Survey Roy Morgan Research : 52 Persen Rakyat Indonesia Menuntut Penerapan Syariah Islam


Uneasy support seen for sharia“. Demikian headline The Jakarta Post 24 Juni 2008. Judul yang provokatif ini lebih kurang maknanya : Dukungan terhadap syariah yang mengkawatirkan. Pasalnya, sebuah survey menunjukkan bahwa mayoritas kaum Muslim Indonesia mendukung diterapkannya syariah untuk negara ini, walaupun ada kekhawatiran mengenai akibat penerapannya itu. Survey yang dilakukan oleh Roy Morgan Research itu, melibatkan 8,000 responden dari seluruh negeri, dan menemukan bahwa 52 persen orang Indonesia mengatakan bahwa Syariah Islam harus diterapkan di wilayah mereka

Belakangan memang posisi gerakan Islam yang ingin mengembalikan syariah dan Khilafah kembali disorot. Gerakan Islam seperti ini dituding akan menghancurkan Indonesia, memecah belah dan menimbulkan penderitaan pada rakyat. Tudingan ini tentu saja salah alamat. Seharusnya, diarahkan kepada sistem Kapitalisme-Sekuler yang diterapkan di Indonesia sekarang. Mengingat sistem kapitalisme inilah yang menjadi penyebab berbagai persoalan bangsa yang tak kunjung selesai seperti kemiskinan, kebodohan, kejahatan, korupsi, dan problem lainnya.

Sistem kapitalisme pun telah menjadi jalan bagi negara-negara imperialis untuk mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia atas nama investasi asing, pasar bebas, dan privatisasi. Hutang luar negeri yang di’paksa’kan untuk Indonesia telah menjerat negara ini menjadi negara lemah.

Indonesia pun mengalami apa yang disebut curse of resource (kutukan sumber daya alam). Indonesia kaya tapi penduduknya miskin. Mengalami Curse of oil (kutukan minyak), Indonesia kaya minyak tapi rakyat tidak memperoleh keuntungan dari minyak yang luar biasa. Alih-alih mendapat berkah, BBM untuk rakyat malah dinaikkan.

Sistem Kapitalisme yang menuhankan HAM dan demokrasi, justru menjadi alat penjajahan Barat di Indonesia yang mengancam kesatuan Indonesia. Atas nama HAM, Timor Timur lepas dari Indonesia. Hal yang sama mengancam Aceh, Papua, dan Maluku. Demokrasi juga tak pelak di beberapa tempat telah menjadi pemicu konflik horizontal antar rakyat.

Jadi seharusnya, sistem Kapitalisme inilah yang harus menjadi musuh bersama umat Islam dan bangsa ini, bukan syariah Islam. Adapun tawaran syariah Islam justru akan membebaskan Indonesia dari penderitaan. Syariah Islam menjamin kesejahteraan rakyat, melindungi kekayaan alam dari penjajahan, menjaga kesatuan Indonesia.

Karena itu, saat ini tidak ada lagi alasan bagi kita untuk menolak syariah dan Khilafah ini. Khilafah yang akan menerapkan syariah Islam akan memberikan kebaikan bagi Indonesia.

Pertama, Penerapan syariah Islam adalah tuntutan aqidah.

Kaum Muslim wajib menerapkan semua aturan Allah Swt. sebagai konsekuensi keislaman mereka. Syariah Islam yang bersumber dari Allah SWT dengan sifatnya Ar Rahman ar Rohim pastilah akan memberikan kebaikan bagi manusia. Sebaliknya berpalingnya manusia dari aturan Allah SWT akan menghancurkan manusia. Masalah kewajiban ini dijelaskan Imam an Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim : “Mereka (para Imam Madzhab) sepakat wajib mengangkat Kholifah”.

Kedua, Syariah akan mensejahterakan rakyat.

Sistem kapitalistik yang menaungi masyarakat saat ini hanya mensejahterakan sebagian kecil orang, sementara mayoritas umat hidup dalam kemiskinan, padahal negeri-negeri Islam rata-rata memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sebaliknya, kebijakan ekonomi berdasarkan syariah adalah menjamin kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) setiap individu rakyat. Pendidikan, kesehatan, keamanan, dan transportasi yang merupakan kebutuhan vital rakyat pun diperoleh dengan biaya murah, bahkan bisa gratis. Sebab, kekayaan alam seperti emas, minyak, gas, hutan adalah milik umum (al milkiyah al ‘amah) yang hasilnya diberikan kepada rakyat.

Ketiga,Syariah akan melindungi kekayaan alam Indonesia.

Berdasarka syariah Islam kekayaan alam seperti emas, minyak, gas, batubara, adalah milik rakyat (milkiyah ‘amah). Kekayaan itu itu tidak boleh diberikan kepada asing dengan alasan apapun. Negara dalam hal ini harus mengelolanya secara baik dan transparan. Individu apalagi swasta asing, tidak dibolehkan sama sekali memiliki kekayaan alam ini. Hasil kekayaan alam ini nantinya diberikan untuk rakyat.

Keempat, Syariah menjamin keamanan rakyat dan negara.

Sistem sanksi yang sangat tegas dalam Islam akan menjamin keaman rakyat. Bagi yang membunuh dihukum mati, yang mencuri di potong tangannya, kecuali dia mencuri karena lapar. Negara juga akan membangun fasilitas umum yang menjamin keamanan rakyat seperti jalan yang baik. Umar bin al-Khaththab sangat khawatir kalau di perjalanan ada unta yang terperosok karena jalan yang rusak.

Kelima, Syariah Islam menjaga pertahanan serta keutuhan dan persatuan negeri-negeri Islam.

Berdasarkan syariah Islam upaya memisahkan diri (bughot) seperti disintegrasi diharamkan. Syariah Islam juga mencegah segala hal yang bisa menyebabkan kekuatan asing mencengkram Indonesia. Seperti kerjasama militer atau keberadaan Namru-2. Syariat Islam melarang keberadaan LSM-LSM asing yang menjadi kaki tangan negara asing menghancurkan negara.

Disamping itu, ketiadaan Khilafah yang menerapkan syariah Islam membuat kaum Muslim bagaikan kehilangan penjaga rumah mereka. Akibatnya, orang-orang jahat dengan gampang masuk dan membuat kerusakan di negeri-negeri Islam. Ironisnya, orang-orang jahat ini diundang oleh para penguasa Muslim sendiri atas nama demokrasi, rekontruksi, pembangunan, investasi, dan lain-lain. Padahal penjajah tersebut mempunyai satu tujuan: mengeksploitasi negeri-negeri Islam.

Negeri-negeri Islam yang tadinya satu di bawah naungan Khilafah pun dipecah-pecah atas nama demokrasi dan penyelesaian konflik. Khalifahlah yang akan kembali menyatukan umat Islam. Itu pernah terbukti, bukan omong kosong. Khilafah Islam berhasil menyatukan umat manusia dari berbagai ras, suku, bangsa, warna kulit, dan latar belakang agama yang sebelumnya berbeda. Semuanya dilebur dengan prinsip ukhuwah islamiyah.

Keenam, Syariah Islam memuliakan dan menjaga kehormatan wanita.

Kapitalisme telah merendahkan wanita dengan serendah-rendahnya. Mereka menganggap wanita tidak lebih dari komoditi ekonomi yang bisa diperjualbelikan. Para kapitalis yang rakus juga memperkerjakan wanita di pabrik-pabrik dengan upah yang sangat murah. Sangat berbeda dengan Islam, yang demikian memuliakan wanita. Islam menjaga kehormatan wanita dengan kewajiban menutup aurat dan mengatur pergaulan wanita. Wanita diposisikan oleh Islam pada tempat yang sangat mulia di keluarga sebagai ummu wa rabbatul bait (pengatur rumah tangga). Tidak hanya itu, wanita pun diberikan peran politik yang agung dalam masyarakat. Dengan demikan, para ibu menjadi ujung tombak terciptanya generasi Islam yang berkualitas dan bertakwa.

Ketujuh , Syariah Islam melindungi orang-orang yang lemah dan warga non-Muslim.

Kapitalisme telah mendiskriminasi manusia berdasarkan kekuatan modalnya. Anda dapat makan layak, pelayanan kesehatan prima, pendidikan unggul, dan rumah yang asri dan nyaman kalau Anda bermodal besar. Berbeda dengan Islam, yang akan menjamin orang-orang lemah dan miskin; termasuk juga melindungi warga non-Muslim ahlul dzimmah. Kebutuhan pokok mereka dijamin sebagai bagian dari hak mereka menjadi warga negara Daulah Islam.

Kedelapan, Penerapan syariah Islam akan menyebarluaskan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Penyebaran nilai-nilai Kapitalisme seperti sekularisme, demokrasi, HAM, pluralisme, dan pasar bebas telah menjadi bencana besar bagi umat manusia. Siapa yang bisa menyelamatkan ini semua? Tidak lain kecuali Islam. Nilai-nilai Islam yang bersumber dari Allah Swt. akan memberikan rahmat bagi seluruh dunia saat syariat Islam ditegakkan. Inilah yang pernah terjadi sepanjang sejarah Kekhilafahan Islam. Bagaimana peradaban Islam telah memberikan sumbangan yang luar biasa bagi dunia, baik dari segi nilai-nilai ideologis yang mengatur hidup manusia maupun kemajuan material seperti sains dan teknologi.

Hal ini secara jujur diakui sejarawan Will Duran dalam Will Durant – The Story of Civilization:” Para Kholifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Kholifah telah mempersiapkan berbagai kesempatan bagi siapapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setalah masa mereka

Gerakan Islam yang ingin menegakkan syariah Islam merupakan bagian dari respon untuk Islam terhadap Kapitalisme Global. Kapitalisme global yang sifatnya mendunia harus dilawan dengan gerakan yang sifatnya mendunia juga. Disinilah relevansi perjuangan penerapan syariah dan Khilafah untuk menghentikan penjajahan kapitalisme global dunia. Walhasil, umat Islam seharusnya mendukung perjuangan ini bukan sebaliknya. Kapitalisme global harus menjadi musuh bersama umat Islam. Kapitalisme global hanya bisa dihentikan dengan penerapan syariah Islam oleh Khilafah Islam. Allahu Akbar.

23 Responses to “Survey Roy Morgan Research : 52 Persen Rakyat Indonesia Menuntut Penerapan Syariah Islam”

  1. Adam Cholil Says:June 26th, 2008 at 10:45sudah jelas! umat sebenarnya ingin hidupdibawah naungan islam. yang penakut dan munafik itu para gegeden nya. ingat wahai para elit;anda nanti akan diadili dihadapan Allah karena tidak memperjuangkan islam bersamaumat.
  2. suyoto Says:June 26th, 2008 at 13:27Assalamu’alaikum

    Mari kita terus berjuang untuk menegakkan syariah islam dibumi yang kita cintai ini, sudah terbukti bahwa kapitalisme dan sekulerisme, demokracrazy dan plurarisme menghancurkan peradaban dan jelas-jelas menyengsarakan rakyat.

    Ya ALLOH Yang Maha memberi kekuatan beri Hambamu kekuatan untuk menegakkan syariahmu

  3. Eyang Kakung Says:June 26th, 2008 at 16:35[quote]

    …saat ini tidak ada lagi alasan bagi kita untuk menolak syariah dan Khilafah ini….

    [end]

    …pssst, sebenarnya mereka juga ngadain survey tentang penolakan sistem edan plus antek-anteknya yang ada sekarang, tapi rasanya terlalu ‘lugu’ untuk dimuat koran manapun….

  4. rumaisha Says:June 26th, 2008 at 20:40Assalammu’alaykum..

    Syariah Islam sudah begitu sempurnanya, yang telah nyata datang dari sang kholik, mengapa masih ada yang meragukan???

    Jangan pernah berhenti berusaha untuk menegakkan Khilafah dan menerapkan syariah…Janji Allah pasti akan datang… dan musuh-musuh Islam akan hancur. Allahhu Akbar !!!

  5. marwan Says:June 26th, 2008 at 21:33perang ideologi ini harus dimenangkan islam, semakin kencang perlawanan kita maka semakin kencang pula mereka qaum kufar dan munafik melawan, saudaraku ini debuah pertanda baik yang akan menjadi kabar buruk bagi mereka, para pengemban dakwah tidak boleh lengah, karena mereka pasti sudah menyiapkan senjata baru untuk memberangus ideologi islam. Demi Alloh tiada kemuliaan selain memperjuangkan Dien ini dan mati sahid

    di medan Jihad dan Dakwah, Alloh Akbar…….

  6. abu nada wm Says:June 26th, 2008 at 21:44Survey NENBUKTIKAN…

    SEM INSTITUTE mengatakan 83 % ummat rindu SYaRIAH..

    Roy Morgan Research Dr 8000 responden 52 % mendukung Syriah….

    Lalu kenapa dirisaukan…

    bukankah itu berita gembira….

    “BAHKAN DALAM KAEDAH DEMOKRASI KATANYA KALO SUDAH 50% + 1 sudah memenuhi QUORUM”…………….

    bukankah 83 % dan 52 % sudah lebih dari QOURUM…

    karena itu wahai penguasa……….

    janganlah ragu2 menerapkan SYARIAH…

    karena mayoritas ummatmu telah mendukung…..

  7. Umar Khalid Says:June 27th, 2008 at 12:18emang udah fitrahnya kayak gitu…

    wajar aja…KAPITALIS-SEKULARIS itu bakal hancur sendiri kok..mereka bakal MATI dengan KONCO-KONCONYA..

    Hidup Syari’ah Khilafah!!!

  8. danang wisnu Says:June 27th, 2008 at 15:43http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121711/mayoritas-warga-indonesia-dukung-hukum-islam

    begitulah…syangnya mereka masih bingung dgn apa2 yg mereka cari..

  9. Karina Dive Says:June 27th, 2008 at 16:25Sami’na wa Atho’na..

    Jika mau selamat dunia & akhirat,

    maka Syari’ah Islam harus TEGAK di Indonesia, bahkan DUNIA. Kok ANEH..!? Aturan yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala PEMILIK Alam Semesta ini disingkirkan, dan malah memakai aturannya Manusia yang PASTI bergelimang DOSA…!? Ngawur ach…

  10. Panglima Lazuardi Says:June 27th, 2008 at 20:24UMMAT TELAH SEMAKIN PAHAM TENTANG SYARIAH,. APALAGI YANG DI TUNGGU? AYO KITA SAMA2 MENEGAKKAN KHILAFAH
  11. iman ti bandung Says:June 28th, 2008 at 11:15inilah relevansi perjuangan penerapan syariah dan Khilafah untuk menghentikan penjajahan kapitalisme global dunia
  12. PU_GHEE ti BANGKA Says:June 29th, 2008 at 00:08K.A.P.I.T.A.L.I.S : BBM naik, MELAHIRKAN gANGSTER SMU, PILKADA yg selalu ricuh n riwueh, Keamanan yg tidak terjamin, HUTANG Negara yg gk pernah lunas, kebutuhan semakin mencekik, pendidkan mahal & tdk berkualitas, sarjana PENGANGGURAN, masyarakat penyakitan, POLITIK yang tidak berpihak pada rakyat, Setiap solusi yg ditawarkan pemerintah hy menyelesaikan 1 mslh & menimbulkan 1000 mslh (red. BLT)… DIMANAKAH LETAK AKAL KALIAN???

    APAKAH KALIAN MASIH BELUM PUAAAS MEMBUAT MASYARAKAT INI MERINTIH, MENANGIS, MENJERIT, MEMINTA-MINTA, MERONTA, MEMOHON agar mereka bisa sejatera…

    ISLAM mencoba memberikan solusi kok banyak yg USIL dan BENCI…???

    KAMI TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI MEMBERIKAN KABAR GEMBIRA INI KEPADA UMMAT, BAHWA KHILAFAH ITU BENAR2 AKAN TEGAK SEGERA…

  13. Wong Tegal Says:June 29th, 2008 at 16:41Ya Alloh…

    Kami ingin hidup di bawah naungan Islam.

  14. Shalahuddin Thariq al Fatih Says:June 30th, 2008 at 01:56SYARIAH……….!!!

    TUNGGU APA LAGIIIII

    thariqalfatih@ymail.com

  15. Alif nur rohman Says:July 1st, 2008 at 07:57Allahu akbar… Aku rindu tegaknya syariah islam di bawah naungan Khilafah
  16. najib moch Says:July 1st, 2008 at 19:21aturan siapa lagi yang lebih baik dari aturan allah swt
  17. Abdul Rivai BM Says:July 1st, 2008 at 21:26Bismillah. Allahu Akbar

    InsyaAllah saya akan mendukung penerapan syariah di negara ini.

  18. Mochamad Nur Hidayatollah Says:July 2nd, 2008 at 18:38Kebangkitan umat Islam sudah jelas telah berada di ambang mata.. Mari kita sambut berdirinya kembali Khilafah Islamiyah dengan bersatu padu melawan orang-orang kafir dan fasiq..

    “Kebenaran nyata yang tidak terorganisir dengan baik dan benar akan kalah oleh kesesatan nyata yang hanya terorganisir asal-asalan”

    JIKA MEMBELA ISLAM ADALAH TERORIS; SAYALAH TERORIS ITU!!
    )

    LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADHIIM!

    ALLAHU AKBAR!

  19. tri win Says:July 2nd, 2008 at 22:45terapkan syariah indonesia jadi berkah…
  20. hairuddin Says:July 3rd, 2008 at 00:08sudah menjadi tanggung jawab ummat islah untuk menegakkan hukum-hukum ALLAH. untuk itu syariah harus ditegakkan dimuka bumi ini,INILHUKMU ILLA LILLAHI, Sesunguhnya yang menetapkan hukum hanyalah hak ALLAH. (QS. Arrad:57).
  21. Cokie Says:July 3rd, 2008 at 13:1952 Persen Rakyat Indonesia Menuntut Penerapan Syariah Islam..?

    Aku Yakin Bisa lebih, soalnya belum semua umat Islam paham dan sadar Syariah Islam

    Itu adalah PR kita Semua…

    terus berjuang……..

  22. balqeez al qawarir Says:July 3rd, 2008 at 18:33yang menolak syariah mungkin takut gak bisa berbuat curang lagi! takut gak kebagian duit pelicin! takut gak bisa mamerin body sexy! :)ngerasa terkekang!
  23. fajar_sda Says:July 3rd, 2008 at 20:46Assalamu’alaikum wr wb.

    Terkait dg hasil riset Roy Morgan ini, saya coba telusuri langsung ke website-nya utk mengunduh laporan lengkap-nya. Krn biasanya mrk pasti publish versi lengkapnya.

    Tapi sayangnya mrk sdh menggantinya dg halaman “The Jakarta Post” yg memuat berita tsb.

    Adakah dari antum yg sempat mengunduh versi lengkap dari hasil survey tsb sebelumnya?

    kalau ada mohon bisa dikirimkan ke email ane di : fajarkurniawan78@gmail.com.

    Jazakallah.

Iklan

2 Tanggapan

  1. MARI KITA JADIKAN 100% UMAT MENDUKUNG SYARIAT ISLAM

  2. ALLAHU AKBAR
    SAYA JUGA IKUT DUKUNG SYARIAT ISLAM
    KALAU PENDUKUNG SYARIAT ISLAM JUGA DISEBUT TERORIS, AKULAH TERORIS ITU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: