VIRUS BARU itu bernama SEPILIS ( SEKULARISME, PLURALISME dan LIBERALISME )


Istilah Pluralisme mendadak menjadi ngetrend lagi pasca meninggalnya mbah Dur. Presiden SBY pun secara khusus memberikan gelar “Bapak Pluralisme” untuk Gus Dur.  Padahal klau diinget inget MUI sendiri dalam fatwanya No.7/MUNAS VII/MUI/11/2005 dengan jelas-jelas menyebutkan bahwa pluralisme adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan umat Islam haram mengikuti paham tersebut. Dan yang paling mengejutkan adalah wacana/usulan Hari wafat Gus Dur akan dijadikan Hari Pluralisme .  Pluralisme biasanya menjadi satu paket dengan sekulerisme dan liberalisme yang kalau disingkat menjadi SEPILIS. Berikut paparannya yang dicopas dari sini

APA & BAGAIMANA SEPILIS ITU ?

“SEPILIS” adalah singkatan dari SEKULARISME,

PLURALISME dan LIBERALISME.

  1. SEKULARISME ialah suatu isme (aliran pemikiran / pemahaman)yang mempercayai dan meyakini serta “mengimani” bahwa agama harusdipisah dari negara, sehingga dalam mengelola negara tidak bolehmembawa simbol / atribut agama apalagi ajaran agama. Dalam prakteknya,SEKULARISME telah menjadi suatu IDEOLOGI yang ANTI AGAMA, bahkanMEMUSUHI AGAMA.
  2. PLURALISME ialah suatu isme (aliran pemikiran / pemahaman) yangmempercayai dan meyakini serta “mengimani” bahwa semua agama SAMA danBENAR, sehingga SIAPA PUN – termasuk Nabi dan Rasul sekali pun – TIDAKBERHAK mengklaim ajaran agamanya yang paling benar. Dalam prakteknya,PLURALISME telah menjadi suatu IDEOLOGI LINTAS AGAMA yang mencampur-
    adukkan ajaran semua agama.
  3. LIBERALISME ialah suatu isme (aliran pemikiran / pemahaman)yang mempercayai dan meyakini serta “mengimani” banwa nash AI-Qur’andan As-Sunnah harus tunduk kepada AKAL dan bahwasanya manusia memilikiKEBEBASAN MUTLAK. sehingga SIAPA PUN – termasuk Tuhan sekali pun -TIDAK BERHAK untuk mewajibkan / mengharamkan sesuatu atas manusia Karena WAJIB / HARAM adalah pemasungan kebebasan dan pemerkosaan HAM. Dalam prakteknya, LIBERALISME telah menjadi suatu IDEOLOGI yang MEMBOLEHKAN berbagai kemunkaran, seperti pornografi / pornoaksi, perzinahan, homosex, lesbian, pelacuran. pemurtadan, aliran sesat dan penistaan agama.

FATWA MUI No. 7 Tahun 2005

Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme Agamaadalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan hukumnya

HARAM.

CATATAN RENTING

PLURALISME tidak sama dengan PLURALITAS

Islam menolak PLURALISME karena merupakan IDEOLOGI PENCAMPUR-ADUKKAN AQIDAH. Tapi
Islam menerima PLURALITAS karena merupakan SUNNATULLAH sebagai

Dinamika Kehidupan yang menghargai keragaman kemajemukan dan kebhinekaan.

Karenanya, umat Islam bisa hidup berdampingan dengan umat beragama lain secara damai penuh toleran, saling menghargai dan menghormati. Tiap umat beragama bebas meyakini kebenaran agamanya masing-masing. dan bebas untuk tidak menerima kebenaran agama lain, namun tidak boleh menistakannya. Mereka tidak boleh dipaksa untuk membenarkan agama lain sebagaimana yang dilakukan KAUM SEPILIS.

Intinya, Islam sangat menghargai KEBEBASAN BERAGAMA, tapi menolak PENCAMPUR-ADUKAN AGAMA dan PENODAAN AGAMA.

BUKTI KESESATAN SEPILIS

  1. Buku FIQIH LINTAS AGAMA karya Tim Penulis PARAMADINA yang terdiri dariProf DR. Nurcholish Majid (Pendiri Paramadina), Prof. DR. KomaruddinHidayat (RektorUIN Jakarta), DR. Kautsar Azhari Noer (Dosen UIN Jakarta), DR. Zainun Kamal (Dosen UtN Jakarta). KH, Masdar F. Mas’udi (Ketua PBNU), Zuhain Misrawi, Lc (Kader Muda NU dan anggota Baitul Muslimin Indonesia–PDIP), Budhy Munawar Rachman (Dir. Program Paramadina), Ahmad Gaus AF (Dir. Publikasi Liberal for All Foundation – USA), dan sebagai Editor; Mun’im A. Sirry, MA (Peneliti Paramadina). Diterbitkan oleh Yayasan Waqaf Paramadina & The Asian Foundation, tahun 2004.ISI BUKU :
    1. Menghina FIQIH sebagai belenggu kehidupan dan memfitnahnya sebagaiajaran yang mendiskreditkan agama lain, bahkan sebagai penyebarkebencian dan kecurigaan terhadap agama Islam. (Kata Pengantar hal. ixdan Mukadimah hal. 2).
    2. Mengnina periode dan generasi AS-SALAF ASH-SHOLIH sebagai penyebabkebekuan pemahaman, dan memfitnah IMAM SYAFI’I sebagai penyebab tidakberkembangnya pemikiran Islam lebih dua belas abad. (Mukadimah hal 4-5).
    3. Ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Madinah DISKRIMINATIF,EKSKLUSIF dan FUNDAMENTALISTIK. (hal. 142).
    4. Umat beragama apa pun tidak kafir, karena semua agama sama dan benar.sehingga tidak boleh ada yang mengklaim bahwa agarnanya yang palingbenar. (hal 133, 167, 206 – 207).
    5. Atas Dasar HIKMAH dan KEMASLAHATAN persaudaraan, persahabatan, kedamaian, kerukunan, solidaritas, persatuan dan kehangatan pergaulanantar umat beragama, maka :
      1. BOLEH mengucapkan SALAM kepada NON MUSLIM, bahkan WAJIB menjawab salammereka. (hal. 72. 77 – 76).
      2. BOLEH mengucapkan SELAMAT NATAL alau Selamat Hari Besar Agama apa pun,bahkan BOLEH ikut merayakannya (hal.84-85).
      3. BOLEH MENDO’AKAN dan MINTA DO’A dari NON MUSLIM, termasuk DO’ABERSAMA, bahkan semua itu DIANJURKAN. (hal. 102 -103, 107).
      4. BOLEH MASUK MASJID mana saja dan kapan saja bagi NON MUSLIM, termasukMASJIDIL HARAM dan MASJID NABAWI. (hal. 110 & 118).
      5. Hukum JIZYAH melecehkan NON MUSLIM, maka harus DINASAKH. (hal.151-152).
      6. BOLEH Kawin Beda Agama dan HARUS ada Waris Beda Agama (hal. 164 &167).
  2. Buku LOBANG HITAM AGAMA karya Sumanto AI-Qurtuby (alumnus IAINSemarang) dengan Pengantar : Ulil Abshar Abdalla (Kader Muda NU,Pendiri JIL dan Dir. Freedom Institute), dan di-endos cover yang penuh pujian oleh : Gus Dur (Mantan Ketua PBNU & Mantan Presiden RI), DR. Moeslim Abdurrahman (Cendikiawan Muhammadiyah), Anif Sirsaeba Alafsana (Pengasuh Pesantren Karya Basmala Indonesia), Ahmad Tohari (Budayawan), dan Trisno S. Sutanto (Pengamat Sosial dan Keagamaan).Diterbitkan oleh Ilham Institute dan Rumah Kata, tahun 2005.ISI BUKU :
    1. PENISTAAN TERHADAP AGAMA :Agama bukan produk Tuhan (hal. 31).Agama adalah penjajah budaya dan pemasung intelektual (hal. 55 & 58).
      Agama mematikan akal dan nalar (hal. 59).
      Agama sumber konflik dan pembawa bencana (hal 83 & 37).
      Islam adalah strategi budaya Muhammad dan merupakan sinkretik, serta
      campuran budaya : Judaisme, Kristianisme dan Arabisme (hal 216. 217 dan 225).
      Penulisan bahasa arab adalah Arabisme (hal. 22S)
    2. PENISTAAN TERHADAP AL-QUR’AN :Kemaslahatan lebih diutamakan daripada ayat-ayat Tuhan (hal. 31).Umar ikut menciptakan Al-Qur’an (hal. 32).
      Teks Al-Qur’an tidak autentik (hal. 34 & 37).
      Nabi dan para sahabat adalah para pencipta Al-Qur’an (hal. 43).
      Al-Qur’an angker dan perangkap bangsa Quraisy, serta dibuat oleh
      manusia dan bukan kitab suci (hal. 64 – 65)
      Al-Qur’an membelenggu kebebasan dan rnenciptakan tragedi kemanusiaan (hal. 117).
      Muhammad, Islam dan Al-Qur’an tidak terlepas dari distorsi / penyimpangan (hal. 126).
      Kandungan Al-Qur’an kontroversi (hal. 142).
      Al-Qur’an saja bermasalah, apalagi Kitab Kuning (hal. 146).
    3. PENISTAAN TERHADAP NABI, SHAHABAT & ULAMA :Utsman pelaku nepotisme dan keliru membuat mushaf Al-Qur’an (hal.39).Nabi dan para Tokoh Non Muslim seperti : Gandhi, Luther, Bunda Terresa
      & Romo Mangun bersama-sama menunggu di Surga (hal. 45).
      Kisah Heroik Para Nabi dan Mu’jizatnya hanya dongeng seperti :
      Sinetron “Saras 008” atau kisah heroik James Bond (hal. 58).
      Nalar Politik Tirani dibentuk oleh Khulafa’ Rasyidin (hal 124).
      Para sahabat Nabi telah memperagakan Politik Islam dengan sangat
      sempuma mengerikannya (hal. 134).
      Imam AI-Mawardi mengkhianati hak-hak rakyat dan seorang Rasis / Arabisme (hal150 & 155).
      Doktrin Politik Sunni ambigu dan out of date / kadaluarsa (hal 167).
      Al-‘Asy’ari dan Al-Ma’turidi menjalin persekongkolan politik (hal.171).
      Ahlus Sunnah wal Jama’ah (ASWAJA) adalah sekte yang telah memanipulasi
      teks-teks keagamaan (hal. 229).
    4. PENISTAAN TERHADAP SYARI’AT ISLAM :Syari’at Islam menciptakan gerombolan mafia dan anjing-anjing penjilatkekuasaan (hal. 70).
      Syari’at Islam diskriminatif terhadap perempuan dan non muslim (hal.131-132).
      Formalisasi Syari’at Islam bukan hanya Utopis, tapi juga Tirani (hal.
      134).
  3. PERNYATAAN 10 BESAR TOKOH SEPILIS INDONESIA:
    1. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur); Mantan Ketua Umum PBNU.“AI-Qur’an adalah Kitab Suci paling porno di dunia”,dilontarkan dalam dialog interaktif di Radio 68H – Utan Kayu, Jakarta,bersama M. Guntur Romli, wartawan Tempo, pada Senin 17 April 2006.
    2. Prof DR. Ahmad Syafi’i Ma’arif : Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah :Di tahun 2007 membuat tulisan tentang kesamaan umat Islam, Nasrani danYahudi di mata Allah. (Majalah MADINA No.06/Tahun I, Juni 2008, hal.9).
    3. Prof. DR. Dawam Rahardjo : Mantan Pengurus PP Muhammadiyah
      1. “Kalau Islam tidak bisa dikontrol oleh negara sebaiknya Islamdilarang saja di Indonesia”, dilontarkan dalam KolokiumInternational Center Islam and Pluralism (ICIP) pada Selasa, 11Oktober 2005 di Jakarta, dikutip http://www.christianpost.co.id.

      2. “Pindah Agama tidak Murtad!” dilontarkan dalam Sidang MajelisPekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia pada Rabu, 25Januari 2006 di Pekanbaru-Riau, dikutip Suara Pembaruan.
    4. Prof. DR. Nasaruddin Umar, MA : Dirjen Bimas Islam Depag RI dan DosenUIN Jakarta“Semua Kitab Suci bias gender” (maksud bias gender ialah tidak adil dalam soal jenis kelamin, khususnya diskriminatif terhadap wanita). Wawancara yang dimuat dalarn situs JIL. (50 Tokoh Islam Liberal Indonesia, Budi Handrianto, hal. 157).
    5. Prof. DR. Musdah Mulia. MA : Ahli Peneliti di Depag Rl dan Dosen UINJakarta
      1. “Tidak ada perbedaan antara Lesbian dan tidak Lesbian. Dalampandangan Allah, orang-orang dihargai didasarkan pada keimananmereka”. dilontarkan dalam Dialog Publik di Jakarta pada 27 Maret2008. (Suara Islam edisi 42, 18 April – 1 Mei 2008, hal. 12).

      2. Di tahun 2004 menjadi Kordinator Tim Pengurus Utamaan Gender (PUG) -Depag RI, yang menerbitkan Counter Legal Draft – Kompilasi HukumIslam (CLD – KHI) yang berisi, antara lain : Poligami tidak sah, Kawin Beda Agama sah, Laki-laki terkena ‘iddah 130 hari. Waris anak laki dan perempuan sama. (50 Tokoh Islam Liberal Indonesia Budi Handrianto, hal. 237 – 241).
    6. Prof. DR. M. Amin Abdullah Mantan Rektor UIN Yogyakarta.“Tafsir-tafsir klasik AI-Qur’an tidak lagi memberi makna danfungsi yang jelas dalam kehidupan umat Islam.” (Pengantar untuk buku Hermeneutika Pembebasan, karya llham B. Saenong, terbitan Teraju- Jakarta, tahun 2002).

    7. Prof. DR.Abdul Munir Mulkhan : Mantan Pengurus Muhammadiyah.“Jika semua agama memang benar sendiri, penting diyakini bahwasurga Tuhan yang satu itu sendiri, terdiri banyak pintu dan kamar Tiappintu adalah jalan pemeiuk tiap Agama memasuki kamar surganya.”(dari bukunya : Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar. KreasiWacana. Yogyakarta, tahun 2002, hal. 44).

    8. DR M Luthfi Asy-Syaukani : Dosen di Universitas Paramadina

      1. “Pada gilirannya, perangkat dan konsep-konsep Agama seperti

        Kitab Suci, Nabi, Malaikat, dan lain-lain tak terlalu penting

        lagi.” (Kompas. 3 September 2005).

      2. Dalam Dialog antara Luthfi Syaukani – Adnin Armas, MA di MailingList (milis) Islam Liberal, tanggal 10 Mei 2001, Luthfi menyatakanbahwa buku-buku karya kaum Orientalis atau Liberal seperti : AAA.
        Fyzee, M. Watt, H.A.R. Gibb, Denny, Laroui, Nashr Hamid Abu Zayd, An-
        Na’im, Fatima Mernissi, dan lain-lain, lebih disukai dari pada kitab- kitab Para Ulama Salaf seperti : Syafi’i, Bukhori, Ghazali, dan lain- lain, yang dinilainya sebagai buku-buku biasa yang membosankan.
        (Pengaruh Kristen-Orientalis terhadap Islam, GIP. Jakarta, tahun 2003, hal. 36-37).
    9. Ulil Abshar Abdalla, MA : Kader Muda NU dan Pendiri JIL
      1. “Menurut saya, tidak ada yang disebut Hukum Tuhan dalampengertian seperti yang dipahami orang Islam. Misalnya Hukum Tuhantentang pencurian, jual-beli, pernikahan, pemerintahan dan lain-lain.”(Kompas, 18 November 2002)

      2. “Rasul Muhammad adalah Tokoh Historis yang harus dikaji dengankritis (sehingga tidak hanya menjadi mitos yang dikagumi saja, tanpamemandang aspek-aspek beliau sebagai manusia yang juga banyakkekurangannya).” (Kompas, 18 November 2002).

      3. “Negara Sekuler lebih unggul daripada Negara Islam alafundamentalis, sebab Negara Sekuler bisa menampung energi kesalehandan energi kemaksiatan sekaligus.” (Tempo edisi 19-25 November2002).

      4. “Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi Islambukan yang paling benar.” (Gatra, 21 Desember 2002)

      5. “Dari segi substansi saya tidak menyesali tulisan saya.” (Gatra, 21 Desember 2002).
    10. Goenawan Mohamad Wartawan Tempo.Tokoh SEPILIS yang RASIS dan FASIS serta berhaluan SOSIALIS, pernahMEMBELA SALMAN RUSHDI dengan alasan kebebasan mencipta, dan MEMBELAAHMADIYAH dengan alasan kebebasan beragama, serta MENOLAK RUU ANTIPORNOGRAFI DAN PORNOAKSI (RUU APP) lewat tulisannya yang berjudul: RUUPorno : Arab atau Indonesia ? Dia menyimpulkan bahwa RUU APP adalahARABISASI (Koran Tempo 8 Maret 2006)

ALLAH SWT DAN RASULULLAH SAW TELAH DINISTAKANAGAMA ISLAM DAN AL-QUR’AN TELAH DILECEHKAN PARA NABI, SHAHABAT & ULAMA SALAF TELAH DIHINAKAN APA YANG HARUS KITA LAKUKAN ?

8 Tanggapan

  1. ass. mas, mau ga jika mas diajak diskusi tentang gusdur. lawan diskusinya mas pilih (KH. Syarief Ratmat,SQ,MA , Mas Sastro (mantan Sekretaris gusdur, tokoh jil (mas pilih sndiri).
    klo mau nanti saya hub TV one.
    makasih… harap dibalas.

    COKIE :
    wa’alaikumsalam wr wb
    apa yang ditanam, itulah yang dipetik
    postingan ini bukan untuk menghina beliau, terus terang saya salut dengan keluarga besar gusdur tetapi tidak dengan jalan pemikiran gusdur
    kalo untuk debat2 kayaknya sudah mulai rame tuh di tipi ( semalem di tvone sudah dimulai ). tidak bisa dielakkan perdebatan tentang hal ini pasti juga akan sampai di tvone ( kita tunggu aja , mungkin kita bisa ketemu )
    tetapi apa iya masalahnya akan selesai hanya dengan debat???

  2. @. I like this article. Dulu prnah baca buku yang intinya hmpir sama dengan ini, dan setelah baca ini, aku jadi inget lagi. Tambahan,: (kalo boleh) pada waktu setelah nabi SAW melakukan isra mi’raj ada yang bertanya dan tidak percaya pada nabi, oleh Beliau si orang tadi Disarankan untuk menanyakan kepada Ali, Namun oleh Ali Bkan dijawab dgn mulut Tapi Dgn hunusan pedangnya. Sahabat Ali ada yg bertanya, knapa engkau lakukan padahal orang trsbut hanya bertanya.? Ali menjawab, ucapan nabi SAW saja tidak dipercaya padahal beliau sndiri yg mengalami peristiwa tsbut, apalagi jawabnku yang tidak mengalaminya, ia bukan bertanya tapi tidak percaya dan bermaksud menghina RosulNYA. silahkan tafsirkan sendiri untuk yg membacanya berkaitan dgn postingan diatas. dan apakah tindakan Ali salah (hanya orang gila atau memang munafik bahkan murtad yang bilang tindakan Ali salah) Nuhun salam.

  3. “Suatu kerangka interaksi yg mana setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain, berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi (pembauran / pembiasan).” http://id.wikipedia.org/wiki/Polemik_pluralisme_di_Indonesia

    bukankah itu baik?

    COKIE :

    Pluralitas itu BERBEDA dengan Pluralisme

    Kalau Pluralitas adalah kondisi keberagaman, tetapi Pluralisme adalah sebuah ide/isme. Ide pluralisme dalam ideologi Kapitalis lahir dari pandangan terhadap masyarakat. Menurut ide pluralisme, dalam masyarakat harus ada dan tidak boleh dibatasi adanya golongan-golongan yang bermacam-macam bahkan yang mempunyai tujuan serta target yang berbeda-beda. Tidak boleh ada pembatasan atau koridor mengenai hal ini. Dalam masyarakat yang menganut pluralisme, berbagai kelompok sah-sah saja lahir. Mau kelompok yang menyerukan kebaikan atau Islam saampai kelompok yang menyerukan kesesatan. Jadi kelompok-kelompok aliran sesat pun harus dibela haknya. Sebab menurut ide pluralisme, mereka boleh saja dan berhak ada. Makanya orang-orang yang menganut faham pluralisme, sangat membela keberadaan kelompok aliran-aliran sesat. Walaupun mereka tidak bergabung dengan kelompok tersebut. Saya ingat pendapat salah seorang Eropa, termasuk peletak dasar ide sekularisme liberal pada abad ke-18. Namanya Voltaire. Voltaire ini sangat benci fanatisme agama. Semua surat-suratnya selalu diakhiri dengan kalimat “Ganyang Barang Keji itu”. Nah Voltaire ini menggagas jaminan kebebasan berbicara. Salah satu kalimatnya yang terkenal: “Saya tidak setuju apa yang kau katakan, tetapi akan saya bela sampai mati hakmu untuk mengucapkan itu.” Nah ini yang dimaksud dengan pluralisme. Siapapun berhak berpendapat. Bahkan kalau ada golongan yang menyeru kepada kesesatan atau kemaksiatan, misalnya kelompok pendukung perzinahan atau kelompok pembela perjudian. Maka ini harus dibela dalam faham pluralisme. Ini sangat berbahaya. Wajar kalau pluralisme ini pernah difatwa sesat oleh MUI.

    Masih tentang pluralitas dan pluralisme. Apa benar Islam itu sejalan dengan Pluralitas? Kalau ya Apa ada buktinya?

    Islam itu mengakui pluralitas, sebagaimana dalam QS. al-Hujurat dan ar-Ruum. Islam mengakui adanya perbedaan bangsa dan suku, etnis dan bahasa. Keragaman ini tidak bisa dihapus. Tapi Islam mampu mengatasi keragaman atau perbedaan ini. Dari mana? Yang pertama, Islam ditujukan bagi seluruh umat manusia. Dalam QS Al A’raf: 158:

    Qul Yaa ayyuhannaas, innii Rasuulullaahi ilaikum jamii’an:

    Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku (Muhammad) adalah utusan Allah untuk kami semua.

    Ini menunjukkan bahwa syariat Allah adalah untuk seluruh umat manusia. Kalau Allah Swt yang mengatakan demikian mengapa kita ragu? Kita inikan berasal dari Allah, orang Amerika, Inggris, Afrika, Indonesia, semuanya Allah yang menciptakan. Nggak aneh kan, kalau Allah juga yang mengatur dan punya aturan terbaik. Kalau semua manusia di dunia ini mati, kembalinya kan juga kepada Allah. Mengapa kita ragu, bahwa hanya aturan Allah yang terbaik dan menyelamatkan kita semua? Yang kedua, bukti Islam mampu mengatasi keragaman adalah pernah diterapkannya Islam ke seluruh masyarakat. Pada abad ke-8 hingga awal abad ke-20, Islam meliputi tiga benua. Sewaktu itu di bawah kepemimpinan Bani Umayyah hingga Bani Utsmaniyah. Di Andalusia (kini Spanyol dan Portugis), Islam menaungi tiga umat. Yaitu Yahudi, Nasrani dan Islam. Demikian juga di Yerusalem dan seluruh bagian dunia Islam, termasuk di Indonesia. Saat itu berbagai suku, etnis, bahkan agama, hidup berdampingan secara damai.

    Bagaimana cara Islam menaungi agama yang berbeda-beda ?

    Dalam sebuah siatem atau negara yang menerapkan Islam, maka Muslim dan Non Muslim harus diperlakukan sama sebagai warga negara Secara khusus malah yang wajib bagi muslim tidak wajib bagi non muslim, seperti membayar zakat, ini tidak wajib bagi yang beragama non Islam. Dalam kehidupan publik, warga non muslim mendapat perlakuan sama dengan yang muslim. Seperti keduanya berhak mendapat perlindungan keamanan, pendidika dan layanan kesehatan gratis. Jika seorang muslim tidak boleh diciderai jiwa dan kehormatannya serta diambil hartanya tanpa hak, maka begitu juga non muslim. Imam Ali ra, pernah mengatakan:

    Damuhum ka damina

    Darah mereka seperti darah kita juga.

    Secara umum, Syaikh Taqiyuddin an Nabhani menjelaskan bagaimana perlakuan Islam terhadap non muslim, dalam kitab ad Daulah al Islamiyah: (1) Seluruh hukum Islam diterapkan kepada kaum muslim (2) Non muslim boleh tetap memeluk agama mereka dan beribadah berdasarkan keyakinan mereka (3) Memperlakukan non muslim dalam urusan makanan dan pakaian sesuai dengan agama mereka dan beribadah berdasarkan keyakinan mereka (4) Urusan pernikahan dan perceraian antar non muslim diperlakukan menurut agama mereka (5) Dalam bidang publik, seperti muamalah, sanksi hukum, pemerintahan , perekonomian dll, Negara menerapkan syariat Islam atas seluruh warga negara baik muslim maupun non muslim. (6) Setiap warga negara yang memiliki kewarganegaraan Islam adalah rakyat negara yang sama. Negara wajib memelihara mereka seluruhnya secara sama. Tidak dibedakan antara muslim dengan non muslim.

  4. jangan mau diajak debat di tv, tv sudah dikuasai oleh kaum sepilis, moderator debat sudah diatur untuk lebih mengutamakan kaum sepilis, bagi yang anti sepilis selalu aja dipotonglah, disela, digiring ke suatu opini dan sejenisnya, pokoknya tidak ada gunanya debat di tivi, tivi udah mereka suap

  5. ENTE GOBLOK !!

  6. kalo mau tentang Islam, tentang Alloh, jangan hanya mengkaji syare’at saja… klo mengkaji syare’at, isinya ya cuma debat2an, menang2an… masing2 punya sudut pandang sendiri2…
    demikian juga dengan Istilah.. kalo menurut anda pluralisme itu mencampuradukkan, menurut org lain bisa saja bukan mencampuradukkan, tp mempersilakan keberadaan mereka masing2 tanpa harus saling memusnahkan eksistensinya.. ada juga org lain yg memaknai pluralisme adalah faham yg mengakui perbedaan pendapat dalam Islam (dg dalil ikhtilafu ummati rohmatun)… kenapa harus diperdebatkan kalau memang yg dituju berbeda.. meskipun istilah yang digunakan sama (PLURALISME), tp isinya ternyata beda.. apa fungsinya diperdebatkan..
    kalau pun kita Islam, memangnya tingkatan keislaman kita itu seberapa?? apa Islam kita itu berada pada tingkat yg paling benar menurut Alloh?? apa kita pernah melihat Alloh sehingga kita benar2 menyembah DIA?? paling ya cuma khayalan tentang Alloh.. Islam kita itu cuma tingkatan KIRA2… kira2 begini menurut saya.. begitu tingkatannya.. jd nggak perlu merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah atau menganggap org yg berbeda pendapat dianggap KAFIR.. jgn2 kita sendiri yang kafir (tertutup melihat kebenaran.
    seandainya kita bisa meningkatkan keimanan kita lebih dari sekedar sekarang.. seandainya kita bisa meningkatkan islam kita mendekati tingkatan Rasululloh, bisa melihat Alloh dan memahami al-Qur’an dengan arahan langsung dariNya, baru kita bisa mendekati kebenaran..

  7. […] itu juga karena Umat Islam sendiri sudah terjangkit penyakit SEPILIS khususnya Sekulerisme […]

  8. […] itu juga karena Umat Islam sendiri sudah terjangkit penyakit SEPILIS khususnya Sekulerisme […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: