerajaan Sriwijaya yang beragama Budha. Wangsa Syailendra datang ke pulau Jawa untuk mendirikan kerajaan baru yang menjadikan agama Budha-Sidharta sebagai agama negara. INI SANGAT ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL…

    Bagi orang Jawa saat itu (jika benar) maka raja-raja dari wangsa Syailendra adalah orang asing yang membawa ajaran baru yang berbeda dengan ajaran yang sudah mereka yakini saat itu. Terus orang Jawa diperintahkan membuat tempat ibadah agama raja baru (yang mungkin bagi mereka saat itu dianggap sebagai penjajah dari negeri seberang). Di jaman sekarang orang kristen mau bikin gereja kecil di lingkungan orang Islam saja bisa bikin kerusuhan. Ini ada orang asing beragama Budha-Sidharta mau bikin tempat ibadah super besar di lingkungan masyarakat yang beragama Hindu ? INI NAMANYA RAJA NEKAD …

    Tanpa dukungan masyarakat yang sangat besar untuk membangun candi borobudur adalah sangat mustahil. Bayangkan dulu tempat itu adalah hutan belantara yang harus dibabat alas dulu buat bikin pondasinya. Pada masa itu orang Jawa menganggap hutan adalah tempat para dedemit makan manusia, berapa ratus orang yang berasi masuk hutan membabat pohon pake kampak dan golok ? Berapa bulan dibutuhkan buat membangunnya, berapa ton beras dibutuhkan untuk makanan pekerja, berapa ratus kubik air untuk minumnya.

    Untuk membangun borobudur butuh sangat-sangat banyak ahli bangunan, ahli patung bagian konsumsi, paramedis dst. Rasa-rasanya pada jaman itu (abad ke-8) belum tersedia. Lagian gila kali kalau seorang raja yang baru mendirikan kerajaan di tanah jajahan memerintahkan rakyat jajahannya membangun bangunan tempat ibadah cuma buat keluarganya saja. (Rakyat jawa saat itu masih beragama “Hindu-Nusantara”). Gue ga percaya sama bualan si Van Erp orang Belanda yang jelas-kjelas penjajah.

    Seandainya agama Budha-Sidharta pernah begitu besar di Nusantara (belum ada Indonesia) dan pernah menjadi agama kerajaan besar seperti halnya di Thailand, Myanmar atau di Tiongkok. Pastilah bukan cuma peninggalan bangunannya yang tersisa di tanah Jawa ini, tetapi masih ada penduduk asli tanah jawa yang memeluk agama Budha seperti halnya di Thailand, Myanmar, China. Faktanya tidak ada sekelompok orang Jawa yang secara fanatik masih memeluk agama Budha-Sidharta di Indonesia saat ini. Pemeluk agama Budha-Sidharta di Indonesia saat ini kebanyakan adalah etnis (maaf bukan SARA) Cina yang merupakan pendatang dari Tiongkok.

    Di Indonesia pernah berdiri kerajaan besar seperti Pajajaran yang memiliki ajaran Sunda Wiwitan sebagai agama negara. Sampai saat ini masih ada kelompok-kelompok masyarakat yang merupakan penduduk asli mempertahankan ajarannya, seperti Orang Baduy di pedalaman Banten. Di Nusantara pernah berdiri kerajaan “Hindu” dan di Bali masih banyak penduduknya yang mempertahankan ajarannya.
    Di Indonesia terjadi pertukaran agama tanpa kekerasan, tanpa pertumpahan darah, tanpa perebutan wilayah dari ” kerajaan Hindu-Nusantara” ke kerajaan Islam. Ini adalah FAKTA.

    Karena pokok-pokok ajaran “Hindu-Nusantara” yang diyakini oleh raja-raja dan rakyat di kerajaan-kerajaan di Nusantara adalah SAMA. Agama Islam hanya meluruskan kembali yang telah melenceng, menemukan kembali apa yang telah hilang dan menyempurnakan ajaran nenek moyang bangsa-bangsa di tanah Jawa khususnya dan Nusantara pada umumnya. Tetapi tetap saja sampai sekarang masih ada yang mempertahankan keyakinan lama, atau ada juga yang mencampurkannya sehingga lahirlah istilah KEJAWEN. GPP selama mereka sama-sama menyembah Tuhan Yang Esa. Sama-sama di lindungi Undang-Undang.

    Masyarakat Jawa pada dasarnya adalah masyarakat yang sangat berjiwa Spiritualis. Sejak nenek moyangnya dahulu mereka mempercayai hal-hal yang gaib. Begitu juga seorang mukmin haruslah beriman kepada yang gaib. Hal ini memudahkan raja-raja di dan rakyat di Nusantara begitu mudah menerima Islam. Karena mereka tahu bahwa agama nenek moyang mereka dan agama Islam memiliki pilar yang sama yaitu Tauhid dan keimanan pada yang gaib. Sementara agama Budha-Sidharta tidak mengenal konsep Allah dan kegaiban. Hal ini membuatnya sulit diterima oleh penduduk asli tanah Nusantara.

    Patut dipertanyakan kembali tentang eksistensi kerajaan-kerajaan Budha di Indonesia. Bahkan saya lebih suka menyebutnya sebagai agama para pengikut Sidharta Gautama. Karena penamaan Budha bukanlah dari Sidharta Gautama itu sendiri. Budha artinya adalah orang yang telah mendapatkan pencerahan.

    Kalau agama Budha-Sidharta pernah sedemikian besarnya di Jawa dan menjadi agama negara, seperti halnya di Thailand, Myampnar, dan Tiongkok. Pasti terdapat sisa-sisa penduduk asli yang memeluk agama Budha sampai sekarang.

    Di Indonesia sampai saat ini belum mendengar ada orang Jawa (asli) yang memeluk Budha dengan sangat fanatik. Semua pemeluk Budha adalah keturunan (maaf) China yang merupakan pendatang dari negeri China dimana agama BUdha di sana memang sangat menonjol. Kenapa di Indonesia tidak ada penduduk asli (Jawa) yang memeluk agama Budha ? Karena memang agama Budha – Sidharta tidak pernah dijadikan agama oleh orang Jawa apalagi jadi agama kerajaan. Patut dipertanyakan keyakinan yang dipegang oleh wangsa Syailendra.

    Borobudur tidak kalah misteriusnya dengan Piramida Giza, tetapi lebih unik karena di dalamnya terdapat patung-patung dan relief-relief yang berisi kisah dari kitab suci. (Perahu Nabi Nuh, Kisah Nabi Yunus, Burung Hud-Hud dan Ratu Saba) Semua kisah itu tidak ada dalam keyakinan agama Budha Sidharta dan Hindu saat ini. Hanya ada dalam keyakinan umat Islam, Yahudi dan Nasrani.

    Kalau bukan peninggalan Islam yang dibawa Nabi Muhammad, mungkin peminggalan umat Yahudi atau Nasrani atau umat Nabi-Nabi terdahulu. JANGAN PERCAYA BEGITU SAJA BUKU SEJARAH PALAGI YANG MENYUSUNNYA ORANG INDONESIA YANG TIDAK BERJIWA NASIONALIS.

  76. Reblogged this on Menebar Rahmat Berbagi Manfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 80 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: