
Postingan ini kami persembahkan kepada teman teman aktifis Islam yang punya semangat mengebu-ngebu untuk memperjuangkan Islam dengan cara jihad atau kepada orang orang yang anti Islam dan jihad.
Pasca ledakan bom ledakan bom di JW Marriot dan Ritz Carlton pada tanggal 17-7-2009 , banyak pengunjung yang menemukan blog ini karena searching dengan keyword “cara membuat bom” dan menemukannya di postingan kami tentang cara membuat bom dan roket dari coca cola yang telah di tonton± 5ribuan kali.
Kira kira apa ya motivasi orang orang yang penasaran ingin tahu cara membuat bom itu , apakah karena iseng, ingin berjihad dengan menjadi “pengantin” , atau ingin menebar teror dan selanjutnya mengkambing hitamkan Islam?
Yang jelas ini tidak lepas dari peran media , baik lokal maupun asing, yang secara santer memberitakan berita bom ini dengan berbagai spekulasi yang ujung ujungnya menuduh bahwa Islam atau organisasi Islam ada di balik aksi ini.
Bagaimana Islam Memandang
AKSI BUNUH DIRI DAN ‘BOM SYAHID’?
Pertama-tama, secara literal harus dibedakan antara intihâr (bunuh diri) dan istisyhâd (keinginan mati syahid). Istisyhâd, sebagaimana lazimnya syahâdah (mati syahid)—dunia dan akhirat—terjadi manakala seorang mujahid mati di medan perang, atau meninggal dunia akibat luka-luka dari peperangan. Ini tentu berbeda dengan syahid akhirat, yang kepadanya berlaku hukum seperti orang mati biasa; dimandikan, dikafani, dishalati dan dimakamkan. Berbeda dengan syahid dunia atau syahid dunia-akhirat, yang tidak perlu dimandikan ataupun dikafani, cukup dishalati dan dimakamkan saja. Karena itu, istisyhâd (keinginan mati syahid) meniscayakan adanya medan perang secara langsung. Apalagi tidak semua peperangan identik dengan jihad.
Jihad menurut syariat Islam memang berperang, tetapi—sekali lagi—tidak semua peperangan identik dengan jihad. Misalnya, perang melawan bughat, dan perang saudara (qitâl al-fitnah), jelas bukan jihad.
Karena itu, masalah ini harus dipetakan berdasarkan sebab serta berbagai situasi dan kondisi yang menyertai kematian pelaku aksi tersebut:
Pertama: aksi istisyhâd yang dilakukan dengan cara menjemput kematian di medan perang, dengan duel langsung; berhadap-hadapan langsung dengan musuh, kemudian terbunuh, baik di tangan musuh maupun sesama mujahid—karena tidak tahu—maka aksi seperti ini masuk kategori istisyhâd yang dibenarkan.
Aksi seperti ini disepakati oleh para fuqaha sebagai bentuk syahid yang dibenarkan. Al-Qurthubi menyatakan, Muhammad al-Hasan berkata, “Kalaupun ada seorang (mujahid) berperang menghadapi 1000 musuh kaum musyrik, sementara dia seorang diri, itu tidak masalah jika memang dia berambisi untuk meraih kemenangan atau menjadi tekanan bagi pihak musuh.”i
Beliau melanjutkan, “Jika aksi itu ada manfaatnya bagi kaum Muslim, lalu dirinya binasa demi kemuliaan agama Allah, serta menjatuhkan mental kaum kafir, maka hal itu merupakan kedudukan yang mulia.”ii
Berkaitan dengan paparan di atas, ada kisah kepahlawanan Anas bin Nadhar dalam peristiwa Perang Uhud. Saat itu Anas terjun di medan perang di tengah-tengah situasi kekalahan yang menyedihkan, terutama saat mendengar kabar, seolah-olah Rasulullah telah wafat. Kala itu, jasadnya penuh dengan luka hingga tidak seorang pun yang bisa mengenalinya, kecuali sudara perempuannya. Kepahlawanan beliau ini diukir dalam al-Quran:
]مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ[
Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Lalu di antara mereka ada yang gugur dan ada (pula) di antara mereka yang menunggu-nunggu." (QS al-Ahzab [33]: 23).
Kedua: aksi istisyhâd yang dilakukan dengan meledakkan diri sendiri, baik dengan menggunakan rompi bom ataupun bom mobil yang ditujukan untuk menyerang musuh (kaum kafir) yang tengah menduduki negeri kaum Muslim. Ini pun dengan catatan, jika aksi tersebut harus dilakukan untuk memerangi musuh. Sebab, kalau perang tersebut berhenti, musuh akan berhasil menguasai negeri kaum Muslim, dan kejahatan mereka sebagai pemenang perang akan semakin merajalela. Ini seperti yang terjadi di Palestina dan Irak, misalnya.
Aksi istisyhâd seperti ini dibenarkan, tetapi dengan catatan bahwa sasarannya tetap bukan kaum Muslim, atau tempat berkumpulnya kebanyakan orang Muslim seperti pasar, masjid dan sebagainya. Sebab, meninggalnya satu nyawa seorang Muslim masih lebih berat bagi Allah ketimbang hilangnya seluruh dunia. Demikian sabda Nabi saw.iii
Selain itu, menjadikan ahli dzimmah—Yahudi, Nasrani, atau orang musyrik—yang hidup dalam naungan Islam sebagai sasaran aksi tersebut juga tidak dibenarkan. Nabi saw. bersabda:
«مَنْ أَذَى ذَمِيًّا فَأَنَا خَصْمُهُ»
Siapa saja yang menganiaya ahli dzimmah, maka sesungguhnya akulah yang akan menjadi penuntutnya. iv
Ketiga: aksi meledakkan diri sendiri, melukai diri sendiri hingga mati, atau menembak diri sendiri yang semuanya dilakukan ketika berada dalam tawanan musuh, atau pasukan yang diklaim sebagai musuhnya. Tujuannya agar bisa melepaskan diri dari siksaan musuh, atau agar tidak tertawan musuh, atau melepaskan diri dari pedihnya penderitaan akibat luka peperangan. Aksi seperti ini disepakti oleh para fuqaha sebagai bentuk bunuh diri (intihâr), bukan istisyhad. Hukumnya pun haram, dan jelas-jelas dilarang. Hal ini bisa disimpulkan dari hadis Nabi saw. yang menyatakan:
«كَانَ فِيْمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ بِهِ جُرْحٌ فَجَزَعَ فَأَخَذَ سِكِّيْنًا فَحَزَّ بِهَا يَدُهُ فَمَا رَقَأَ الدَّمُّ حَتىَّ مَاتَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: [بَادَرَنِيْ عَبْدِيْ بِنَفْسِهِ حَرَّمْتُ عَلَيْهِ الْجَنَّةُ]»
Pernah ada kasus menimpa orang sebelum kalian; ada seseorang yang terluka, lalu mengambil sebilah pisau, kemudian dia gunakan untuk melukai tubuhnya hingga darahnya pun tidak mau berhenti, sampai akhirnya dia pun mati. Allah berfirman: Hamba-Ku telah bergegas menemui-Ku karena ulahnya, maka Aku pun mengharamkan surga untuknya. (HR al-Bukhari).
Hadis ini dengan jelas mengharamkan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh seorang Muslim dengan tujuan untuk membebaskan diri dari penderitaan, sakit atau siksaan yang dialami; baik karena ditawan musuh ataupun sebab-sebab yang lain. Apalagi jika belum ditawan, misalnya saat terkepung dan hendak ditangkap, kemudian meledakkan diri, menembak diri sendiri, atau meminum obat tertentu hingga akhirnya mati. Jelas, aksi seperti ini lebih tidak boleh lagi, dan nyata diharamkan oleh Islam.
Semoga ulasan ini menjadikan kita lebih bijaksana dalam bertindak dan mengambil keputusan, terutama teman teman yang benar benar siap jadi “pengantin”
Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb
sumber : Majalah Al-Waie edisi 65 ( rubrik soal jawab )
Tulisan Terkait :
- Bom Jihad BUKAN Bom Bunuh Diri
- Apakah Aksi Pengeboman Sama Dengan Jihad?
- Bom Bunuh Diri, Jihad atau Sesat?
DIarsipkan di bawah: Jihad Never Stop Mujahid Never Die | Ditandai: as, Bom, bom marriot, bunuh diri, cara membuat bom, densus 88, Islam, Israel, Jihad, pengantin, syahid, Teroris

















Mari kita dakwah bersama dengan meng-instal Tool Bar "Tegakkan Khilafah"















Mari kita kembalikan kemuliaan jihad & bom syahid dengan meluruskan ma’nanya & membongkar konspirasi kaum kuffar & munafiqin yang menjelek-jelekkan Islam dibalik kasus bom bunuh diri
[...] Cara Membuat Bom , Saya siap Jadi “Pengantin” Bom bunuh diri [...]
Bunuh diri diharamkan secara mutlak oleh syariat Islam. Apapun alasannya. Tidak boleh jihad dengan cara bunuh diri. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dan para shohabatnya tidak pernah mencontohkan berjihad dgn cara bunuh diri. Tidak ada dalil yang membolehkan bunuh diri dengan alasan berjihad fii sabilillah. Wallahu a’lam
[...] Cara Membuat Bom , Saya siap Jadi “Pengantin” Bom bunuh diri [...]
Menurut analisa yang logis dan pendapat saya, peledakan bom yang terjadi di Negara Indonesia dilakukan untuk membuat perhatian semua orang agar pandangan dan sudut pandang warga indonesia bisa terombang ambing dan terancam dengan jalan mengalihan perhatian oleh sosok-sosok seseorang yang menginginkan sesuatu dari wilayah Indonesia untuk misi yang tidak berkesudahan, dan kita sebagai warga INDONESIA, harus lebih jeli dan teliti menanggapi hal tersebut, dan kita harus bertanya lagi kepada diri pribadi, apa yang sebernarnya hal yang dilakukan untuk peledakan bom bunuh diri tersebut???????
surga dan neraka bagai tempat yang terpisahkan tapi juga dekat…jihat untuk surga bukan neraka…
kenapa islam agama mulia yang selalu menjadi kambing hitam dari semua kebodohan seseorang yang tak bisa membedakan perang melawan kemusrikan dan jihat???
Allah pasti murka agama yang paling sempurna difitnah oleh orang yang tak mengerti agama itu…
aku turut sedih kenapa orang yang ahli agama tapi tak bisa bedakan jihat dan bunuh diri.
otaknya pelaksana orang malaysia…
yang di malaysia sendiri nggak banyak pengikut…
duitnya… dari malaysia….
yang senang liat orang indonesia ngak maju2…
yang jadi pengikut orang indonesia…
ideologi ditelan bulat2…
tidak sadar, bom di indonesia bikin indonesia makin terpuruk…
belasan bule mati… emang di rasakan sama orang amerika…
kalo mau jadikanlah indonesia yang maju, bangunlah indonesia, tularkan budi pekerti yang luhur… kerja keras… bersaing utk kebaikan ibu pertiwi niscaya perbuatan itu juga akan mengharumkan islam… jihad yang dibutuhkan kita saat ini…
Saya tak habis pikir…mengapa orang bisa menganggap bunuh diri bisa masuk sorga. Pendapat saya orang yang bunuh diri demi mem Bom orang yang tak tahu apa-apa apalagi sebangsa adalah orang yang sudah gila alias tidak waras. Wong hidup ini cuma satu kali disia-siakan .Pokoknya apapun alasannya bunuh diri tetap merupakan dosa besar karena Itu adalah Hak Tuhan karena dia yang memberikan kita nyawa maka dia juga berhak menggambilnya bukan kita yang membuangnya dengan percuma. Jihat yang sesungguhnya pada saat ini pendapat saya adalah membantu saudara-saudara kita se iman yang mengalami musibah bencana alam dan yang kekurangan Bukan malah membunuh diri yang menyebabkan orang lain juga terbunuh.
Saya juga sedih mengapa orang agresif sekali menjadi pengantin yang akhirnya mati konyol. Lumayan jadi pengantin benar-benaran dari pada pengantin bom..
Coba pikir dengan hati yang bersih dan cernih agar Jihat jangan disalah artikan dan disalah gunakan. Karena bila hal itu akan terjadi lagi maka terpuruklah Islam dimata dunia apalagi indonesia. Jadi saya tidak setuju kepada orang yang membawa Islam demi tujuan yang tidak bertanggungjawab dan tidak manusiawi. Tunjukkan Islam itu agama yang menjunjung tinggi hak kehidupan seseorang siapapun dia karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya bukan bunuh diri.
Sangat kami sayangkan. Banyak orang membenarkan tindakan bom bunuh diri. Padahal tidak pernah dicontohkan oleh Rosululloh SAW. DFan celakanya lagi, malah mengajak kepada orang lain. Sungguh suatu penyesatan dan bid’ah dalam jihad.
Kalau Anda fikir jihad dengan bom dan pembunuhan, lantas apa yang anda fikirkan ketika ada sanak saudara anda yang tak berdosa dibunuh bahkan diperkosa, atau dibom bardir oleh orang lain. Tentu anda sebagai menusia akan mengutuk. yang jadipertanyaan kutukan anda terhadap pelaku kejahatan itu, karena KEJAHATANNYA atau karena SANAK SAUDARA ANDA yang jadi korban?
Maaf saudara, orang lain-pun tentu berfikir seperti anda. Anda lupa, yang anda anggap musuh adalah AMERIKA dan konco-konconya. Kenapa jihad bom bunuh diri dilakukan di Indonesia? Tentu mereka (Amerika. red) akan tertawa terbahak-bahak, mereka akan puas karena telah berhasil mengadu dombakan umat Islam.
Kalau anda berniat jihad, Indonesia bukan tempat yang cocok untuk jihad seperti itu, Anda wajib ke daerah konflik. contohnya Afganistan, Pakistan dll. Atau anda lakukan saja bom itu di negara Amerika atau Israel langsung. Kan lebih mengena.
Kalau anda ledakkan bom di indonesia, yang jadi korban siap???????
namanya bunuh diri tetap sesat, Rasullulah tidak pernah mencontohkan cara sesat ini, cara terbaik menuju kemuliaan Islam adalah berjihad dengan aksi nyata, misalkan mencintai Allah dengan sholat tepat waktu, dan amalan lainnya yng dicontohkan Rasulullas SAW dalam hadist. gitu aja kok repot
hey dasar teroris penghianat bangsa,,,
terkutuklah engkau,,
kalian jg mau2ya agama islam di jadikan tameng teroris,, itu sudah melecehkan agama kalian
dasar payah
hebat…samangat..!!moga kita smua syahid semua..
Semoga Allah memberikan kesabaran dan kemudahan dalam memperjuangkan agama Allah. Amien
ya bner,klo mreka” itu mau bunuh diri dengan cara jadi ”pengantin” bom jangan pake ISLAM DONK…..AND KLO MAU JIHAD TU BKAN DI INDONESIA TAPI DI PALESTIN SANA…..
Q pEngeN bunuHhhhhhhhhhhh………..orang kafirrr………………!!!
Tp bukan deNgan BOM BunuH diriii,,,,,,,,,,!!!