KERUGIAN MANUSIA APABILA HUKUM ISLAM TIDAK DITEGAKKAN


Sejak jatuh khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924 oleh perskongkolan jahat Yahudi Internasional, umat Islam tidak lagi memiliki pemimpin yang melindungi mereka dari serangan musuh-musuhnya. Yang lebih memprihatinkan, banyak di antara umat Islam menjadi korban bulan-bulanan ide pemikiran sekuler. Salah satu yang paling berbahaya adalah keyakinan bahwa Islam dengan aplikasi syariahnya tidak relevan lagi. Mereka meragukan bila syariat Islam diterapkan, bagaimana dengan agama lain ? Bagaimana dengan kebebasan beragama ? Bagaimana dengan demokrasi ? Apakah pemeluk Kristen tidak marah ?
Banyak orang lupa bahwa syariat Islam adalah penyempurnaan dari syariat Yahudi dan Nasrani. Jadi mereka tahu bahwa hukum pembunuh itu harus diqishash, perompak itu disalib, pencuri dipotong tangan, pezina dirajam, bahwa khamar, anjing dan riba itu haram.

Semua itu tidak asing karena telah ada dalam kitab suci mereka (Taurat dan Injil). Tetapi ketika terjadi kemerosotan pengamalan agama dan pemalsuan Taurat dan Injil besar-besaran oleh para pendeta dan rahib mereka, maka hukum itu diputar-balik. Mereka telah menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit.

Esensinya, penegakan syariat Islam itu juga penegakan syariat mereka. Lalu apa masalahnya ? Masalahnya mereka adalah kaum yang ingkar dan membangkang pada Allah.

Kenyataan yang terjadi dalam catatan sejarah menunjukkan betapa besarnya peranan syariat Islam bagi kesejahteraan umat manusia, bukan saja muslimin tetapi seluruh pemeluk agama. Paling tidak ada lima sisi kehidupan yang mengalami kerusakan yaitu : Kebebasan beragama, kebebasan berpikir, keselamatan nyawa manusia, keamanan harta benda, dan keselamatan keturunan manusia.

1. Kebebasan Beragama

Dalam sejarah kaum Islam, tidak pernah terjadi pemaksaan untuk mengubah agama dan keyakinan. Lebih-lebih membunuh seseorang atau menghancurkan rumah ibadah.

Lihatlah Mesir dan Syam, sampai sekarang orang Kristen tetap hidup aman damai dan tenang. Juga India, padahal kaum Muslimin ketika itu  berkemampuan untuk menghabisi semua keyakinan bukan Islam. Tetapi, tidak pernah terjadi pemaksaan mengubah agama seseorang. Karena itu penduduk India non-muslim jumlahnya masih tetap melebihi kaum Muslimin.

Bandingkan dengan Andalusia. Tadinya di sana ada berjuta-juta kaum Muslimin. Lalu mereka dijajah oleh penguasa Katolik. Apa yang terjadi? Tidak ada seorang Muslim pun tersisa. Mereka hanya diberi tiga pilihan, masuk Kristen, diusir pergi dari negeri itu atau dibunuh.

Pemaksaaan agama bukan hanya terhadap umat Islam tetapi juga antara sesama aliran dalam sebuah agama.

Di Inggris, jika di antara rakyat ada yang berbeda aliran mazhabnya walaupun sesama pemeluk kristen, akan ditangkap dan diadili. Bila dalam pengadilan dia bertaubat dan pindah aliran, akan diberikan ampunan berupa membunuhnya dengan pedang. Bila tidak bertaubat, maka dia dibakar hidup-hidup.

Patrik Yoshua (656 H) berkata, “Orang Arab (Islam) yang menancapkan kekuasaannya di dunia telah memperlakukan kami dengan adil.” Makarios, seorang Patnik Anthokia juga mengatakan, “Semoga Tuhan melestarikan pemerintahan Turki. Mereka hanya mengambil pembayaran pajak. Tetapi tidak mengusik-usik persoalan agama. Malah mereka memelihara orang-orang Nashrani, Yahudi dan Samirah dengan adil”.

Dewasa ini, yang disebut sebagai era kebebasan beragama, kita mendapatkan sebaliknya. Kebebasan agama terampas secara keji. Sehingga para pemeluk agama sendiri merasa tidak aman dalam memelihara agama mereka. Apalagi memelihara agama orang lain.

Negara-negara sosialis memaksakan ajaran Markisme yang atheistik dan melarang penyebaran agama. Sebaliknya di negara-negara kapitalis, pemerkosaan dan pemberangusan kebebasan beragama ini dilakukan kadang dengan terang-terangan dan kadang dengan sembunyi-sembunyi. Operasi pembantaian kaum MusIimin Eryteria dan pembunuhan Malcolm X sebagai bukti kejahatan mereka yang menghantui ke dalam ingatan kita.

Tegasnya, orang tidak akan dapat memelihara agamanya kecuali Islam hadir di tengah-tengahnya. Tanpa Islam tidak akan ada kebebasan beragama.

2. Kebebasan berfikir dan penghargaan pada akal manusia

Hanya dengan tegaknya Islam, manusia dapat memelihara akalnya. Dan kebaikan akal hanya dapat dijamin dengan dipraktekkannya hukum Islam. Bila Islam tidak diterapkan, maka kita lihat fenomena :

a. Inkonsistensi Ilmu dan Kenyataan.
Di zaman kemajuan ini malah terjadi hal yang tidak logis. Ilmu berada di  satu kutub dan kenyataan berada di kutub lain. Misalnya, ilmu mengatakan,  khamar itu berbahaya dan merusak, tetapi kenyataannya semua negara  membolehkannya. Ilmu menyatakan bahwa rokok merusak, tetapi kenyataan  menunjukkan seluruh dunia menggalakkannya. Ilmu membuktikan bahwa  perzinahan dapat merusak sex dan keturunan, tetapi dunia malah  menghalalkanmnya. Dan ilmu membuktikan bahwa wanita berbeda dengan pria, tetapi para feminis malah menjadikannya sama dengan kaum lelaki.

b. Issue dan Gosip
Di zaman rasionalisme ini kebohongan tersebar tanpa batas baik di majalah,  surat kabar, radio dan televisi. Desas-desus dan gosip merajalela tanpa  kontrol. Mereka tahu bahwa itu gossip tetapi mereka suka. Hingga mata  acara yang paling favorit di TV kita adalah gossip bintang dan selebritis. Dan tabloid yang paling tinggi tirasnya juga yang berthema serupa.

c. Manipulasi
Kini sudah menjadi hal lumrah manipulasi bukti untuk membenarkan tindakan  kriminal. Politik menjadi piranti dusta dan penipuan. Mark-up biaya suatu  proyek sudah membudaya karena semua pihak ikut kecipratan. Untuk mendukung  semua kebejatan tersebut digunakanlah berbagai disiplin ilmu yang dimanipulir.

d. Antara Barat dan Timur
Ada dua keadaan yang memperburuk akal manusia : di masyarakat komunis  berfikir dianggap satu kejahatan. Sedangkan di Barat, anda bebas berbicara meski tidak masuk akal.

e. Rumah Sakit Jiwa
Fenomena perusakan akal manusia ini banyak terlihat. Dan beberapa  statistik menelanjangi hakikat kebobrokan ini. Tingkat kecerdasan di dunia  semakin menurun. Sedangkan angka penyakit jiwa (gila) di dunia meningkat.  Dale Carnegi mengatakan, “Kenyataan-kenyataan objektif melukiskan separuh  jumlah keluarga yang berada di rumah-rumah sakit kita, disibukkan oleh orang-orang yang berpenyakit saraf dan gila”.

3. Keselamatan Jiwa Manusia

Dalam Islam, hak hidup adalah hak suci manusia. Tetapi situasi dunia akan menunjukkan kebalikannya. Dunia sekarang, yang dinilai sebagai dunia peradaban, telah menyaksikan kekejian yang seratus persen biadab.

Di Rusia saja, untuk mewujudkan komunisme, telah terbunuh 19 juta orang. Setelah komunisme berkuasa, telah terhukum secara keji sekitar 2 juta orang dan sekitar 4 atau 5 juta orang diusir dari Rusia. Apa artinya angka-angka tersebut?

Apa arti semua pembantaian orang-orang kulit hitam di Amerika dan Afrika
Selatan?
Ingat pembantaian suku bangsa Indian oleh koboi Amerika
Ingat pembantaian suku Aborigin di Australia
Ingat pembantaian rakyat vietnam oleh tentara Amerika.
Ingat peledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Ingat pembantaian muslim Bosnia dan Kosovo oleh Serbia.
Ingat pembantaian terhadap Muslim India.
Apa artinya bom atom dan hidrogin?  Apa artinya perang dunia?  Semua itu menunjukkan bahwa jiwa manusia sudah tidak ada harganya di dunia  sekarang ini.  Tetapi, jika Islam hadir secara nyata di tengah-tengah percaturan dunia, maka tidak akan terjadi pembunuhan manusia tanpa haq. Karena. membunuh tanpa hak diancam dengan Qisas atau -bila mendapat maaf- membayar diyat yaitu 100 ekor unta. Jangankan nyawa manusia, binatang pun sangat diperhatikan dalam Islam.

4. Keamanan Harta Benda Manusia

Suatu fenomena historis tentang pemeliharaan harta benda ini terjadi  ketika Abu ‘Ubaidah bin Jarrah merasa tidak mampu melindungi penduduk  Nashrani, ia mengembalikan jizyah (upeti) kepada mereka. Atau lihatlah  ketika khalifah Umar bin Abdul Aziz berhasil mengentaskan kemiskinan  secara nyata -bukan slogan murahan- hingga tidak ada lagi rakyat di negeri  itu yang miskin dan berhak menerima zakat. Ini jelas satu era keadilan  yang sukar ditemukan dalam sejarah manusia. Mereka adalah masyarakat baru  yang tidak didapati di dunia yaitu masyarakat yang menjamin seluruh tonggak hidup dan eksistensi manusia.

Di dalam masyarakat komunis tidak dibenarkan hak pemilikan. Dan di dalam  masyarakat kapitalis secara lahiriah memang menjaga harta manusia, tapi  hakikatnya ia mencuri harta tersebut dengan jalan riba, penimbunan,  eksploitasi, menghancurkan hak-hak kaum fuqara’ dan orang-orang miskin dan  melakukan jalan culas yang keji. Harta manusia tidak akan dapat terpelihara oleh manusia kecuali dengan Islam.

5. Keturunan

Memelihara keturunan juga merupakan salah satu dari lima keperluan asasi manusia. Dan pemeliharaan ini dapat melestarikan keturunan manusia. Manusia tidak akan mampu memelihara keturunannya kecuali dengan tegaknya Islam. Dan apabila kaum Muslimin memerintah dunia, maka keturunan manusia  akan lestari dan terpelihara. Penelitian sederhana berkenaan keturunan ini menjelaskan ke mana keturunan manusia ini meluncur?

Pemerintahan militer Prancis terus menerus kekurangan pemuda-pemuda yang  laik menjadi sukarelawan dari segi kesehatan badan. 75 ribu orang tentara  yang terpaksa harus diberhentikan dan dimasukkan ke rumah sakit karena  mengidap penyakit kotor (spilis). Dalam satu tangsi tentara ada 242 orang   terjangkit penyakit kotor ini. Penyakit ini akan mempengaruhi keturunannya secara mengerikan.

Fenomena seperti ini terjadi pula di kalangan pemuda-pemuda Amerika.
Presiden Amerika pernah mengumumkan, lebih satu juta dari sekitar enam  juta pemuda Amerika yang harus mengikuti wajib militer tidak laik menjadi  tentara. Hal itu menunjukkan merosotnya sumber daya manusia Amerika secara umum akibat kehidupan seks bebas yang digelutinya dan penyakit kelamin.
Ada sekitar 30 sampai 40 ribu anak mati karena korban penyakit kotor orang tuanya dalam setiap tahunnya.
Hakim Lancy (?) mengatakan, “Di Amerika sekurang-kurangnya satu juta kehamilan dalam satu tahun dan beribu-ribu anak lahir langsung dibunuh”.
Yang menarik bahwa di Jerman gadis-gadis akan merasa malu jika ketika   menikah masih perawan. Dan alat-alat pencegah kehamilan tersedia di setiap pinggir jalan.
Sesungguhnya keturunan manusia tidak akan dapat terpelihara sempurna kecuali dengan diberlakukannya ajaran Islam.
Tanpa Islam, manusia akan kehilangan kemanusiaannya. Tanpa Islam, manusia hidup seperti binatang.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,

Counters

Counters

Counters

Counters

Counters

Counters

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: